Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kuis! Siapkah Anda, Jenis Penulis apa Anda

Setiap dari kita memiliki jalannya masing-masing. Sebuah jalan yang kadang di persimpangan kita berpikir apakah menulis adalah hal yang bagus, apakah menulis bisa dilakukan oleh siapa saja.

Lalu, apakah saya masih memiliki peluang menulis, kan! Jurusan saya geluti ini tidak sejalan dengan bidang menulis. Apalagi prodi saya focus pada bidang perhitungan, bidang arsitek, bidang saintifik dan bidang-bidang yang tidak memiliki dasar-dasar menulis didalamnya.

Yah! Perkara yang sering muncul dalam pikiran kita yang mengatakan “saya ragu akan keberhasilan saya menulis”. 

Banyak diantara kita yang sukses dan gagal dalam bidang menulis dengan latar belakang yang berbeda, sebuah latar belakang yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan anak sekolahan ataupun anak kuliahan yang terdidik.

Mereka-mereka adalah para penulis ulung yang notabenenya autodidak atau belajar sendiri. Saya sendiri tidak memiliki dasar dalam hal menulis sehubung jurusan yang saya geluti adalah prodi pend. Fisika. Mungkin ada sedikit kesamaan khususnya dalam pendidikannya. Tapi, jangan salah, saya sama sekali tidak pernah diajar di kampus tentang cara-cara menulis bebas. Kecuali, menulis karya tulis ilmiah yang menggunakan Bahasa baku atau menurut saya bahasanya sangat kaku dalam dunia blogging jika diterapkan.

Dalam dunia blogging sendiri tidak ada Batasan kita menulis, apakah kita ingin menulis dengan Bahasa yang baku atau Bahasa yang non baku. Itu tergantung kita sebab kitalah yang punya kendali penuh atas apa yang ditulis. Yang penting kita yang bertanggung jawab jika ada yang berkomentar.

Tapi, saya rasa kebanyakan orang lebih menyukai Bahasa yang non formal atau Bahasa santai. Hhmm…

Sebagai penulis awam atau pemula dalam bidang menulis yang menganggap bahwa gelar sang penulis kreatif hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu saja dan itu bukan diri kita.

Menurut saya anggapan ini perlu direvisi kembali dan mengubahnya menjadi “saya bisa menulis”.

Memang menulis kreatif hanya bisa dilakukan oleh sebagian kecil orang.

Mengapa?

Sebab mereka berani melakukan lebih daripada orang lain. Sekalipun mereka bukan tipe penulis professional, hanya saja mereka tak pernah berhenti menulis dan belajar menulis kreatif.

“Jika Anda ingin menjadi penulis, Anda harus melakukan dua hal yaitu: banyak membaca dan banyak menulis.” ~ Stephen King

Lalu…

Siapkah Anda, Jenis Penulis apa Anda (buatlah hal ini berfungsi)

Menemukan diri sendiri adalah point atau bekal pertama yang sangat penting diketahui. Pentingnya kita mengetahui diri sendiri dapat memudahkan kita menulis, kemudahan itu sendiri terletak pada cara kita menikmati karya tulis itu, karya tulis yang walaupun hancur berantakan, tapi tetap saja kita tetap menulis dan memperbaikinya. yah! inilah jalan menukik itu.

Kemenangan kita saat mengenal diri sendiri dan mengetahui cara menikmati kegiatan menulis dapat membuat kita terus berkembang dalam bidang ini. Bukannya memang banyak orang berhasil karna menjadi diri mereka sendiri dalam setiap karya Tulis yang dihasilkan.

Yah! Ini memang terlihat ambigu, tentang diri kita sendiri yang sudah sejak lama sudah melakukan banyak hal, sebuah hal yang dengan sendirinya terjadi begitu saja, atau sebuah respon yang tak pernah terpikirkan. Contohnya jika kalian terbiasa merapikan kamar tidur setiap pagi dan saat kalian terbangun di waktu pagi, secara otomatis kamar tidur akan di rapikan, sekalipun saat itu kalian sangatlah ngatuk atau kelelahan gara-gara kerjaan tadi malam. Kebiasaan ini adalah salah satu respon otomatis kita merapikan kamar tanpa pikir panjang dan bahkan tak habis pikir.

Kita flashback dulu sebelum kebiasaan ini terbentuk. Ada hal yang perlu dipertanyakan kembali, yaitu sejak kapan kita terbiasa merapikan kamar tidur. Nggak mungkin dari lahir. Kalau jawaban saya yaitu dari keterpaksaan.

Keterpaksaan dari perintah keluarga agar merapikan kamar tidur yang berantakan. Sebuah perintah tanpa toleransi, yang bahkan tiap hari kalimat perintah itu disampaikan. Entah gimana ceritanya kita merasa takut jika tidak merapikan kamar sehabis bangun. Hingga, masanya kita merasa terbebani jika kamar tidur itu tidak di rapikan. 

Nah! Dari sinilah scenario kebiasaan itu dimulai, yang awalnya kita berpikir keras untuk mengikuti perintah itu sebab di paksa, lama-lama jadi sifat dan akhirnya menjadi kebisaan, jika itu sudah berlangsung selama setahun.

Hal ini tentunya berlaku dalam segala aspek kehidupan, jadi sangat memungkinkan bagi kita bisa menulis kreatif dan menjadi seorang penulis yang latar belakangnya tak pernah terbayangkan oleh kebanyakan orang.

Dan itu semua dimulai dari sebuah tindakan, tindakan yang merubah sesuatu dan kita mulai dari sini, sebuah proses yang panjang sebagai calon penulis profesioanal. 

Jika kalian ingin mempercepat pengenalan diri kalian agar menjadi seorang penulis yang menikmati kepenulisan. 

Silahkan jawab kuis dibawah ini:

1. Proses Penulisan

Proses menulis merupakan bagian yang membedakan kita dengan penulis lainnya, apakah kalian menulis seperti mesin ketik yang mengalir seperti air terjun yang jatuh dari atas dan menikmati proses yang runyam itu dengan secangkir kopi, ataukah kalian baru menulis sehabis membaca banyak buku dan artikel, hingga saat memulai kalian menulis dalam sekali duduk dengan 3000-5000 kata.

atau mungkin kalian penulis yang seperti orang yang menyimpan bekal makan siangnya untuk dimakan sebanyak tiga kali, seorang penulis yang menulis berkali-kali dari 3 sampai 5 kali duduk baru selesai satu karya tulis.

Yah! Semua orang punya caranya masing-masing dalam menulis. 

Jadi, manakah yang paling menggambarkan proses menulis kalian?

a. Saya melakukan brainstorming, sebuah metode cepat mengumpulkan banyak ide dalam satu waktu, saat bersamaan ada ide atau referensi yang tersingkirkan. Sehingga hasil akhirnya sebuah ide terbaik diantara ide-ide lainnya. 

b. Saya selalu memulai tulisan dengan sebuah topik yang ada dalam pikiran, tapi saya harus memiliki kendali atas pemikiran itu.

c. Hhmm… proses! Proses apa… saya hanya menulis seperti air yang tumpah dari lantai, mengalir begitu saja, dimana inspirasi membawaku maka aku pergi bersamanya.

Nah! Jika, kalian memilih jawaban A, kalian sudah penulis handal dan teratur. Jika, tidak, maka kita perlu melihat kilas balik untuk menulis dengan tersusun dan rapi agar mudah dicerna oleh para pembaca. Sebuah hal yang mengerikan buat orang-orang melihat tulisan kita yang tidak memiliki kepala dan kaki, entah yang ada kepala semua atau yang ada hanya kaki semua. Hal ini, tentu perlu diperbaiki. 

Cara memperbaikinya adalah dengan cukup tuliskan tiga sampai lima daftar gagasan yang ingin kalian capai dalam artikel. Ketika kalian sudah tahu kemana arah penulisan, kalian akan menulis dengan ritme yang lebih cepat dan menghasilkan konten yang jauh lebih teratur.

2. Gaya kepenulisan

Gaya kepenulisan adalah sebuah pola dasar kita dalam menuangkan imajinasi menjadi tulisan, hasil imajinasi ini berakar pada pribadi dan pengalaman kita dalam aktivitas keseharian atau masa lalu yang tak terlupakan hehahe…

Gaya penulisan juga dapat meggambarkan tipe pribadi seseorang, apakah mereka tipe yang cenderung pendiam ataukah mereka adalah tipe orang yang berkoar-koar sana sini, maksudnya terbuka. Pendiam adalah introvert sedangkan hiper aktif adalah ekstorvert.

Hal semacam ini kadang tergambar jelas dari karya tulis mereka. Sebuah hal yang umum bagi penulis professional.

Lalu, manakah yang paling mendekati dari gaya kepenulisan kalian?

a. Lugas, jelas, dan minimalis.

b. Sastra, lebih ekspresif, dan puitis.

c. Berdasar arus kesadaran saja.

Semua jawaban di atas tidak ada yang salah, yang salah itu, saat seseorang memendam gaya kepenulisannya, seperti sok ikuut-ikutan menggunakan gaya kepenulisan orang, sebuah cara untuk menyembunyikan diri secara paksa, sebuah topeng yang menyembunyikan kebenaran. Jadi, bagaimana gaya kepenulisan kalian.

3. Komentar public atau para pembaca kalian

Komentar atau tanggapan mereka setelah membaca artikel kalian, dapat memperlihatkan apa-apa yang menjadi tolak ukur mereka menilai tulisanmu.

Jadi, apa alasan mereka, mengapa mereka menyukai tulisan kalian?

a. Ini tersusun rapi, mudah dimengerti dan lebih mendidik

b. Rasa-rasanya seperti membaca dongeng

c. Ini sangat menggambarkan kepribadianmu

Jika, kalian melihat jawaban jatuh pada opsi “a”, sebuah opsi yang mengatakan kalian penulis yang minimalis. Tapi, sebagai pembaca artikel yang nongol di artikel kalian, mereka bisa saja melewati detail-detail yang penting. 

Mengapa?

Kesan penulisan kita yang agak monoton terarah. Bagus tapi, kita perlu menggunakan Bahasa yang menguatkan, sebuah kata yang banyak membantu. Namun tidak membuat-buat kata agar kita terkesan cerdas. intinya kita jangan terlalu kaku dalam mengolah kata.

Jika kalian menjawab “b”, kalian mampu melukiskan gambaran dari sebuah artikel, tapi kadang ide kalian mungkin terkubur dalam oleh kalimat yang panjang-kepanjangan. 

Suatu kecerobohan yang membawa kita bersemangat menulis, namun saat pengunjung membaca, mereka tidak menemukan ide utama artikel kita. 

Untuk mengubah kebiasaan ini, kita perlu menyaring kata-kata atau kalimat-kalimat yang tidak perlu agar kita berhasil menfilter hal-hal yang penting saja.

“orang tidak ingin semalaman suntuk mencari ide utama kita”

Jika kalian memilih “c”, kalian adalah seorang penulis lepas, seorang penulis yang lepas dari tali kekangnya dan akhirnya memberontak sana-sini. 

Kita mungkin menulis tanpa sadar terjatuh ke sebuah lubang, akhirnya kita melupakan apa yang sejak awat terpikirkan – artinya kita kehilangan ide utama saat di pertengahan penulisan. 

Penting untuk kita lebih tersruktur dengan menentukan garis besar penulisan dan disanalah kita menempatkan karisma alami agar pembaca menyukai karya kita.

4. Sumber inspirasi

Setiap penulis hebat jika ditanya, apa sumber inspirasi mereka, mereka menjawab bacaan-bacaan sebelumnya. Artinya, mereka membaca sebelum menulis dan lewat tanggapan mereka, kita sebagai pemula tau bahwa saat ingin menulis, membaca adalah cara terbaik dalam menyerap banyak ide sebelum menumpahkannya ke dalam sebuah tulisan.

William Faulkner pernah berkata kita harus membaca semuanya, entah itu tulisan sampah, klasik, yang buruk, yang baik ataupun yang terbaik.

Mengapa?

Sebab disini titik temu kita mengetahui dan memperlajari apa yang dilakukan penulis diluaran sana.

Jadi, apa yang biasa kalian baca?

a. Sebuah berita dan publikasi industry tertentu

b. Semua yang bisa dibaca terlepas itu fiksi, non fiksi atau pun berita industri.

c. Saya senang membaca fiksi daripada yang lainnya.

Bacaan yang menarik ituu tidak selamanya bacaan yang baik, tapi bacaan yang baik itu sekalipun kurang menyenangkan, itu akan menaikkan level penulisan dan itu bisa didapatkan lewat keterpaksaan membaca hal-hal yang membuat kita pintar. Tak terkecuali tulisan fiksi yang banyak menghayal, perlu dibaca ataupun karya ilmiah yang monoton banget “semua demi kebaikan”  okelah…

Lalu, bagian mana yang kalian sukai untuk dimasukkan ke dalam artikel?

a. Contoh dan penelitian dari industry

b. Kisah atau pengalaman pribadi

c. Berbagai referensi-referensi budaya yang lagi tren

Nah! Jika kalian lebih condong pada penulisan berita atau indusitri tertentu, ada baiknya bagian ini perlu ditingkatkan agar tulisan lebih menarik, bagian ituu adalah coba kombinasikan kisah pribadi dan contoh nyata, suatu hal yang bisa menambah pewarna di artikel agar artikel kalian lebih berkesan ke para pembaca.

Lalu, bagaimana dengan mereka yang hanya menuliskan kisah pribadi di artikel, apakah ini sudah bagus. Hhmm…

Bagi saya penulisan pengalaman atau kisah pribadi di artikel adalah hal bagus, namun ini masih berat sebelah. Jadi, sebagai penyeimbang agar artikel lebih terkesan akurat dan dapat dipercaya, coba gabungkan beberapa penelitian dan contoh public yang senapas dengan pengalaman kalian khususnya sebagai penegasan.

5. Kunci artikel

Kunci artikel atau kecocokan yang biasa kalian gunakan seperti menggambarkan filosofi penulisan artikel. secara sederhana kunci artikel adalah aturan penulisan artikel kalian, apakah ketat, longgar atau mungkin bebas ikatan, terbuka lebar.

Jadi, apa filosofi tata Bahasa kalian di artikel?

a. Saya patuh terhadap tata Bahasa

b. Saya kadang mengambilnya dan kadang meninggalkannya

c. Saya tidak begitu memedulikannya.

Pandangan kita dalam hal mengolah tata Bahasa menujukkan banyak hal pada diri kita sebagai seorang penulis. Apakah kita seorang pembudaya tata Bahasa, penyaling Bahasa sehari-hari, atau penulis yang tidak memedulikan titik koma artikel.

Lalu, apa kebiasaan kalian lebih ke penekanan atau lebih lelucon?

a. Saya lebih suka terlihat professional

b. Saya suka lelucon dan tidak suka penekanan

c. Suka penekanan

Walaupun ini terlihat tampak seperti kumpulan pertanyaan untuk bersenang-senang, tapi ini dapat mencerminkan gaya kepenulisan kalian.

Hasil Akhir!

Saya rasa kalian akan tau siapakah anda dari sekian tipe penullis kreatif itu…

Pertama jika kalian lebih banyak memilih opsi “a”, kalian adalah warga teladan atau di istilahkan citizen, mereka yang dengan tipe penulis seperti sangat kompoten dalam mengatur system penulisan formal atau bersifat resmi. 

Sebagai penulis dengan tipe seperti ini, bagus berada di lingkungan industry Pendidikan, kesehatan, hokum, ataupun sains. Mereka adalah para penulis yang mendetail dan akurat.

Hal ini sudah menjadi kelebihan sekaligus menjadi kekurangan mereka, seperti karya tulis mereka terlalu kering dan tipis pada pengalaman pribadi sebab kekhawatiran meraka kehilangan keprofesionalitas dan kredibilitas atau kepercayaan orang terhadap mereka. 

Merupakan hal yang cukup menghiraukan sang penulis citizen jika, sudah ingin membuat lelucon dalam tulisan mereka dan mereka batal menulisnya. 

Tapi, jangan salah mereka mampu melakukan hal itu, sekalipun mereka menyembunyikannya. 

Jadi, jangan takut bercerita dan membuat sedikit lelucon dalam tulisan, apalagi jika arah penulisannya menggait para pengusaha, pemasar ataupun generasi melenial.

Anggap mereka adalah salah satu teman kalian, seorang teman baik yang bisa diajak bercerita dan bercanda. 

Ke dua jika kalian lebih dominan memilih jawaban “b” maka anda adalah tipe pendongeng. Seorang yang suka meninggalkan kesan dalam artikel, mereka mampu membuat narasi yang bagus di dalam penggambaran cerita. Tulisan mereka bersifat empati, sebuah kemampuan membagikan perasaan mereka ke orang lain. Kita membaca tulisan itu maka, kita terhanyut pada suasana cerita tersebut. Contoh “rasa galau di hatiku”.

Bukan tidak mungkin tulisan mereka penuh warna dan menghibur. Namun disisi lain mereka kesulitan memberi saran ke pembaca mereka…  bukan berarti mereka tidak bisa, hanya saja mereka kurang memiliki kepercayaan diri untuk menyampaikannya. Jadi, saat mereka memiliki kepercayaan diri itu, maka mereka mampu membuat konten-konten terbaik di luar sana.

Singkat kalimat mereka membutuhkan kepercayaan diri saat ingin menyalurkan kebijaksanaan dari pengalaman mereka.

Ke tiga jika kalian lebih banyak memilih point “c” maka anda adalah tipe Nonkonformis, mereka yang menulis dengan gaya improvisasi, improvisasi sebuah gaya penulisan tanpa persiapan terlebih dahulu atau bisa dibahasakan menulis dengan serta-merta.

Kebiasaan mereka menulis dengan sarkasme dan humor-humor mengalir dengan alami yang kaya pemikiran batin. Mereka ini kadang menyinggung kalau dilihat penggunaan kalimat mereka contoh kalimatnya: kamu seperti sapi ternak yang malas keluar kendang – ini cara mereka menunjuk pemalas yang tidak ingin keluar rumah.

Cukup menyinggung bukan, tapi ini sisi baiknya yaitu mereka bisa terhubung dengan generasi melenial dan mereka mampu menarik garis besar topik kepenulisan.

Kurangnya mereka dalam memerhatikan kalimat itu bisa menjadi masalah, masalah yang melupakan kepada siapa mereka menulis dan disinilah pilar utama sinisme mereka menuntun. Jadi, jika mereka menulis untuk khalayak kaum akdemisi, mereka kemungkinan kesulitan mengolah tata Bahasa.

Sehingga, sebagai penulis dengan tipe seperti ini mereka membutuhkan editor yang mempu mengatur pemberontak ini dalam berpikir dan menyampaikan ide agar bisa dinikmati oleh khalayak para pembaca .

Memang mereka kadang terlihat mencolok ketimbang penulis lainnya, terlihat ganjil dan tepat sasaran haahaa…

Nah terakhir - ke empat, jika kalian memiliki jawaban yang berimbang dengan “b” dan “c”, maka anda adalah tipe penghibur. Seorang dengan tipe penulisan seperti ini adalah mereka yang sering menghibur dan mendongeng untuk para audiens meraka, mereka seperti pemain sirkus.

Meraka dengan alami membuat kelucuan dan tidak menganggap hal itu terlalu serius walaupun mereka sering melebih-lebihkan seseuatu. Mereka sangat suka menarik inspirasi dari budaya-budaya tren dan berhubungan baik dengan kaum muda.

Mereka adalah para pejuang di arena yang membutuhkan perlatihan sebelum tampil agar mereka mampu menulis artikel yang ringkas dan terorganisir, dengan bantuan editor yang sesuai dan ditambah sedikit perencanaan maka mereka mampu menghasilkan karya yang orisinil dan beresonansi bagi banyak orang.

---

Perlu diketahui bahwa hasil tes ini tidak pasti, sebab ada banyak sekali faktor diluaran sana yang mempengaruhi kepenulisan kita. Entah itu beberapa variable berpengaruh atau bahkan ratusan variable berpengaruh. 

Jangan merasa iba terhadap hasil yang sementara ini dan merasa tidak menyukai hasilnya. Yah! Apa boleh buat, tes ini hanya dirancang untuk menambah wawasan kalian agar mempu melihat dan membidik kelemahan dan kekuatan unik kalian sehingga nantinya kalian mampu membuat konten yang benar—benar berukulitas. 

Apapun hasilnya baik buruknya itu bukanlah masalah sebab sekarang saatnya kalian harus mengetahuinya sebagai penulis dan saatnya kalian mulai mengasah keahlian itu dari sekarang.


Kesimpulan

Menjadi penulis tulen ataupun penulis ulung adalah hal bagus untuk memulai sejarah kepenulisan, sebuah sejarah yang dapat di ingat "siapakah anda dari karya tulis tersebut".

apapun karya, jenis, gaya dan corak kita menulis itu semua tergambar jelas dari usaha dan keuletan kita untuk terus belajar dan memperbaiki kesalahan. jika kita melihat penulis yang lebih baik dari kita, maka ia telah melakukan lebih dari kita, jika kita melihat penulis yang kurang kompoten maka kita telah melakukan lebih dari mereka.

bukan berarti menulis itu asal menyelesaikan satu dua artikel lalu di posting, menulis itu ada seninya. sebuah seni yang harus di tempa setiap hari, setiap bulan, setiap tahun, dan setiap waktu.


lalu, siapakah saya dari ke empat tipe kepenulisan di atas, "rasa-rasanya saya jatuh pada jenis penulis ke tiga dan ke empat - mungkin".

(ini pendapat pribadi saya).

jika, kalian bisa membaca karya tulis saya dan bisa menebaknya "siapa saya dari ke empat jenis kepenulisan di atas" - silahkan tulis di kolom komentar dan temukan juga "siapa diri anda"


Hicul
Hicul Kenalkan saya "Kif" seorang blogger baru yang mengelolah blog hicul.my.id dengan blog cat4tan.blogspot.com dan saat ini aktif berbagi info menarik berdasarkan pengalaman Pribadi dan pengalaman membaca...

Posting Komentar untuk "Kuis! Siapkah Anda, Jenis Penulis apa Anda "