Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

4 Gaya Penulis Artikel yang Harus Anda Ketahui - Versi Pemula

 Pada saat kita menulis artikel dari awal hingga berbulan-bulan, kita menemukan sesuatu yang berdeda pada tulisan di artikel kita dengan tulisan artikel orang lain dan saat itu kita mengetahui bahwa itu adalah style menulis atau gaya menulis…

Ya! Gaya menulis adalah ciri khas yang dapat membedakan kita dengan penulis lainnya. Baik panulis ulung, penulis nasional, penulis internasional maupun penulis buku bestseller dapat dikenali dengan mudah lewat tulisan mereka. Bisa dikatakan gaya menulis merupakan sesuatu yang unik, yang hanya dimiliki satu penulis dan tidak akan dimiliki oleh penulis lainnya dan itu terjadi juga dalam dunia ngeblog.

Baca Juga: 4 Tips Menemukan Gaya Menulis Spesial Kalian – Versi Pemula

Dalam ilmu sastra, gaya kepenulisan adalah suatu cara dalam mengungkapkan pikiran lewat karakter Bahasa. Titik utama gaya penulisan yang baik itu dapat memberi dampak seperti berikut:

- Memberi ekspresi terhadap pesan ke pembaca dengan simple, jelas dan dapat meyakinkan…

- Dapat menampilkan kepribadian sang penulis.

- Mampu menampilkan pengetahuan dan keterampilan sang penulis.

Hal inilah yang menurut para ahli adalah gaya individu sebagai penulis (1)

Gaya penulisan sendiri yang tersebar di dunia tulis-menulis atau di dunia blogging itu, terbagi atas empat jenis, gaya dasar tulisan. Gaya-gaya tulisan tersebut adalah Ekspositori, Naratif, Persuasif / Argumentatif dan Deskriptif. Pada setiap gaya menulis tentu memiliki tujuan dan maksud tertentu entah menjelaskan cara kerja sesuatu atau mungkin hanya membuat orang setuju terhadap sudut pandang sang penulis. 

Jadi, secara terang bahwa pembaca dan tujuan penulisanlah yang menjadi penentu gaya yang digunakan dalam menulis.

Scroll ke bawah untuk penjelasan yang lebih jauh…

4 Gaya Penulis Artikel yang Harus Anda Ketahui - Versi Pemula

1. Penulis ekspositori

Penulis dengan gaya menulis ekspositori adalah mereka yang menulis berdasar bukti atau fakta, angka, contoh, data dan alasan yang logis. Jadi, singkat pembahasan penulis dengan gaya seperti ini akan menghasilkan tulisan yang monoton dalam artian, mereka menulis sesuai dengan prosedur kerja. maka, tidak salah jika tulisan yang dihasilkan berisikan gambar, grafik, diagram, peta, denah dan contoh. Intinya tulisan ini bersifat ilmiah bukan bersifat non-fiksi.

Yah! Mereka adalah para penulis dengan kosa kata baku atau kosa kata resmi dan mereka mengesampingkan opini atau pendapat mereka terhadap topik bahasan sekalipun itu dapat meningkatkan keyakinan pembaca, namun mereka tetap saja mengesampingkan opini itu.

Kalian bisa melihat gaya penulisan ekspositori dari website Wikipedia. Sebuah situs web yang hanya menyedikan segudang fakta pengetahuan tanpa argument dan pendapat sang penulis secara pribadi. Sang penulis sendiri yaitu steven telah mengkonfirmasi bahwa ia hanya menulis berdasar fakta dan data dari internet dan buku-buku pendukung saja. 

Kalian dapat menemukan karya mereka dalam: buku petunjuk, buku masak, penulisan teknis, buku ilmiah ataupun panduang google adsense.

2. Penulis Naratif

Penulis naratif yang kerap kali disebut sebagai penulis cerita. Penulis yang biasa menuliskan sebuah kejadian lewat kisah-kisah yang imajinatif, yang mungkin berupa fakta atau fiksi. Gaya penulisan seperti ini sangat fleksibel dalam penempatannya. Apalagi di aritkel, kita mungkin menulis cerita dalam artikel untuk menambah daya Tarik pembaca. 

Naratif sendiri dalam Wikipedia berasal dari kata narasa yang berarti pengisahan, pengisahan sebuah cerita atau suatu kejadian. (2)

Sehingga, dalam penulisan gaya ini, cerita adalah pusatnya, bukan fakta. 

Seperti yang kita ketahui secara umum bahwa narasi mencakup karakter hayalan dan dialog dalam cerita, yang mana ini memiliki titik awal, titik tengah, dan titik terakhir yang masuk akal, yang bisa saja terjadi dalam dunia nyata.

Karya tulis dengan gaya naratif bisa kalian temukan di novel, cerita pendek, prosa, puisi, biografi seorang tokoh atau mungkin dalam blog kalian sendiri. Khusus dalam blog penulisan berstyle ini dapat dijadikan contoh atau selipan untuk memperjelas topik artikel dan itu menarik dibaca.

3. Penulis Persuasif / Argumentatif

Penulis persuasive yang lebih dikenal sebagai sang penawar dalam dunia maya. Persuasi sendiri berarti, mengajak, membujuk dan menyuruh. Sehingga, teks yang tekandung dalam kalimat persuasif dapat mengajak, menyuruh dan membujuk sebab ini tujuannya. Jadi, tidak salah jika mereka mengimin-imingkan sesuatu yang membuat kita tergoda.

Scenario penulisan dengan tipe persuasive, tentunya mengadung pembenaran, argument dan alasan agar kita sebagai pembaca merasa yakin akan hal itu. Pada akhirnya kita tergoda dari scenario tersebut dan menerima pendapat, ide dan bahkan kita mengambil tindakan berdasar argument mereka. 

Yah! Mereka-mereka inilah yang memiliki skill dalam mengolah kata agar menghasilkan kalimat yang renyah, krispi dan dapat mengguggah selara pembaca untuk memakan perkataan mereka. Eh! Dapat umpan. Heheheee…

Kitapun demikian dalam dunia blogging yang berusaha menarik pengunjung, menarik mereka dengan gaya kepenulisan yang menggoda.

Karya tulis seperti ini bisa kalian temukan di kolom opini, iklan, review produk, rekomendasi barang ataupun pidato politik. Bahkan di dunia blogging sendiri kita sangat argumentative terhadap para pembaca.

4. Penulis Deskriptif

Penulis deskripsi merupakan gaya penulis yang mirip dengan gaya penulis ekpositori, yang mana ini menjelaskan sesuatu ke pembaca, tapi dengan Bahasa yang deskriptif, yang mana itu dapat menggambarkan suatu benda, berdasar panca indra manusia dari, penglihatan, suara, sentuhan, rasa sampai penciuman. 

Jadi, jangan heran setelah kalian membaca jenis tulisan ini, kalian bisa menceritakan apa yang telah ditulis sang penulis dan itu sesuai dengan panca indra kalian sendiri. 

Deskripsi sendiri berasal dari kata bahasa latin describere artinya menguraikan, memaparkan dan melukiskan. Jadi, sederhananya gaya penulis deskriptif sangat memperhatikan detail-detail sesuatu yang ingin mereka tulis. Hasilnya mereka dapat membuat kita melihat sesuatu itu, tanpa langsung berhadapan atau mengalami hal itu.

Lalu, apa bedanya dengan penulis ekspositori, bedanya yaitu penulis deskriktif memiliki sumber yang bersifat pribadi dan subjektif sedangkan penulis ekspositori memiliki sumber yang bersifat impersonal atau tidak bersifat pribadi. 

Gaya penulisan seperti ini (deskriptif): sering kita dapati dalam puisi, diary, surat cinta ataupun scenario hidup. 

Nah! Dari ke empat gaya penulisan di atas, pada dasarnya ditentukan oleh: diksi, ritme, struktur, dan nada.

Diksi adalah pemilihan kata yang tepat terhadap suatu gagasan, gaya Bahasa, ungkapan, agar dengannya orang mengerti isi pesan yang disampaikan. Sederahananya kita menulis dengan pilihan kata yang tepat dan ringkas. Sehingga, tulisan yang dihasilkan tidak asal-asalan, berulang-ulang, rumit sampai tulisan itu berantakan. 

Jika, tulisan yang kita hasilkan tidak menyentuh pada makna atau yang kedua tulisan kita masih perlu dijabarkan terkait makna tulisan. Itu artinya karya Tulis kita tidak berada pada penggunaan diksi yang tepat.

Untuk itu, sang penulis yaitu kita, masih membutuhkan perbaikan dalam mengolah kata agar presisi pada makna yang dituju sampai. Pemilihan kata yang presisi sendiri dapat mengispisrasi emosi pembaca dan memancing respons pengujung. Hal ini baru bisa tercipta jika sang penulis mampu menggambarkan ekspresi yang ada di gagasan artikelnya.

Ritme dikenal sebagai aliran kalimat. Bagaimana sang penulis menggunakan Teknik seperti aliterasi (inikah susahnya ngeblog), metafora (dia dianggap malas menulis oleh temannya) dan berbagai teknik penulisan yang berhubungan dengan majas-majas tertentu.

Struktur kalimat adalah bagaimana sang penulis merangkai kata dan isi pikirannya agar teratur. Apakah kata artikel ditulis secara logis dan mudah diikuti? Apakah ide-ide penting akan di tempatkan di bagian awal untuk penarik perhatian atau mungkin di tempatkan dibagian akhir sebagai pembagun momentum dan ketegangan pembaca? Apakah kalimat yang digunakan pendek, berombak atau tepat?

Nada adalah bagian yang mencerminkan pribadi penulis. Apakah kalimatnya seperti percakapan biasa atau percakapan formal? Apakah itu ditulis dengan logis atau emosional? Apakah suasana tulisan serius atau lucu? apakah tata Bahasa sang penulis kaku atau penulis bermain longgar yang ditemani Bahasa gaul seperti penggunaan emotikon.

Dan masih banyak lagi hal-hal yang mempengaruhi gaya sang penulis artikel. tapi, semuanya akan jauh lebih baik jika kita tetap menjadi diri sendiri.


Kesimpulan

gaya kita dalam menulis artikel berkembang dengan berjalannya waktu. kita sendiri kadang tidak mengenali diri sendiri saat menulis di awal-awal, tapi saat terus-menurus menulis tanpa sadar gaya menulis itu yang menemukan kita.

dilain sisi saat penulis hebat sudah menemukan gaya menulis mereka, saat itu mereka mulai mencoba gaya menulis orang lain, alasannya untuk menjadi fleksibel. fleksibelnya seseorang dalam menulis itu dapat terbentuk dari ketekunan bereksperimen dan mengerjakan proyek baru. ada tantangan yang ia lewati sehingga ia sangat memukau dalam menulis.

satu hal sebagai pemula bahwa tidak ada yang salah dan benar terhadap gaya menulis. masing-masing penulis memiliki gaya sendiri, yang membedakannya dengan penulis lainnya. tapi, sebagai pemula jadilah diri sendiri. menulis dengan bukan gaya kita sendiri akan menghasilkan karya yang tidak orisinil dan bahkan karya tulis kita sumbang dan kacau penempatan katanya.


Referensi

Tautan: https://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_penulisan (diakses 14 Maret 2021)

Tautan: https://id.wikipedia.org/wiki/Naratif (diakses 14 Maret 2021)


Hicul
Hicul Kenalkan saya "Kif" seorang blogger baru yang mengelolah blog Hicul.my.id dan saat ini aktif berbagi info menarik berdasarkan pengalaman Pribadi dan pengalaman membaca artikel Teratas.

2 komentar untuk "4 Gaya Penulis Artikel yang Harus Anda Ketahui - Versi Pemula"

  1. mantap sekali artikelnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks koment positifnya, sangat membantu buat saya sebagai bahan bakar untuk maju.

      Hapus