Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menentukan Angel Tulisan dengan Efektif - Versi Pemula

 Pada saat menulis artikel ada banyak aspek yang perlu diperhatikan salah satunya adalah angle, angle sendiri berarti sudut dalam Bahasa inggris dan dibidang fotografi angle di istilahkan sebagai sudut pandang yaitu sudut dimana fotografer mengambil gambar. Proses pengambilan gambar ini yang menentukan kualitas dan nilai sebuah jepretan gambar, sehingga para fotografer membutuhkan sudut pandang yang simetris dan sudut yang terfokus agar diproleh hasil gambar yang memuaskan.

Lalu, bagaimana dalam dunia menulis, pada bagian menulis angle bisa di istilahkan sebagai sudut pengambilan focus. Sudut yang menjadi focus tulisan dalam artikel atau arah penyamapaian artikel misalnya: tulisan ditulis lewat sudut pembaca atau berdasar pengamatan penulis entah berdasar penelitian, berdasar isu public ataupun berdasar sudut lainnya.

Intinya angle tulisan adalah titik focus dalam menulis artikel – kita memilih focus lewat pandangan siapa. Penentuan sudut pandang dalam menulis artikel tentunya bisa memberi efek-efek stimulus bagi para pembaca.

Efek yang didapatkan pembaca saat tenggelam membaca itu bisa seperti, saat mereka membaca artikel kita, mereka akan merasa melihat pandangan kita terhadap sebuah peristiwa tertentu.

Contohnya: banjir yang terjadi di Kalimantan, sudut pandang artikel tentang banjir di Kalimantan diambil dari pandangan warga atau korban banjir, para korban banjir menyampaikan suka duka mereka tentang musibah yang menimpah dan suka duka mereka meminta pertolongan. Hasil tanggapan warga selanjutnya ditulis dan akan dibaca natizen atau salah satu dari kita dapat mendapat respon,  respon yang memberi pandangan tentang suka duka orang-orang terkena musibah bencana dan stimulus tentang perasaan jika itu menimpah kita.

Nah! Lewat pengambilan tanggapan warga atau sudut pandang warga, kita sudah bisa melihat sudut yang berbeda, sudut yang  memberi pengalaman berbeda bagi pembaca artikel.

Model artikel ini sangat sering di gunakan dalam penulisan berita, sebuah penulisan yang diambil dari sudut pandang korban atau warga yang berada dilokasi kejadian. Berita sendiri berperan sebagai penyampai "Media utama" atau yang bertugas melaporkan peristiwa kejadian sedangkan penulis aritikel bertugas untuk mengajak para pembaca agar berpikir dan merenung tentang peristiwa tersebut.

Analoginya seperti kita melihat kapal laut yang sandar dari kejahuan dan mengatakan kapal laut itu kecil, setelah mendekat ke sana untuk naik kapal laut dan ternyata kapal laut itu sangat besar. Lewat sudut pandang jarak jauh dan jarak dekat, tentu sudah memberi focus angle yang bisa ditulis.

Masalah yang sangat sering terjadi dalam pengambilan angle artikel khusus pemula yaitu pegambilan angle yang tidak memiliki focus yang jelas, sehingga saat menulis artikel ada banyak penggunaan kosa kata yang keluar dari angle.

Olehnya, sebagai penulis pemula kita mesti memperhatikan sudut yang pas dan sumber info yang memadai sebelum menulis artikel. Pengumpulan info pendukung ditambah pengambilan sudut penulisan yang tepat dapat membangun tulisan apik dan nyentrik, dalam artian tulisan kita berkualitas.

Untuk itu, kita akan mengulas cara pengambilan angle dalam penulisan artikel. Go…

Cara Menentukan Angle Tulisan dengan Efektif - Versi Pemula

1. Menentukan angle berdasar isu yang beredar

Menurut Barry Jones & Chase, isu adalah sebuah masalah yang belum terpecahkan yang siap diambil keputusannya melalui desas-desus berita yang menyebar entah itu: desas-desus isu Ekonomi, Sosial, Budaya, Pendidikan, Politik dan teknologi yang semua bisa dijadikan pondasi dalam membangun artikel.

Pada proses pembangunan angle berdasar isu, kita memerlukan sumber respon dari industry, sistem bisnis, perusahaan, anak perusahaan, ataupun depertemen tertentu. Setelah itu kita memfokuskan letak geografi isu tersebut dimulai dari local, daerah, nasional sampai internasioal. 

kemungkinan dibaca tidaknya isu yang kita angkat tergantung dari tingkat kepopuleran isu, dari isu yang penting sampai isu yang sangat penting.

Sebenarnya isu itu sangat sering kita dapati dalam kehidupan, salah satu sekenario yang bisa aku gambarkan seperti saat kita sedang dalam perjalanan ke kampus, kita mendapati banyak orang berkumpul di jalan raya. Setelah sampai fakultas kita mendapati banyak mahasiswa demo. Kemudian, masuk dalam ruang kuliah dan mulai ujian dan ternyata soal ujian kita ini, sangat melenceng dari meteri yang kita pelajari sebelumnya.

Pada scenario inilah awal mulanya isu bisa muncul, yaitu masalah. 

Isu merupakan hal yang sering diperbincangkan dan sering diperdengarkan lewat media. Berbagai aliran isu yang selalu kita dapati di media, itu dapat dituangkan dalam bentuk tulisan dan dapat diceritakan dalam rangkaian kata-kata yang bagus agar isu yang kita bangun menjadi megah dan layak dihuni.

Nah, pada bagian ini kita dapat menulis sebuah isu tertentu dengan beberapa Teknik penulisan contohnya isu bahwa ada blog yang saat ini sangat ramai dikunjungi dan sangat popular diperdengarkan lewat media. Penulis pertama menulis bagaimana Blog orang tersebut bisa ramai dikunjungi. Penulis kedua menulis bagaimana pendapatan dari sang pemilik blog tersebut. Penulis ketiga menulis bagaimana hubungan sang penulis blog dengan para pembaca artikel. Penulis ke empat menceritakan kisah hidup sang penulis. Cara-cara pengambilan sudut pandang ini akan menentukan letak fokus kita dalam menulis.

Mengambil sebuah permasalahan bukan berarti membesar-besarkan, tapi justru kita mengambil inisiatif untuk meredahkan jika isu itu berbau negative dan jika isu itu berbau positif maka, tentu kita  mendukung isu tersebut menjadi naik daun.

2. Menentukan Angle Berdasarkan Kacamata Orang Lain

Pengambilan sudut pandang yang apik dan menarik dalam menulis dapat dilakukan lewat kaca mata atau pandangan orang lain entah sudut pandang orang kedua ataupun orang ketiga. Pengambilan sudut pandang sendiri menggunakan beberapa kata ganti seperti: kata ganti orang kedua kamu, anda dan kalian sedangkan sudut pandang orang ketiga ia, dia dan mereka.

Adapun, pengambilan sudut pandang orang kedua dapat dilakukan dengan cara, kita menulis seolah-olah berhadapan langsung dengan seseorang atau seorang teman dan komunikasi ini terjalin langsung di pikiran kita yang dapat menghadirkan seseorang saat menulis sedangkan pengambilan sudut pandang orang ketiga atau orang yang tidak ada dalam pembicaraan dengan orang kedua, dapat dilakukan dengan cara memberi keputusan dan penilaian yang medekati tindakan yang akan diambil orang ketiga misalnya, saat ini banyak blogger yang mati-matian memperjuangkan blognya, salah satunya si (…..). namun ia tidak memilih jalan yang benar sehingga blog yang ia bangun runtuh dan tenggelam di dermaga pageone google.

Penulisan dengan dasar seperti ini membutuhkan keahlihan dalam membayangkan dan menghayalkan tentang “bagaimana jika saya dalam kondisi tersebut”. Jika kita menulis permasalahan melalui kacamata blogger pemula.

Saat membaca tulisan tersebut, kita akan terhanyut dan berada dalam kondisi sebagai seorang blogger pemulah, hingga seolah-olah kita mengalami hal tersebut secara langsung. Artinya sang penulis dan sang pembaca senafas.

Dari pengalaman saya menulis lewat sudut orang lain, itu dapat saya realisasikan lewat berpikir seperti saya adalah orang itu dan berpikir tentang apa pendapat mereka saat membaca tulisan ini dan orang-orang bisa merasakan apa yang saya rasakan.

Walaupun sebenarnya dalam penulisan lewat kacamata orang lain seperti main tebak-tebakan. Tapi, bagi saya ini adalah hal yang perlu dipertimbangkan. 

Pengambilan sudut pandang ini juga memerlukan pemahaman psikologi, sebuah pemahaman tingkah laku seseorang yang disebab oleh factor-fakor tertentu. 

Anggap aja, kita menyusun scenario yang logis dan itu sangat mungkin terjadi di dunia nyata atau paling tidak kita mencari info yang dapat memprediksi “apa yang akan terjadi”.

3. Menentukan Angle Berdasar Pengalaman Pribadi

Pengambilan sudut pandang dari pengamalan pribadi penulis, itu sangat bermakna buat para pembaca. Manfaat langsung dari seorang yang mengalami permasalahan dan langkah yang diambil sang penulis dan adanya angle pengalaman dalam artikel tentu sangat membantu, apabila kita sedang berhadapan langsung dengan masalah yang serupa dengan sang penulis. ungkapan klasiknya, pengalaman adalah guru terbaik.

pengalaman yang telah mengajarkan kita untuk tidak melakukan kesalahan sama dua kali, khususnya kesalahan yang pernah dilakukan oleh orang-orang sebelum kita.

Pengalaman sendiri berdasar Wikipedia adalah hasil persentuhan antara alam dan panca indra manusia. Diambil dari kata peng-alam-an. Sehingga lewat pengalaman seseorang akan menjadi tahu dan hasil tahu ini kemudian disebut sebagai pengetahuan. (1)

Dari berbagai macam pengalaman yang menghasilkan pengetahuan secara alami, kita selanjutnya menulis hal itu dalam artikel, entah itu pengalaman pahit ataupun pengalaman manis. Semua pengalaman bisa diceritakan yang penting sesuai dengan topik pembahasan blog. 

Contohnya: topik pengaruh kepribadian terhadap tulisan di blog. Maka, yang dimasukkan adalah pengalaman pribadi kita saat menulis seperti alasan mengapa kita menulis dengan gaya ini. intinya cerita pengalaman ini ada pelajaran yang bisa diambil di dalam.

Menurutku ini adalah cara yang bagus diterapkan dalam penulisan artikel. khusus cara ini saya biasa menggunkannya sebagai bumbu dalam sub judul artikel..

Apapun ceritanya, ceritakanlah, tulisan itu akan mengalir dengan sendirnya. Mengapa? Yah! Kita sudah punya bahan itu di dalam hati dan di pikiran.

4. Menentukan Angle Berdasar Hasil Penelitian

Sudut penulisan berdasar penelitian. Penelitian atau riset termasuk tipe kepenulisan yang kaku dan tidak berwarna. Tulisan sejenis memiliki angle yang membosankan saat di baca. Tapi, sebelum itu, dari penelitian kita pun kadang sangat terbantu khususnya penguat argmen sebab penelitan bersifat akurat dan bukan berdasar fiktif belakang.

Penelitian sendiri sering disebut sebagai proses investigasi yang dikerjakan dengan aktif, tekun dan tersistemartis. Proses ini bertujuan untuk menemukan hal baru, menafsirkan hal baru dan merevisi fakta-fakta tertentu. Hasilnya adalah sebuah pengetahuan yang lebih dalam terkait suatu kejadian, tingkah laku, teori maupun hukum. (2)

Penelitian atau riset tentunya mengahasilkan data yang akurat dan dapat dipercaya seperti data satistik atau diagram-diagram atau penemuan teori menurut ilmuan.

Namun, angle berdasar penelitian terkadang berat ditulis, apalagi itu ingin dibahas dalam artikel. Tapi, hal dasar yang perlu diketahui saat menulis hasil penelitian, itu harus singkron dengan topik artikel.

Kesulitan kita saat meng-input penelitan adalah proses pengambilannya dari journal, yang saat itu dibutuhkan ketelitian dalam membaca “apakah ini sesuai dengan topik atau tidak sesuai dengan topik artikel”. 

Oleh karna itu, ada cara mudah yang bisa kalian coba. Caranya adalah mengambil riset dari orang kedua yaitu orang yang sudah membaca journal terbih dahulu dan menulisnya dalam blog mereka. Cara ini terbilang simple, dimana kita hanya nongol dan mengambil pembahasan penelitian itu, kemudian di bahas kembali dalam artikel kita. 

Khusus pengambil angle berdasar penelitian, menurutku ini cukup berat. Ya! Mungkin aku yang malas membaca journal. Tapi, jika memungkinkan aku tentu menulisnya dalam artikel. Jika, kamu bisa memasukkan beberapa riset atau penelitan dalam artikel – kenapa tidak.

Note: sebagai penghormatan kita perlu menulis sumber atau link sang penulis utama.

5. Menentukan Angle Berdasar Pendekatan Teoritis

Penulisan artikel dengan berbasis teori atau tulisan yang diambil lewat kajian seperti teori penyebaran virus covid-19 atau penyebaran berita hoax di media. semua bisa ditarik ke sebuah pendapat orang-orang terpercaya atau kajian-kajian terdahulu. 

Teori sendiri kadang bersifat sementara dan kadang juga bersifat tetap, yang bersifat sementara itu sebab sudah terbantahkan oleh teori baru.

Menurut Labovitz dan Hagedorn teori adalah sebuah ide pemikiran “pemikiran teoritis” yang mereka artikan sebagai “menentukan” bagaimana dan mengapa variabel-variabel dan sebuah pernyataan bisa saling berhubungan. (3)

Sederhananya teori adalah hubungan sebab akibat dari sebuah peristiwa tertentu. Jadi, lewat teori kita bisa menggambarkan berbagai macam hal dengan sudut-sudut pendapat para pakar atau para ahli. 

Artinya kita bisa berteori terhadap kejadian menurut pendapat kita sendiri atau menurut pendapat para pakar dan itu harus disesuaikan dengan topik artikel.

Contohnya: judul artikel cara menulis dengan benar. Maka, dalam artikel kita bisa memasukkan pendapat para ahli atau pendapat kita saat menulis dan apa hubungannya dengan kepenulisan.

Angle teoritis juga perlu ditunjang dengan praktek yang nyata. Karna tanpa praktek langsung hasilnya akan hambar.

“seribu teori tidak akan lebih baik dari sebuah praktek”

6. Menentukan Angle Berdasar Perumpamaan/analogi

Perumpamaan yang sering di istilahkan sebagai gambaran. Sebuah gambaran untuk menyatukan dua hal yang sama ataupun berbeda dalam satu ungkapan. Contohnya: menulis artikel itu perlu ke hati-hatian, ini seperti belajar berjalan saat kecil yang membutuhkan kehati-hatian agar tidak terjatuh.

Pengambilan angle berdasar perumpamaan sendiri cukup menyenangkan ditulis dan lebih meyenangkan jika dibaca orang. Namun, ini sering terlupakan.

Nah! Jika kamu ingin pembahasan lebih lanjut terkait penggunaan perumpamaan dalam artikel.

Silahkan klik: 5+ Cara Penerapan Diksi dalam Penulisan Artikel di blog - Versi Up

Nah! di bagian topik: 5 cara penerapan diksi, kalian langsung saja skroll ke point ke 3 (tiga) cara penerapan majas atau permpamaan dalam tulisan.

7. Menentukan Angle Berdasar Before After

Tajuk baru kali ini yang sangat jarang atau mungkin baru kali ini aku perhatikan dalam penulisan yaitu penulisan dari angle berdasar hal sebelum dan sesudah. Yah! Memang pembahasan dengan sub ini terbilang jarang, meskipun bagi aku ini masih awam.

Tapi, ini sangat bagus untuk di masukkan sebagai referensi dalam pengambilan sudut penulisan.

Penulisan before after sendiri didasarkan dari kejadian mula-mula dan hasil akhir suatu kejadian.

Contohnya: kemarin aku menulis artikel sebanyak 2000 kata dan ternyata beberapa pekan kemudian artikelku sudah berada di pageone google sedangkan saat aku menulis sebanyak 500 kata bulan lalu, yang terjadi sekarang artikelku itu tidak pernah naik daun.

Sudut pandang dengan cara seperti ini bisa saja mengundang rasa penasaran para pembaca tentang apa yang terjadi sebelum dan sesudah. Angle seperti terbilang sering digunakan dalam menceritakan kisah sukses seseorang, kisah dimana ia belum sukses tahun lalu dan Sekarang sudah sukses di tahun ini.

 

Kesimpulan

Menentukan angle sebelum menulis memang hal yang merepotkan. Tapi, itu sangat membantu para pembaca memahami perasaan orang yang berada di situasi dan kondisi itu. Sehingga penkondisian sudut pandang yang tepat dapat membuat para pembaca terhanyut dalam tulisan kita.

Kita sebagai penulis tentunya harus benar-benar paham rasa dari sudut pandang itu. Apapun sudut pandang yang kita ambil haruslah bisa digambarkan sesuai dengan keadaan orang kedua, ketiga atau semua orang.

Jadi, efektif tidaknya angle tulisan itu bergantung dari focus kita dalam merasa.


Referensi

1. Tautan: https://id.wikipedia.org/wiki/Pengalaman (diakses 13 Maret 2021)

2. Tautan: https://id.wikipedia.org/wiki/Penelitian (diakses 13 Maret 2021)

3. Tautan: https://id.wikipedia.org/wiki/Teori (diakses 13 Maret 2021)

Tautan Utama dari point 1-5: https://ruangmahasiswa.com/tips/5-tips-menentukan-angle-dalam-menulis/ (diakses 13 Maret 2021)


Hicul
Hicul Kenalkan saya "Kif" seorang blogger baru yang mengelolah blog Hicul.my.id dan saat ini aktif berbagi info menarik berdasarkan pengalaman Pribadi dan pengalaman membaca artikel Teratas.

2 komentar untuk "Cara Menentukan Angel Tulisan dengan Efektif - Versi Pemula"