Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

2 Hal Konyol yang Menghambat Saya Manulis Artikel

 Yah! Nggak terasa saya sudah lama menulis di blog ini, mungkin sudah sekitar 8 bulan saya bergelut dalam dunia tulis menulis. Tidak terasa kita sudah melewati tahun 2020 dan sekarang kita berpindah di tahun 2021. Sebuah tahun dimana kita masih tetap menulis artikel di blog pribadi “mungkin”.

Menulis artikel dalam dunia blogging merupakan keharusan buat kita para blogger, yang saat ini masih memulai dan masih berjuang selama hampir 6 bulanan atau mungkin sudah hampir satu tahun tapi kemampuan dan semangat masih itu-itu aja.

Mungkin hal ini, tidak bisa dipungkiri sebagai pemula, yang saat ini bukanlagi berjuang untuk menulis tapi berjuang untuk bisa mempertahankan semangat menulis, walaupun profit atau pemasukan masih sangat minim dan bahkan tidak ada pemasukan sama skali. “sudah 6 bulan, sudah setahun belum ada tanda-tanda adsense”.

Mungkin ungkapan yang mengatakan kita tidak mendapatkan apapun dalam menulis adalah hal yang benar. Tapi, menurut saya itu adalah hal yang tidak sepenuhnya benar sebab kita sudah memiliki perbedaan kemampuan menulis di awal dan sekarang jauh lebih baik. Before afternya beda.

Memang untuk saat ini kita sebagai pemula masih pikir-pikir “apakah saya dapat menulis dengan baik jika belum ada pemasukan”. Kalau saya, kalian tetap lanjutkan, sebab menulis tidak akan ada ruginya.

Yah! Meskispun saat ini saya masih bingung tentang bagaimana saya bisa mendapat pemasukan di hari esok. Tapi, saya percaya, selagi masih ada yang bisa ditulis dan diposting kemungkinan hasilnya suatu saat akan ada walaupun butuh waktu yang lama.

“Usaha tidak akan menghianati hasil”

Rumusnya selalu konsisten asalkan kita tetap konsisten menulis, entah malas, entah rajin, entah galau, entah apapun yang terjadi semangat untuk duduk di depan monitor dan  menulis, harus tetap ada. 

“jangan padamkan apinya, sekalipun apinya sudah sengat kecil”

Semangat menulis memang adalah ujung tombak kita, sebuah ujung yang menentukan arah masa depan blog kita.

Tapi, apalah daya jika rasa malas melanda dan kita hanya rebahan di atas Kasur empuk sambil membuka sosmed dan browsing pada hal yang tidak penting.

“mengerjakan hal yang tidak penting dan meninggalkan hal yang penting”

Mungkin slogan di atas adalah slogan buat kita yang saat ini bermageran (malas gerak). Sebuah generasi instan di abad 20, yang segala hal maunya instan.

Saya akui godaan untuk membuka smartphone dan melakukan hal yang tidak penting, memang termasuk kebiasaan saya, sebuah kebiasaan yang membawa saya malas berpikir, malas gerak dan malas melakukan apapun, itupun saya hanya sekedar bergerak untuk bertahan hidup seperti makan, minum, tidur dan kembali buka handphone.

Ya. Ini adalah scenario saya saat memegang handphone, dimana selalu ada bisikan dari dalam “klik ini klik itu, baca ini, baca itu, tonton ini, tonton itu”, semua saya lakukan hingga saya benar membuang-buang waktu dan pada akhirnya saya menyesal.

Selain itu ada dua hal konyol yang saya lakukan, sejak menulis di awal-awal dan saat ini saya berusaha menepisnya. Hal konyol itu adalah sebagai berikut:

2 Hal Konyol yang Menghambat Saya Manulis Artikel

Hal Konyol pertama saya lakukan sesaat sebelum menulis adalah menganggap sepele sesuatu khususnya menulis artikel, mungkin ini kekonyolan saya yang dengan mudahnya menyimpulkan bahwa blogging adalah hal yang instan dilakukan, dimana kita hanya menulis selama beberapa bulan dan adsense pun akan membayar tulisan kita.

Pemahaman ini tentunya sangat tidak benar. itulah anggapan saya yang masih awam dan tidak tau apa-apa dalam dunia blogging dewasa ini. 

Kalian tau apa yang saya lakukan saat itu. Ya! Saya bermageran dan berpikir nanti saya pasti bisa kok! Adsense dalam waktu dekat ini.

Saya Buka sosmed, nonton, jalan-jalan, ketawa-ketiwi dan bersantai kapan pun dan dimana pun. Hingga, selama berbulan-bulan dan tebakan kalian benar, saya tidak mendapatkan apapun kecuali tulisan yang berantakan dan tidak memiliki arah dan tujuan yang jelas. 

Tamparan ini pun, tepat di wajah saya.

Saya pun saat itu mulai berpikir bahwa ngeblog adalah hal yang harus di seriusi. Jawaban ini sudah benar. Tapi, apa yang saya lakukan – apakah saya berubah atau tidak berubah.

Jawabannya adalah saya tetap seperti dulu yaitu tetap bersantai-santai dan ber galau-galau-an tanpa melakukan tindakan yang nyata. Walaupun kemarin sudah tau bahwa ngeblog itu harus di seriusi.

Begitulah manusia di kasih hati malah minta jantung. Tapi, apalah daya masa ini adalah masa dimana saya masih menganggap menulis artikel di blog merupakan pekerjaan sampingan yang nota benenya nggak perlu terlalu serius.

Ada beberapa orang yang membuat jadwal tiap harinya dan mereka memenuluhi jadwal itu. Tapi, mereka tidak pernah berubah dan berkembang dari jadwal itu.

Mengapa?

Karna mereka hanya memenuhi jadwal itu, istilahnya mereka hanya melakukan pekerjaan - asal terceklis saja. Artinya mereka tidak melakukan hal terbaik pada jadwal harian itu. Padahal itu termasuk point utama dari sebuah pekerjaan apapun pekerjaannya termasuk menulis artikel di blog.

Tahukah kalian siapa-siapa orang itu, tidak lain saya sendiri termasuk orang yang mengerjakan sesuatu dengan tidak serius (kerja stengah-stengah asal selesai). Lalu, Apa yang saya dapatkan dari perkejaan itu, sudah tentu adalah jawaban yang mengecewakan.

Sebuah hasil buat saya yang menganggap sepele pekerjaan.

Pada dasarnya apapun yang kita kerjakan apakah kecil, sedang atau pekerjaan besar semuanya mesti dikerjakan dengan serius.

Ada ungkapan yang culup bagus di ingat yaitu:

“kadang batu kecil yang menyandung kita dapat meyebabkan rasa sakit sampai di kepala”

Maksud ungkapan diatas adalah masalah kecil atau pekerjaan yang dianggap sepele kadang menjatuhkan dan membuat kita depresi di masa mendatang, mungkin saat ini belum. Tapi, suatu saat kita akan kepikiran pada pekerjaan yang kita anggap sepele itu. istilahnya kita sedang menabung stress untuk masa depan nanti.

Jadi, benang merah yang saya dapatkan dari pengalaman ini adalah janganlah kita mengerjakan pekerjaan itu dengan hati yang stengah-stengah sebab hati yang stengah itu artinya kita mengerjakan sesuatu dengan persaan yang tidak sepenuhnya tulus. Untuk itu, kita harus mengerjakan sesuatu itu dengan setulus hati agar hasilnya sesuai hati.

Kekonyolan kedua yang saya lakukan dulu adalah terlalu Banyak mikir. Banyak mikir sebelum menulis memang sesuatu yang bagus jika itu masih dalam batas yang wajar.

Tapi, sayangnya saya saat itu terlalu memikirkan apa-apa yang saya ingin capai di masa depan seperti bagaimana kalau begini, bagaimana kalau begitu.

Hal ini saya lakukan sambil makan, tidur, nonton dan saya tidak kepikiran bagaiamana menulis artikel yang baik dan benar agar berkualitas untuk dibaca dan hal ini saya sampingkan.

Sekian lama saya terus berpikiran panjang akan masa depan dan sekian kalinya saya mengahabiskan waktu dan energi. Hingga, saya tidak memiliki waktu dan energi untuk menulis.

Inilah yang terjadi jika banyak mikir dan banyak tanya tentang apa yang terjadi di masa mendatang. Memang memikirkan masa depan adalah hal yang bagus. Tapi, apa gunannya jika kita hanya memilikirkannya tanpa mengambil tindakan untuknya.

Banyaknya pertimbangan yang saya pikirkan saat itu, telah mengaburkan penglihatan saya pada sesuatu yang sudah ada di depan mata yaitu menulis artikel.

Sebuah kalimat yang saya ingat dari kekonyolan ini adalah

“hiduplah di masa sekarang, detik ini, menit ini, hari ini dan waktu ini adalah sekarang sebab besok belum tentu milik kita”

Walaupun saat ini saya masih banyak mikir akan berbagai hal yang belum terjadi. Mungkin saya sudah terbiasa banyak mikir dan ini membuat saya khawatir akan masa depan.

 Menghwatirkan masa depan, menurut saya adalah hal yang tidak seharusnya terlalu di khawatirkan sebab ada hal yang perlu di khwatirkan yaitu masa sekarang - apa yang bisa dilakukan saat ini.

Terkadang saat saya khawatir dan banyak pikiran dapat menyebabkan diri saya tidak ingin melakukan apapun seperti tidak ingin melihat dunia yang hijau, langit yang biru dan blog yang ingin di isi artikel. Itu semua telah tertutupi oleh awan ke khawatiran.

Ada solusi yang saya dapatkan buat kalian yang khawatir dan cemas akan masa depan itu. Caranya adalah  tulislah hal-hal yang kalian cemaskan di masa mendatang atau dihari esok.

Setelah beberapa lama entah beberapa bulan, setahun kemudian. buka dan baca, ternyata kecemasan itu tidak terjadi sama sekali sekalipun terjadi perediksi kita sangat keliru.

“kadang kita menghawatirkan sesuatu yang belum terjadi”

Dalam keseharian saya saat menulis sendiri kadang membawa kecemasan apakah artikel saya di minati, di indeks atau paling tidak ada orang yang membacanya dan berkomentar.

Ini kadang membuat saya banyak pertimbangan, padahal ini tidak akan berpengaruh jika kita hanya duduk dan tidak melakukan tindakan agar terjadi perubahan.

Kita pada dasarnya selalu menginginkan kekuatan dari luar diri, sebuah kekuatan yang berada diluar jangkauan manusia, sebuah kekuatan agar kita tetap percaya “saya pasti berhasil”.

Ini seperti keadaan saat manusia menerbangkan roket pertama kali ke bulan, yang mana saat itu orang-orang membutuhkan kekuatan lain agar mereka yakin bahwa roket itu akan mendarat di bulan.

Begitupun dalam blog kita, kita berharap artikel yang kita tulis bisa di baca dan mendapat tanggapan postif di internet.

Jadi, sebagai manusia kita membutuhkan pegangan agar kita tidak ragu dan yakin pasti berhasil. Pengangan itu adalah keyakinan kita terhadap Tuhan masing-masing atau dalam agama islam yakni Allah.

Pegangan ini yang menurut saya adalah sesuatu yang dibutuhkan setelah melakukan usaha yang maksimal dan saat bersamaan kita membutuhkan keberhasilan di dalamnya.

Adanya hal ini bagi saya dapat mengurangi kecemasan dan menetralkan pikiran kita tentang apa yang akan terjadi dimasa mendatang.

“apa kalian percaya, jika ya, beban kalian akan ringan saat menulis”


Kesimpulan

di awal-awal kita menulis dan berhadapan langsung dengan monitor laptop untuk menulis. awalnya kita banyak melakukan hal-hal aneh seperti saya banyak melakukan hal konyol di masa lalu.

tapi, lewat pengalaman itu saya telah mendapat pelajaran, sebuah pelajaran yang mengingatkan saya agar tidak melakukannya lagi.

yah! mungkin kekonyolan saya adalah guru terbaik saya di masa lalu.

jadi, kita sebagai pemula. tidak selamanya harus berpikir panjang dan menganggap sepele dunia blogging. sebab dunia blogging perlu dedikasih yang mumpuni. apalagi persaingan kita dengan media berita dan blog-blog raksa-raksa telah menjadi nyata dan ini sudah di depan mata.

apakah kita menganggap sepele pekerjaan menulis ini, apakah kita masih banyak mikir sebelum benar-benar berjung.

jika, ya. saya berterima kasih karna tulisan saya bermanfaat.

jika tidak baca artikel lain aja hehaheaha...


terima kasih sudah singgah membaca pengalaman konyol saya. 


Hicul
Hicul Kenalkan saya "Kif" seorang blogger baru yang mengelolah blog Hicul.my.id dan saat ini aktif berbagi info menarik berdasarkan pengalaman Pribadi dan pengalaman membaca artikel Teratas.

2 komentar untuk "2 Hal Konyol yang Menghambat Saya Manulis Artikel"