Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5+ Cara Penerapan Diksi dalam Penulisan Artikel di blog - Versi Up

Apakah tulisan kalian masih terlihat kurang menarik? Apakah tulisan kalian terlihat monoton? Apakah kalian masih awam terhadap diksi? Apakah penggunaan diksi penting? Mengapa artikel mereka terlihat unik dan berbeda dari yang lainnya? Apakah saya perlu mengetahui dan mempelajari penggunaan diksi yang baik dan benar? Apakah diksi itu sulit dipelajari?. Sip! Semua pertanyaan-pertanyaan yang kalian keluarkan ini sangat jarang di pertanyakan. Padahal, ini sangat penting untuk dipelajari dalam dunia tulis-menulis khususnya dalam dunia ngeblog dewasa ini.

Membuat sebuah karya tulis yang baik dan berkualitas. Itu semua, tentu memerlukan pondasi yang kokoh dan ornament-ornament yang unik untuk membuatnya. Namun, keputusan untuk membuatnya kadang tidak terealisasi. Sebab, kita selalu melihat diri sendiri begitu payah dan tak mampu melakukan apa-apa. Ini, seolah-olah kita berusaha menyentuh bulan saat di malam hari. Tapi, kita tidak pernah memikirkan cara untuk sampai ke sana. 

Melihat diri sendiri dengan berbagai kekurangan dan kesalahan dalam menulis artikel, kadang kala ini dapat membatasi potensi yang seharusnya kita lihat. Potensi yang seharusnya dimunculkan tapi, malah ditenggelamkan, al hasil kesempatan itu terlewatkan.

Kita tak pernah bisa melihat siapa yang behasil. Apakah mereka yang berbakat ataukah mereka yang hanya biasa-biasa saja. Tapi yang jelas bahwa di akhir cerita, sang pemenang adalah mereka yang selalu optimis dan selalu bekerja keras, mereka telah membawa sesuatu yang layak diperjuangkan sampai di akhir cerita ngeblog dewasa ini.

“Jembatan antara mimpi dan kenyataan itu adalah rasa optimis yang tinggi dan kemaun untuk terus bekerja keras”

Apalagi, saat ini kita termasuk orang yang ingin melakukan hal yang jarang dipertanyakan, yaitu meningkatkan kualitas artikel dengan mempelajari cara penggunaan diksi. 

Hal itu tentu tidaklah mudah. Tapi bisa!. Caranya adalah dengan memulianya lewat belajar dan bersabar saat mempelejarinya.

"siapa yang bersungguh-sungguh dan bersabar belajar. Maka, dialah yang akan mendapatkannya "

Walaupun, sebenarnya saat kita membuka postingan-postingan di whatsapp, Instagram, telegram, facebook, twitter dan social media lainnya. terkadang ini semua membuat perasaan kita sesak, sesak terhadap postingan-postingan yang memperlihatkan fakta kemenangan-kemenangan ngeblog dan kita tidak termasuk.

Yah ! auto minder. Tapi, jangan salah sebab kita tidak pernah melihat apa yang telah mereka lalui, yang saat ini kita hanya melihat apa yang terlihat dengan mata kepala. Tapi kenyataannya banyak sekali suka duka yang mereka lalui sebelum sampai di panggung itu.

Mereka bisa seperti itu, karna mereka mampu melakukan lebih dari yang lainnya. Jadi, mengapa ada orang lebih cepat berhasil ketimbang yang lainnya. Maka, jawabanya adalah mereka melakukan lebih dari yang lainnya termasuk kalian, saya dan anda. Mereka melakukan banyak kesalahan sebelum seperti itu.

Secara mendasar semua orang yang miskin, kaya, gagal, berhasil, sedih, senang, muda dan tua semuannya tetap memiliki waktu yang sama di bumi yaitu 24 jam dan pembeda dari satu dengan yang lainnya adalah usaha mereka masing-masing.

“kami bukannlah orang hebat, hanya saja kami tidak pernah berhenti berusaha”

Nah! Sebagai penulis pemula kita perlu belajar untuk meng-up-date ilmu pengetahuan agar cara penulisan yang kita hasilkan lebih baik dan lebih berkualitas.

Oleh karnanya, tidak ada salahnya kita memilih jalur yang agak berbeda dalam menulis artikel di blog. Letak perbedaan yang saya maksud adalah pola penulisan artikel di blog karna pada umumnya orang-orang menulis di blog atau pun di web itu kadang tidak terlalu memperhatikan tata cara mereka menulis. Walaupun itu, menurut mereka sudah bagus. Yah ! memang sudah bagus dalam versi menulis di blog tapi, dalam versi seorang penulis tulen. Tulisan itu, masih perlu diperbaiki dan dikembangkan.

Yah ! penulisan artikel yang kita akan bahas adalah bagaimana cara kita agar dapat menulis seperti seorang penulis yang sering memperhatikan kosa kata saat menulis. 

Walaupun bagian ini tidak banyak di ulas dalam dunia ngeblog. Namun, bagi saya mengatur pola penulisan adalah hal yang sangat dibutuhkan. Apalagi, persaingan saat ini semakin meningkat dan semakin meruncing ke atas. Dimana, banyak sekali pemula-pemula yang tersingkirkan dan gagal di saat mereka sedang belajar dan sedang berproses.

Untuk itu, sebagai pemula kita membutuhkan power agar bisa ikut bersaing dan bisa menyalip blogger-blogger besar. Bersaing bukan berarti menjatuhkan. Tapi, bersaing berarti mereka adalah teman seperjuangan. “sama-sama bergelut dalam bidang menulis di blog”.

Mungkin sudah panjang lebar…

Oke! Inilah power yang bisa kalian pelajari dan miliki agar tetap bertahan di tengah persaiangan ngeblog di tahun 2021.

Secroll ke bawah untuk pembahasannya ….

5+ Cara Penerapan Diksi dalam Penulisan Artikel di blog - Versi Up

Sebelum itu, kita perlu mengetahui apa itu diksi dan mengapa penggunaan diksi sangat berpengaruh dalam penulisan, khususnya penulisan artikel.

Diksi adalah perangkaian kata yang bisa menimbulkan sebuah efek tertentu sesuai perasaan dan pemikiran sang penulis. Secara umum penggunaan diksi sendiri sangat berpengaruh besar pada penekanan sebuah makna tulisan. Itulah, mengapa kebanyakan penulis buku ataupun penulis professional sangat memperhatikan penggunaan kosa kata mereka dalam menulis atau penggunaan diksi saat menulis buku.

Sebagai penekanan makna dan maksud yang tepat dalam Tulisan, itu dibutuhkan diksi yang sesuai. Sehingga, penerapan diksi yang tepat sangat diperlukan untuk menghindari pengulangan kata dalam satu kalimat. Jadi, kita perlu mempelajari penerapan diksi dalam penulisan artikel agar kekuatan makna tulisan kita bisa mengena di pikiran dan di hati sang pembaca.

Beberapa cara penerapan diksi yang bisa kalian coba untuk peningkatan kualitas artikel :

1. Gunakan Diksi Anti Mainstream

Sebelum mengenal apa itu diksi anti mainstream ada baiknya kita mengenal apa itu mainstream. Mainstream dalam Bahasa inggris artinya arus utama. Dimana, main artinya arus dan Stream artinya utama. 

Jadi, jika kata ini disandingkan dengan kata diksi sehingga menjadi diksi mainstream. Maka, diksi mainstream dapat diartikan secara bebas adalah rangkain kata yang bisa menjelaskan makna sebuah gagasan secara tepat dan itu dapat diterima oleh khalayak umum. artinya diksi ini masih dalam arus utama pemahaman kebanyakan orang dan mereka selaras pada penggunaan diksi tersebut.

Sederhananya diksi mainstream merupakan kumpulan kata-kata yang diterima luas atau diterima secara global. Misalnya, kalian melihat sebuah gambar piring dan dua sendok, satu sendok garpu dan satu sendok makan. 

Maka, kalian akan memaknai gambar itu adalah tempat persinggahan untuk makan atau itu rumah makan. Terlapas itu, rumah makan nasi goreng, nasi kuning ataupun makanan hidangan lainnya dan  semua orang beranggapan sama seperti kalian bahwa itu adalah tempat makan.

Walaupun, tidak ada aturan atau kesepakatan bersama bahwa lambang itu menandakan rumah makan. Tapi itu, sudah diketahui secara alami dan diterima begitu saja. 

Jadi, bisa di simpulkan bahwa lambang itu sudah diterima secara umum dan diketahui secara global. Hal ini, sama halnya dengan diksi mainstream yang sudah diterima secara luas.

Contoh penggunaan diksi mainstream yang sering kita temui itu, kalian dapat melihatnya dalam buku-buku pelajaran sekolah yang menggunakan kata baku, kata yang diterima secara umum. Dimana, rangkaian kata-kata dalam buku itu, mengacu pada makna sesuatu yang diterima semua orang dan diterima semua siswa. 

Namun, penggunaan diksi sejenis ini akan memberikan efek monoton dan kaku jika, diterapkan dalam penulisan artikel. Apalagi dalam penulisan artikel di blog yang notabenenya ngelog adalah tempatnya penulis lepas berkarya sesuai dangan gaya bahasa mereka masing-masing dan mereka juga tidak terikat dengan aturan penggunaan kosa kata.

Jadi, bisa dianggap bahwa penggunaan diksi mainstream adalah diksi yang umum dan dikhususkan pada bidang tertentu contohnya bidang fisika dimana isi buku fisika termuat diksi yang berhubungan dengan kosa kata saintifik atau kosa kata ilmiah begitu pun dengan bidang lainnya. Artinya, masing-masing bidang memiliki diksinya dalam menjelaskan teori tertentu agar sesuai takaran pemahaman guru dan siswa.

Namun, jika kita memakai diksi seperti ini, kemungkinan yang terjadi adalah tulisan yang kita tulis dapat dengan mudah ditebak oleh pembaca sehingga alur utama gagasan kita sudah bisa ditebak dari awal. akhirnya tidak ada suprice atau kejutan.

Mengapa ?

Karna, jika terlalu formal dan itu sudah umum dan itu sudah sering ditulis. Maka, orang-orang cepat bosan dan menggap "saya sudah tau dari awal hasilnya"

Jadi, sebagai solusi agar terhindar dari main tebak-tebakan dengan si calon pengunjung. Maka, kita akan beralih menggunakan diksi anti mainstream. Diksi yang bertolak bekalang dengan diksi mainstream

Sehingga, penggunaan kata anti pada diksi mainstream telah memberi arti bahwa diksi anti mainstream adalah diksi yang keluar dari arus utama atau diksi yang berbeda dan unik dari sebelum-sebelumnya. Secara sederhana dikis ini sudah keluar dari bidangnya. aritinya penggunaan kosa kata yang ada di bidang arsitek di tulis dalam bidang fisika ataupun dalam ngeblog sendiri.

Contohnya: dalam bidang artsitek, kita bisa mengambil beberapa kosa kata atau diksi di bidang arsitek. Caranya adalah dengan mengambil satu dua kosa kata di bidang arsitek, kemudian kosa kata tersebut di masukkan ke topik bahasan artikel kalian. 

Misalnya: topik kalian adalah “ngeblog di tahun 2021”. Maka, kalian bisa menjelaskan topik ini dengan sentuhan diksi-diksi arsitek.

Contoh penulisan: Membangun blog di tahun 2021 bukanlah hal yang semudah di tahun 2000 – an. Apalagi kita masih terbilang pemula. Untuk itu, kita harus rajin belajar, belajar menyusun batu bata bangunan blog kita agar pondasi blog yang dibangun bisa berdiri kokoh. Karna tidak ada orang lain yang ingin membangunnya kecuali kitalah arsitek yang bisa membangun blog ini setinggi mungkin. 

Nah, itulah salah satu contoh penggunaan diksi yang keluar dari arus utama (itu pemahaman saya). 

Bagi saya itu adalah hal yang membuat blog kita terlihat lebih unik dan terlihat lebih berbeda dari blog lainnya.

“berbeda bukan berarti salah, yang salah itu keliru”

2. Cek kata Synonim dan kata antonim 

Synonim atau persamaan kata dan antonym atau lawan kata. ke-dua jenis kata ini memiliki pengaruh dalam penulisan artikel khususnya keragaman kosa kata saat menulis. Apalagi, kita menulis artikel dengan cara mengambil ide artikel orang lain dan saat menulis, kosa kata yang kita pakai mirip dan bahkan sama dengan tulisan mereka.

Kan ! aneh juga mengambil ide seseorang dengan gaya Bahasa yang mirip atau sama dengan sang penulis artikel. 

Jadi, untuk mengindahkan hal itu, kita bisa menggunakan alternative lain yaitu dengan melakukan pengecekan kosa kata seperti: melihat persamaan kata ataupun lawan kata agar artikel yang kita buat tidak persis sama dengan kosa kata mereka. 

“idenya tetap sama tapi, cara dan jalur penyampaiannya berbeda”

Masalah yang biasa muncul pada bagian ini adalah terkadang kita terlena dan terlalu sibuk mencari kosa kata seperti persamaan kata atau lawan kata dan bingun menimbang-nimbang mana yang pas. Hingga artikel yang kita buat terkendalah dan bahkan tidak jadi-jadi.

Untuk itu, sebagai rem utama agar kalian tidak terlalu sibuk pada bagian ini. Caranya adalah kalian mencari dan mengambil ide utama topik artikel orang lain. Kemudian, kalian menyimpulkan atau menilai ide-ide mereka. Hasil ide yang kalian tangkap langsung ditulis tanpa bolak-balik ke website mereka “tulis apapun yang kalian pahami dan jangan terlalu focus pada kosa kata yang kalian gunakan – yang penting itu adalah kalian tetap menulis ide tersebut”.

Nah, setelah selesai menulis kalian merombak kosa kata yang di pakai dan pada proses ini kalian bisa melakukan pengecekan synonym antonym untuk mengarahkan pemakanaan ide agar ide utamanya lebih terarah dan lebih sesuai dengan gambaran yang ada di kepala kalian.

Jadi, Kuncinya sebelum menulis itu pastikan kalian paham dan bisa menggambarkan apa yang dipikirkan sang penulis. Kan! Aneh jika kalian asal menulis tanpa tau apa yang sebenarnya ditulis.

Dampak buruknya jika itu kalian lakukan, dimana kalian menulis tanpa tau gagasan dan tujuan utama dari artikel kemungkinan akan muncul kerancuan kalimat dan ketidakjelasan pembahasan topik artikel.

Perlu diketahui ide adalah tiangnya artikel sedang topik adalah bendera artikel kita. Jika, kita tidak memiliki ide atau tidak bisa menggambarkan tentang ide itu. Maka, hasilnya topik artikel kita akan jatuh dan bahkan topik itu sulit di angkat oleh google karna penggunaan kosa kata acak-acakan yang menghancurkan semua tatanan artikel.

Baik tidaknya sebuah bendera, itu tergantung dari cara kita menjahit dan menenun kosa kata dalam artikel dan Teknik menenung kosa kata yang baik itu, bisa dilakukan lewat mempelajari cara-cara penggunaan synonym dan antonym.

Klik disini untuk pengecekan kosa kata khusus synonym.

3. Mencoba Beberapa Majas dalam Penulisan Artikel

Majas atau di istilahkan sebagai gaya bahasa. Gaya bahasa yang umum di gunakan untuk menghadirkan efek-efek tertentu dalam tulisan seperti menghidupkan sebuah karya tulis. Selain itu, majas juga dapat digunakan sebagai medium dalam menyampaikan pikiran dan perasaan secara khas. 

Majas yang baik itu, secara mendasar dapat menekankan dan memberi focus yang jelas terhadap makna sebuah karya tulis. Sehingga, dengan majas kalian bisa menyampaikan sesuatu yang dapat memberikan reaksi tertentu terhadap para pembaca artikel.

Penggunaan majas sendiri tergantung cara kita memanfaatkan kekayaan kosa kata yang kita miliki. Semakin banyak kosa kata yang kalian ketahui. Maka, semakin banyak gaya bahasa yang bisa kalian gunakan.

Sehingga, tingkat kehebatan seseorang dalam mengolah kosa kata untuk menghasilkan gaya bahasa unik dan menarik, itu tergantung dari ketebalan kamus kosa kata orang tersebut.

Namun, ini tidak-lah instan. Tapi ini bisa dipelajari dan bisa dilakukan dengan cara yaitu kita menghadirkan spirit dalam diri agar selalu semangat belajar. 

Inilah, beberapa majas yang bisa kalian terapkan dalam penulisan artikel :

- Majas perbandingan

Majas Hiperbola adalah majas yang melebih-lebih suatu kenyataan sehingga kenyataan yang sebenarnya itu, tidak masuk akal lagi.

Contohnya : Statistik blog ini telah membakar semangatku untuk terus menulis; Ia mengetik secepat kilat; blogku telah dihapus oleh google, membuat jantung hampir copot rasanya; Air mataku pecah saat melihat pin adsense pertamaku.

Majas Personifikasi adalah majas yang memberi perimbangan terhadap karakter menusia kepada yang bukan manusia. Artinya Penggunaan karakter manusia diletakkan pada bukan manusia.

Contohnya : Kucing itu telah menyapu bersih debu rumahku; Laptopku hanya terdiam melihatku gagal ngeblog heheehe…

Majas Depersonifikasi adalah majas yang melekatkan sifat-sifat manusia kepada yang bukan manusia. Artinya sifat manusia dilekatkan dengan sifat-sifat selain manusia.

Contohnya: pikiranya telah membeku, padahal ia masih bisa menulis artikel atau kamu kepala batu hehee…

Majas Asosiasi adalah majas perimbangan pada dua hal yang berbeda, tapi dinyatakan sama. Artinya hal yang beda namun di serupakan.

Contoh: belajar SEO blog rumitnya seperti mempelajari rumus fisika; Menulis bebas itu semudah meminum segelas air; Ngeblog itu seperti naik sepeda jika kita berhenti maka blog kita akan mati.

Majas Alegori adalah majas yang menggunakan symbol sebagai ungkapan pada seluruh cerita. Artinya majas ini memberi symbol pada satu gambaran utuh pada tulisan.

Contohnya : blogger pemula itu layaknya kertas putih yang masih kosong dan belum ada goresan tinta; Ngeblog itu terkadang visitor bagai roda, kadang turun ke bawah dan kadang juga naik ke atas.

- Majas penegasan

Majas Klimaks Adalah gaya bahasa yang menggunakan kosa kata yang berurutan, dimana mulai tingkat bawah ke tingkat atas, dari yang sederhana ke yang kompleks dan seterusnya.

Contohnya : baik pemula, sudah adsense dan para master blogger semuanya berjuang membuat konten yang berkualitas; Dari bulan pertama, bulan ke dua, bulan ke tiga sempai bulan ke enam mereka semua masih dianggap sebagai blogger pemula.

Itulah beberapa majas yang bisa kalian gunakan untuk mewarnai blog. 

Secara pribadi saya lebih sering menggunakan majas klimaks untuk penekanan dan majas alegori untuk perumpamaan. 

“Jangan lupa pewarna artikel ini, karana ini dapat menghidupi blog kalian”

4. Perhatikan kosa kata non baku dan kosa kata baku 

Memilih dan menuliskan kosa kata yang benar dalam artikel adalah cara terbaik mengatur tatanan artikel agar tersusun rapi dan bisa ditangkap isinya. Walaupun, menulis artikel dalam blog tidak memiliki aturan. Tapi, penggunaan kosakata yang tepat termasuk hal penting diperhatikan. 

Manfaat menggunakan kosa kata baku dan non baku dalam artikel sendiri memudahkan para pembaca memahami maksud kalian.

Ketika, kalian membuat sebuah kalimat dalam bahasa Indonesia, tentu hal pertama yang diperhatikan adalah pemilihan kata yang tepat dengan cara menimbang-nimbang "mana kata yang sesuai". Hingga, kalian memilih kata yang pas. 

Namun, saat memilih kata sekalipun itu sesuai di pikiran, sayangnya penulisan kata tersebut kadang keliru dan bahkan salah.

Hal ini biasa saya alami dan tidak sengaja, ini contonhnya: penggunaan kata diatas yang benar di atas, perjam yang tepat per jam, per besar yang pas perbesar dan bagaimana pun yang mestinya bagaimanapun. Semua kekeliruan ini sering saya lakukan. Jadi, saya akan secepatnya belar lebih fokus lagi menulis.

Entah banyak yang mengabaikan point ini atau tidak. Tapi, menurut saya ini termasuk sesuatu yang dapat berpengaruh di pikiran saat dibaca "kayaknya ada yang salah". 

Yah ! apakah kalian memperhatikan cara penulisan ini atau tidak. Itu tergantung kalian 

“batu kecil kadang membuat kita tersandung saat berjalan”

Adapun, pada kata baku dan non baku. Pada penulisan artikel sendiri bagi saya adalah hal yang cukup menarik diperhatikan dalam penulisan artikel. Pada opsi ini saya lebih banyak memilih kosa kata non baku atau tepatnya frasa dan kalimat non baku. Contoh kata non baku: merubah yang baku: mengubah, Contoh frasa non baku : lain waktu yang baku: waktu lain. Contoh kalimat non baku: Ini hari tidak begitu mendukung untuk nulis artikel, okelah saya ngopi dululah. Nanti baru mood baru saya lanjutin nulisnya.

Penggunaan kosa kata dalam artikel saya terkait kata baku dan non baku pun, penggunaanya kadang saya selang-seling. Artinya saat di awal pembuka paragraph saya dominan menggunakan kosa kata baku dan di bagian paragraph salanjutnya saya gunakan kosa kata non baku untuk menyalurkan pengalaman secara santai.

Mengapa ?

Pertama saat diawal itu kita mesti memberi penjelasan yang tepat buat para pembaca. Jadi, saya lebih memperioritaskan kosa kata baku karna diterima semua orang sedangkan paragraph-paragraf selanjutnya adalah pemanis, jadinya saya menggunakan kosa kata non baku agar terlihat bersahabat dan tidak kaku "walaupun yang paham tidak sebanyak kata baku, tapi ini bisa memberi efek-efek tertentu"

Hal, inipun saya lakukan jika saya dalam keadaan focus. Tapi, jika tidak, saya langsung sapu rata aja hahahaa…

“cerdas-cerdaslah kalian dalam menempatkan kata pada tempatnya”

5. Berlatih menggunakan Kata konjungsi dalam artikel

Konjungsi atau kata penghubung adalah penghubung kata, frasa dan kalimat yang semuanya bisa dihubungkan jika itu termasuk tulisan.

Kata penghubung sendiri labih focus dipelajari dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Tapi, tidak menutup kemungkinan sebagai calon blogger pro tentu memerlukan bagian ini sebab memperhatikan kata penghubung dapat menambah referensi kamus kalian saat menulis artikel.

Secara pribadi bagi saya, kita nggak perlu mempelajari terlalu dalam kata penghubung ini. Cukuplah kalian pernah lihat, pernah baca dan pernah coba-coba menggunakannya.

Intinya kita tau ini kata konjungsi yang bisa dipakai saat menulis dan bisa sebagai penambah lekungan kosa kata yang karismatik. Yah! Kurang lebih seperti itulah.

Konjungsi gabungan : dan, serta, sekaligus, lagipula

Konjungsi pertentangan : tetapi, sedangkan, bedanya, melainkan

Konjungsi pilihan : atau, maupun, ataupun

Konjungsi waktu : sebelumnya, sejak, selanjutnya, sesudah, setelah, 

Konjungsi tujuan : untuk, agar, supaya, guna

Konjungsi sebab : sebab, oleh sebab itu, karna, oleh karna itu, gara-gara

Konjungsi akibat : sehingga, akibatnya, sampai

Konjungsi syarat : jika, bila, jikalau, apabil, asalkan

Konjungsi tak bersyarat : walaupun, sekalipun, meskipun, biarpun, apapun

Konjungsi perbandingan : seperti, semisal, sebagai, bagai, bagaikan

Konjungsi korelatif : tidak hanya….tetapi juga, bukannya…..melainkan, baik….maupun, sedemikian rupa…sehingga.

Konjungsi penegasan : bahkan, yaitu, adalah, yakni, palagi.

Konjungsi pembatas : kecuali, selain, asal

Itulah beberapa konjungsi. Intisari yang ingin saya fokuskan adalah perhatikan bagian kosa katanya bukan pada apa konjunsinya. Artinya ingat-ingat kosa kata bukan konjugsinya karna ini nanti otomatis terbayang saat kalian menulis artikel.

“orang-orang tidak melihat kepada siapa penulisnya, tapi orang-orang melihat kepada apa ditulisanya”


Kesimpulan

Belajar menggunakan diksi itu tidak selamanya meniru diksi orang lain akan tetapi, kita juga punya kesempatan belajar langsung dari sumber mereka mengambil. 

Biarpun mereka kadang atau jarang memerhatikan bagian dasar ini. Tapi, sebagai pemula ini sangat penting untuk penunjang khususnya sebagai peningkatan karisma tulisan.

Memang terlihat berbelit-belit seperti benang khusut. Tapi, jika dipisahkan benang khusus tersebut, ternyata benang ini bisa digunakan untuk merajut tulisan yang memukau.

“Keseringan kalian melihat dan membaca kosa kata yang unik dan berbeda, itu suatu saat akan terbayang dalam pikiran kalian ketika sedang menulis. Percayalah.”

Tulisan memuaku itu tergantung dari kebiasaan kalian, seberapa sering melakukan eksperimen.

Jangan takut dengan masalah yang akan datang dan terlalu memikirkan kesalahan yang kalian lakukan, karna kalian akan melakukan banyak sekali kesalahan saat mencoba dan cara terbaik untuk melewati kesalahan tersebut adalah dengan cara kalian cepat mengambil pelajaran dari kesalahan itu dan cepat memperbaiknya lagi..lagi.. dan lagi…

“sehebat apapun kita merangkai diksi, majas ataupun kosa kata dalam menulis, itu akan terkesan biasa-biasa saja sebab tulisan luar biasa itu adalah tulisan yang dapat menggetarkan hati”


Mohon maaf jika masih terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan ataupun penempatan kata yang kurang tepat. 

Karna sebaik-baik kalian adalah mereka yang menulis kritik dan saran di kolom komentar di bawah heheehehe…

Semoga bermanfaat.

Thanks.


Hicul
Hicul Kenalkan saya "Kif" seorang blogger baru yang mengelolah blog Hicul.my.id dan saat ini aktif berbagi info menarik berdasarkan pengalaman Pribadi dan pengalaman membaca artikel Teratas.

Posting Komentar untuk "5+ Cara Penerapan Diksi dalam Penulisan Artikel di blog - Versi Up"