Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

+9 Kesalahan yang Perlu Dihindari SAAT Menulis Artikel di blog - Versi Pemula

Mengapa artikel saya begitu-begitu saja ? apa yang salah dengan artikel saya ini ? mengapa artikel saya tidak bisa menempati page one google ? mengapa para blogger tua sangat mudah menempati page one google ? apa alasan mereka mengapa punya ide seperti itu ? apakah saya telah berbuat kesalahan ? Semua peranyaan ini, mengarah pada diri anda yang menganggap bahwa selama ini artikel-artikel yang anda buat nggak ada apa-apanya di bandingkan artikel-artikel Pageone-nya google.

Yah! Walaupun berat mengatakannya bahwa sebagai pemula kita masih perlu belajar, apalagi ini baru tangga pertama ngeblog, tangga dimana kita masih meraba-raba tentang bagiamana masa depan blog kita di masa mendatang. 

Entah bagaimanapun cara kita mengeluhkan masalah ini, jawabannya tetaplah sama yaitu kita merasa ada yang salah dalam artikel kita, seolah-olah artikel dan blog kita nggak punya kesempatan untuk bisa berkembang dan sukses.

Yap ! inilah bagian pemikiran yang membatasi kreativitas dan imajinasi tak terbatas manusia karna mengeluh nggak akan menghasilkan sesuatu kecuali benih kegagalan.

Jadi, agar cerita ngeblog ini sampai pada akhir yang bahagia yaitu suksesss… Maka, kita, saya dan anda harus selalu optimis akan masa depan itu.

Ingat ! ini baru tangga pertama. Tangga itu bersusun, kita nggak mungkin ke tangga lima jika belum melewati tangga dua tiga empat dan sekarang kita baru di tangga satu yang berarti banyak hal yang masih perlu dipejari dan usia blog masih tiga enam bulanan - masih muda.

Jadi, hari ini bukan waktunya mengeluhkan kesalahan-kesalahan itu karna kesalahan apapun yang kita buat hari ini, itu selalu memberi kita pelajaran untuk tidak mengulanginya lagi dan dengan inilah kita bisa selangkah lebih baik dan selangkah lebih maju - selangkah demi selangkah…

“kesalahan apapun itu, itu semua adalah pendapatan yang baik”

Apa yang kita putuskan hari ini, hasilnya bukan di tentukan hari ini juga, tapi hasilnya itu ditentukan 5-10 tahun kemudian dan setelah kita berada ditahun, dibulan dan dihari itu, maka itu terjadi karna keputusan kita sepuluh tahun lalu. Jadi, ini semua tergantung keputusan anda sekarang - lanjut atau……

Nah! Jika anda sudah memutuskan untuk melanjutkan cerita ngeblog ini maka, saya ingin memberi kalian sedikit percepatan khususnya dalam hal mengetahui dan menghindari kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh blogger-blogger pemula “penyebab mengapa mereka keliru”.

Silahkan scroll ke bawah, saya ingin masuk heheee………

+9 Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Menulis Artikel di Blog - Versi Pemula

Dalam dunia maya atau dalam dunia nyata yang namanya kesalahan tentu, semua orang pernah melakukannya, percaya atau tidak itu semua adalah hal yang lumrah dan normal, yang salah sebenarnya adalah lari dari kenyataan dan tanggung jawab – game over.

Jadi, kesalahan-kesalahan yang pernah kita buat, itu semua adalah pemanis-pemanis cerita ngeblog yang sedang kita jalani ini.

Walaupun ada juga beberapa pemula yang melakukan kesalahan sepele dan konyol itu, termasuk saya. Maka, dengan beberapa kesalahan-kesalah itu, saya akan menyampaikan beberapa tanda larang, pembelokan, jalan masuk dan jalan keluar dari cerita ngeblog ini :

Beberapa kesalahan-kesalahan yang biasa terjadi saat kepenulisan artikel berlangsung :

1. Pemilihan Judul yang kurang Ngeh…

Judul artikel yang kurang pas dengan isi adalah factor utama link artikel kalian tidak diklik oleh pengunjung. Sekalipun isinya sangat bagus, tapi apa boleh buat jika judulnya kurang tepat.

Hal ini perlu diketahui bahwa judul adalah ujung tombak artikel kalian untuk menusuk hati pengunjung agar tertarik mengklik link artikel.

Jadi, sebagai awal kepenulisan artikel, kalian perlu melakukan riset keyword yang sesuai dengan isi artikel.

Pada sekenario orang-orang yang melakukan pencarian di dunia maya, tentu hal pertama yang mereka klik itu rata-rata artikel yang ada di pageone google dan kebiasaan orang-orang didunia maya juga lebih dominan memilih dan menklik judul-judul artikel yang menarik atau paling tidak itu mengundang rasa penasaran sekalipun bukan itu yang mereka cari.

Dan Judul seperti ini disebut sebagai judul yang menghipnotis. Tapi, hal dasar sebelum membuat judul yang menarik itu, kalian perlu mengigat bahwa semenarik apapun judul artikel kalian jika tidak sesuai dengan isi artikel, maka itu menjadi boomerang, yang mengakibatkan para pengunjung nggak betah dan malas membaca artikel.

Artikel yang cepat ditinggali pengunjung akan meninggalkan jejak bahwa artikel kalian kurang relevan dan itu di rekam oleh system google.

Lalu, bagaimana cara menentukan judul yang menarik dan sesuai dengan artikel saya ?

Kalian bisa klik link dibawah ini sebagai penjelasan lebih lanjut...

6 Cara Membuat Judul Artikel yang Menarik Pengunjung - Versi Pemula

Salah satu Teknik penulisan judul yang menarik dan kreatif secara sederhana itu, kalian hanya perlu menggunakan kalimat yang provokatif seperti menggunakan kalimat tanya : “bagaimana cara membuat artikel menarik” atau “mengapa artikel tidak di index google, ini alasanya”.

Teknik ini saya rasa sangat bagus digunakan untuk menarik pengunjung karna mengundang rasa penasaran. Tapi, secara umum saya nggak begitu tertarik membuat judul seperti ini karna saya sudah meletakkannya dalam isi artikel saya contohnya kalian bisa lihat di awal paragraph artikel ini, terdapat kalimat tanya di awal paragraf.

Dan bagi saya, saya menganggap google akan menscan kata-kata dalam artikel, mana yang sesuai dengan apa dicari orang-orang di internet.

2. Asal Copas Karya Orang

Kebiasaan yang satu ini yakni mencopy dan mempaste karya orang, tentu adalah kesalahan yang sangat fatal dan sangat tidak layak dimiliki oleh blogger-blogger yang ingin sukses.

Mengapa ?

Karna ini seperti gunting pemotong kereativitas kalian dalam memikirkan ide-ide baru dan ini juga kebiasaan-kebiasaan orang-orang yang mendaftarkan diri pada naskah kegagalan…

Jadi, jangan coba-coba daftarkan nama kalian dalam naskah kegagalan itu.

Lalu, apa solusinya jika saya nggak punya kata-kata untuk di tulis ?

Kata-kata atau kalimat-kalimat yang kalian susun dalam satu artikel itu sebenarnya bisa kalian buat dengan mudah asalkan ide dan gagasan utamanya sudah ada. Tapi, ini memang kadang jadi masalah tersendiri saat menulis.

Untuk itu, kalian tetap tenang karna hal ini sangat normal dikalangan pemula tangga satu.

Solusinya kalian coba belajar membaca-baca artikel atau buku-buku tertentu dan mengambil pokok pikiran dalam tulisan itu kemudian, kalian menulisnya kembali sesuai dengan pemahaman kalian atau pendapat kalian. Artinya kalian menentukan nilai dari ide-ide sang penulis.

Hal ini kadang saya lakukan seperti pada subjudul yang pertama tadi yang berada di bawah link 6 Cara Membuat Judul... Yang menjelaskan satu Teknik menulis judul artikel yang menarik, dimana sebenarnya itu pokok pikiran orang lain yang saya tanggapi sendiri karna teknik provokatif bukanlah ide saya. 

Jadi, pada saat menulis artikel ada baiknya jika kalian menemukan ide yang menarik dan itu ide orang lain maka, langkah pertama yang harus kalian lakukan adalah pahami dahulu apa gagasan utama mereka barulah kalian menulis ide mereka, dengan catatan itu sesuai dengan imajinasi dan pengalaman kalian..

Nah! Dengan cara di atas, artikel kalian akan terlihat seperti original seolah-olah hasil pemikiran sendiri.

“meniru bukan berarti mecopy”

3. Ide yang sudah banyak di publice

Kebiasaan yang sulit dikontrol saat menulis itu adalah keinginan untuk menulis ide-ide yang sedang ramai diperbincangkan di dunia maya. Walaupun itu bisa diambil dan ditulis kembali tapi, peluang kliknya sudah sangat tipis. Ditambah lagi kita adalah seorang pemula yang ingin bersaing dengan blog-blog-blog raksasa.

Yah ! batu vs telur jadinya telur pecah dan batu baik-baik saja.

Tapi hal ini bukannya salah tapi, ada hal yang perlu di tambahkan saat menulis ide itu. Tambahannya itu adalah masukkan lagi beberapa ide baru atau ide kalian sebagai pembeda dengan ide tadi, paling tidak nggak sama “mirip tapi tidak sama”.

Kan! Aneh juga kalau udah judulnya sama, sub judulnya sama, idenya sama tapi yang beda hanya penulisnya dan beberapa kata saja. Yah ! ini mah agak mirip plagiat yang main terang-terangan heheee….

“ikut-ikutan buka berarti mengekor, kecuali mengekor itu untuk mencabuk di depan kita bahwa pemula juga bisa kok”

4. Terlalu berteoritis diberbagai aspek

Ketika sebuah tulisan hanya berisi teori yang menggunung entah seberapa besar dan seberapa tinggi teori itu, jika yang kita persembahkan tidak berdasar, tentu tingkat minat baca pengunjung berada di titik nol artinya para pengunjung malas membaca teori-teori kalian.

Olehnya itu kalian bijak-bijaklah menggunakan teori dan selektiflah mana-mana bagian yang membutuhkan teori karna, nggak semua bagian butuh teori yang manis tanpa ada usul praktek disana.

Rata-rata orang berkunjung di internet itu karna, mereka ingin menemukan hal baru dan itu bisa dipraktekkan langsung, dimana mereka lebih membutuhkan informasi yang tidak sekedar rangkain teori, tapi juga mesti didukung dengan praktek yang nyata.

Untuk itu, sebagai peningkatan kualitas kepenulisan artikel maka, kalian membutuhkan penilitian yang lebih mendalam ketika menulis konten sebab, semakin mendetail apa yang kalian teliti maka kualitas artikel kalian akan semakin dipercaya.

Dan Teknik yang bisa dilakukan untuk penguat kepercayaan ini adalah data dan fakta lapangan.

Lalu, bagaimana jika masalahnya adalah tidak ada fakta dan data yang bisa di tuliskan. Alternatifnya adalah masukkan pengalaman pribadi kalian yang sesuai dangan pokok bahasan atau paling tidak kalian bisa memasukkan pengalaman orang lain yang bisa dijadikan dasar yang dapat dipercaya.

“teori tanpa praktek itu adalah omong kosong”

5. Penggunaan kata Terlalu Panjang dan Tidak Disertai Sub Judul

Penulisan artikel yang lengkap itu nggak selamanya harus panjang-panjang. Apalagi sudah penyalahan gunaan kata-kata seperik kalimat yang kepanjangan, al hasil terdapat pemborosan kata yang tidak diberhentikan oleh titik koma. Padahal penulisan kata dalam satu kalimat itu normalnya 8-14 kata saja, artinya kalian tidak boleh melewati batas 14 kata dalam satu kalimat.

Yah ! ini juga salah satu kesalahan yang sering saya lakukan, tapi Sekarang waktunya saya untuk berhati-hati. Sebagai pembelajaran atas kesalahan saya maka, saya berusaha menyederhanakan dan memendekkan kata, kata dalam kalimat saya gunakan seperlunya.

Selain menghemat kata kita juga perlu memperpendek paragraph-paragraph artikel agar, para pengunjung mudah menangkap maksud dari artikel. Panjangnya dan padatnya panggunaan kata itu pada dasarnya tidak memberikan dampak bahwa artikel itu lengkap kecuali, memang sang penulis sudah ahli merangkai diksi yang memukau.

Merangkai diksi yang memukau bukanlah hal yang dapat dengan mudah didapat apalagi dibuat-buat oleh orang-orang pemula karna, mereka masih perlu belajar banyak hal dan membaca banyak hal sebelum menaiki tangga ini, termasuk saya Sekarang. Saya sendiri sedang berjuang mempelajari berbagai dasar-dasar kepenulis sambil meneliti diksi-diksi yang biasa digunakan oleh para penulis profesional.

Kalian yang termasuk level ini tentu perlu belajar. Sebagai bekal, prinsip yang perlu ditanamkan dalam diri seorang pemula adalah prinsip untuk bekerja untuk belajar bukan bekerja untuk uang karna, kita sama-sama masih awam dalam dunia ngeblog ini. 

6. Menulis sembarang 

Menyalurkan ide itu nggak selamanya asal di tungkan dalam tulisan, sekalipun ide itu menarik tapi jika, penulisannya sesuai keinginan artinya seseuai gaya Bahasa pribadi yang mengandung kata-kata alay, seperti “kayaknya gitu”,”kok gitu sih”,”yah nggak ada salahnya”, ”loh kok gitu sih”,”yah udahlah nggak usah di pikirin”,”apalagi lu nggak belajar” semua kata, kalimat yang sejenis ini sayangnya hanya dapat membuat para pembaca stress dan susah mencerna apa yang kalian bahas.

Sekalipun itu menyenangkan buat kalian dan mudah untuk ditulis. Tapi kalian perlu juga memperhatikan siapa yang akan membaca artikel itu. Menulis di artikel itu nggak selamanya menulis seperti menulis status facebook atau whatshap, ada kalanya kita perlu belajar menempatkan kata alay itu pada posisinya dan itu tidak mengganggu konsentrasi para pembaca.

Penggunaan kata alay sendiri secara khusus, saya hanya menggunakannya sebatas pemanis dalam jumlah yang minim. Namun, dalam jumlah minim ini saya berusaha menempatkannya pada posisi yang seharusnya, mungkin kalian paham sendiri lah…

Karna, Semua orang Indonesia punya logat dan gaya bahasa mereka masing-masing. Jadi sebagai penulis yang cerdas maka, pandai-pandailah menggunakan diksi yang tepat dalam artikel.

7. Mengabaikan tujuan pembaca

Mengabaikan tujuan kepenulisan artikel khususnya, tujuan calon pembaca kalian dan itu kesalahan yang sering terlupakan oleh kebanyakan pemula, termasuk saya. Apalagi sedang asyik-asyiknya menulis ide-ide brilian, tapi sayangnya itu tidak ditempatkan pada tempatnya.

Semangat menulis itu perlu, tapi perlu juga dikontrol. Untuk itu, kita perlu lebih jeli dalam menulis sesuatu yang di butuhkan pengunjung karna secara umum orang join di internet itu mereka karna ingin belajar sesuatu, sesuatu yang sesuai dengan permasalahan mereka saat ini.

Nah, sebagai penjawab dari permasalahan mereka, maka kitalah para penulis artikel yang menuangkan solusi yang tepat untuk pendingin permasalahan para pembaca Budiman.

Jadi, saat menulis artikel itu, kalian perlu menentukan topik artikel, topik itu sebenarnya ditujukan untuk siapa. Sebagai permisalan kalian memilih niche blogging maka, secara otomatis artikel-artikel yang kalian terbitkan selalu terkhusus untuk para blogger dan jika memungkinkan bisa lebih dispesifikkan lagi nichnya untuk pemula agar, topik yang nantinya kalian posting akan tertuju untuk para blogger-blogger pemula.

Dan topik ngeblog untuk pemula adalah focus niche saya, jadi judul-judul dan isi artikel saya rata-rata mengacu kepada para pemula ngeblog. Maka, judul artikel saya akan berbunyi “cara ngeblog yang benar untuk pemula atau cara ngeblog - versi pemula”.

Dengan focus pada tujuan pembaca artikel. Maka, kita akan tersistem untuk membantu meraka yang membutuhkan. Khususnya para pemula.

8. Tidak menyunting ulang artikel atau Typo

Pelesatan kata yang tidak disengaja atau disebut typo adalah kesalahan yang biasa terjadi bagi para penulis yang terburu-buru menulis. Seperti dikejar anjing pitbull heheee…

Walaupun sebenarnya kesalahan ini masih di maklumi jika satu dua kata dan itu pun nggak seharusnya dibiarkan terjadi apalagi karna sebuah alasan kejar target.

Artikel yang mengandung banyak kesalahan seperti titik, koma, tanda baca dan gaya Bahasa tentu itu semua akan berdampak pada turunnya minat baca para pengunjung. Pengunjung sendiri akan menganggap artikel yang seperti ini sangat melelahkan dan membosankan untuk dibaca.

Jadi, sehabis menulis artikel nggak ada salahnya kalian meluangkan waktu, meluangkan untuk membaca kembali artikel kalian, apakah ada sudut pandang yang perlu diubah atau ditambahkan atau mungkin ada kata-kata keliru yang perlu diperbaiki.

Itu, semua perlu dilakukan agar artikel kalian lebih terlihat perfesional dan jauh dari kesalahan-kesalahan.

“jangan menuangkan setetes racun dalam susu”

9. Menulis dan mengedit dalam satu waktu

Melakukan dua jenis system saat menulis artikel itu sangatlah melelahkan seperti, menulis sambil mengedit. Hal ini terdengar aneh, tapi menulis sambil mengedit itu akan menghambat anda dalam penyelasaian artikel, khususnya penurunan kecepatan saat anda dalam mode menulis.

Memang menyelesaikan banyak pekerjaan dalam satu waktu itu ada baiknya. Tapi, itu bukan waktu yang tepat, hal ini seperti anda mengejar dua kelinci dalam satu waktu yang mana satupun anda tidak mendapatkannya karna anda tidak focus pada yang satu kelinci terlebih dahulu lalu mengejar kelinci yang satunya lagi.

Analogi sederhana ini sama dengan pekerjaan menulis, dimana anda perlu menyelesaikan satu pekerjaan mengetik dahulu barulah anda berpindah ke pekerjaan selanjutnya yaitu mengedit.

Itulah, beberapa hal yang perlu kalian hindari dan perlu kalian biasakan saat menulis artikel di blog. Karna kualitas artikel kalianlah yang menentukan harga jualnya dengan pengunjung, semakin kalian menghargai artikel maka, semakin berharga artikel itu dan harga itu akan dibayar dengan decap kagumnya para pembaca kalian saat berlama-lama membaca.

Kesimpulan

Membuat sebuah artikel dengan sebaik mungkin adalah tugas utama yang harus dipikul oleh setiap blogger yang aktif dan ingin sukses dengan membantu pengunjungnya dalam memberi solusi sekaligus penawar untuk masalah-masalah mereka.

Nah sebagai penulis yang ingin berhasil dalam dunia ngeblog. Maka, memperhatikan kesalahan-kesalahan entah itu kecil atau besar itu semua harus diperbaiki. Karna kepuasan pembaca akan kualiatas artikel kita itu termasuk kunci sukses ngeblog.

Mengapa ?

Jawabannya sederhana kita semua membagun blog itu bertugas untuk berbagi dan google sendiri membuka peluang itu, siapa-siapa yang bisa membantu banyak orang maka, ia layak diapresiasi artinya artikel kalian layak di tempatkan pada halaman utama google.

"ngebloglah karna ingin berbagi"

Hicul
Hicul Kenalkan saya "Kif" seorang blogger baru yang mengelolah blog hicul.my.id dengan blog cat4tan.blogspot.com dan saat ini aktif berbagi info menarik berdasarkan pengalaman Pribadi dan pengalaman membaca...

1 komentar untuk "+9 Kesalahan yang Perlu Dihindari SAAT Menulis Artikel di blog - Versi Pemula"