Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

6+ Penyebab Blogger Sulit Produktif Menulis - Versi Pemula

 Apakah kalian kadang malas menulis artikel? Apakah kalian mudah bosan menulis? Apakah kalian kadang tidak produktif menulis artikel? Apakah kalian mudah sekali terpengaruh oleh hal-hal yang tidak penting? Apakah kalian mudah sekali terpengaruh oleh ajakan teman? Apakah teknologi atau computer kalian kurang mumpuni dalam ngeblog? Apakah statistic blog kalian tidak pernah naik-naik? Semua pertanyaan yang kalian tanyakan ini adalah hal yang umum dan banyak ditanyakan oleh blogger pemula ataupun para blogger professional yang kadang malas dalam menghidupi blognya.

Yah! Yang namanya manusia tentu pernah merasa malas ataupun rajin dan saya juga kadang merasakan hal tersebut. Semua orang pernah malas termasuk seorang master dalam dunia blog ataupun seorang master dalam bidang apapun. 

Sebenarnya nggak ada yang salah pada rasa malas itu, yang salah itu adalah mempeturuti rasa malas dan menjadikannya sebuah pedoman hidup. 

Yah! Auto malas mengerjakan apapun hanya melakukan gerakan untuk bertahan hidup, ngeblog pun nggak jadi-jadi dan di akhir cerita kita gagal total. Hehehee…

Dikutip langsung dari kompas.com bahwa usia produktif seseorang itu adalah usia 20-35 tahun atau usia anak kuliahan sampai yang udah lulus kuliah atau yang lagi menjomblo habis kuliah hehee… 

Usia 35 tahunan sendiri bagi saya itu adalah usia yang dimana seseorang sudah memiliki pekerjaan tetap. Walaupun, penghasilan belum tetap yang penting tetap berpenghasilan. 

Golongan usia rentang 20 sampai 35 tahun sendiri adalah mereka-mereka yang masih sering berada di luar rumah. Yah! Bisa dikatakan mereka sangat aktif menghabiskan waktu untuk bekerja dan bersosialisasi. Termasuk mereka aktif menulis artikel di blog. 

Tapi, jika kalian berada pada usia ini, kalian jangan pernah mensia-siakan masa muda ini. Adapun mereka yang hanya rebahan atau bermageran (malas beregerak) pada usia produktif ini, mereka bisa dianggap orang tua yang berusia muda dan bertubuh muda heheheee… Lebih baik sudah beruumur lanjut tapi, jiwanya masih umur 20-an. 

Kebanyakan dari kita saat memulai sesuatu itu awalnya “semangat kita membara seolah-olah kita bisa membakar semua jadwal harian”. Itu awalnya. Tapi, sayang sejuta sayang semangat ini menciut ditengah perjalanana saat focus kita mulai tergantikan pada hal yang tidak penting.

“meninggalkan sesuatu yang penting, demi sesuatu yang tidak penting”

Yah! Kadang memang kita merasa bimbang pada apa yang kita kerjakan, “apakah hal ini sudah benar atau tidak, apakah saya bisa mencapainnya atau tidak”.

Pada bagian tulis-menulis artikel di blog aspek terbaiknya bukan terletak pada bagusnya artikel yang kita tulis. Tapi, lebih kepada apakah kita akan tetap menulis walaupun tulisan kita masih kacau balau dan hancur berantakan. jika Ya. maka itu adalah hal yang perlu dipertahankan.

Mengapa demikian?

Sebab tulisan yang ambrul-adul masih bisa di edit ketimbang kita tidak menulis apapun di monitor. Yah! Namanya juga, Kita nggak akan bisa mengedit apapun, jika tidak ada yang kita tulis. 

“tulis apapun yang bisa kalian tulis yang penting idenya sudah ada, kalian tetap nulis sekalipun kosa kata kalian sangat minim”

Namun, terkadang kala kita tidak lagi bergelut dengan laptop dan jaringan untuk menulis sebab yang Sekarang dipertahankan lagi adalah sebuah semangat agar tetap produktif ngeblog.

Untuk itu, sangat penting bagi kita mengenal dan mempelajari hal yang menyebabkan kita sulit produktif.

Scroll ke bawah untuk kejelasannya….

Penyebab Blogger Sulit Produktif Menulis - Versi Pemula

Sulit produktif pada sebuah pekerjaan khususnya dalam ngeblog. Apalagi pekerjaan ini masih di awal-awal, tentu focus kita akan sangat mudah teralihkan dengan berbagai macam godaan. Memang sebenarnya memiliki sebuah pekerjaan sampingan ada baiknya sepert menjadi blogger.

Namun, yang jadi persoalan adalah jika pekerjaan tersebut dianggap reme dan bahkan dikerjakan stengah-stengah, al hasil apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan realita. 

Yah! Namannya juga main stengah-stengah, tentu hasilnya tidak maksimal. 

Hal yang penting dari sebuah pekerjaan itu bukan pada apa yang kita kerjakan. Tapi, lebih kepada sebarapa seriunya kita dalam menjalani pekerjaan itu. Baik tidaknya hasil pekerjaan dapat dilihat dari keseriusan kita dalam pekerjaan tersebut.

Kerjakan pekerjaan itu sebaik-baiknya untuk satu pekerjaan, barulah kalian berpindah ke pekerjaan yang lainnya. 

"dimana kita meletakkan fokus maka, disanalah kita meletakkan energi dan saat itu pekerjaan akan dimulai"

Ini beberapa hal yang mungkin bisa membantu kalian. Khususnya cara meminimalis ketidak produktifan dalam bekerja di dunia blog :

Factor Eksternal

1. Terlalu Mengituti Banyak Aktivitas Teman (yes bro)

Ikut andil dalam melakukan ragam aktivitas seperti ajakan dari seorang teman dekat. mengikuti keseharian dari seseorang seperti teman dekat. Yah! Tentu ada baiknya tapi ada juga dampak buruknya. Dampak baiknya adalah ikatan pertemanan kita akan semakin menguat sedangkan dampak buruknya adalah kita telah melupakan bangunan masa depan yang telah di rencanakan atau jadwal harian untuk masa depan.

"Tidak ada yang bisa mengubah masa depan kita kecuali diri kita sendiri sebab kitalah sang arsitek utama bangunan masa depan ini"

Kita bisa mendengar apa-apa yang diminta oleh teman dekat dan disaat bersamaan kita merasa khawatir terhadap sesuatu yang belum dikerjakan seperti rencana hidup. Sehingga, saat beraktivitas bersama dengan teman-taman itu pikiran kita terasa terbebani. Hingga, hal itu membuat diri kita terlihat tampak buruk.

"lebih mudah mengatakan I am Fine daripada mengatakan tunggu ada yang salah disini"

Menyenangkan hati seseorang atau hati seorang teman tidak ada salahnya. Namun, ada kalanya kita perlu berpikir sejenak untuk mengatakan tidak pada hal yang tidak sanggup kita ikuti.

Entah kalian kepikiran mengatakan tidak atau gimana. Tapi, bagi saya saat mengatakan "tidak" teman dekat atau mereka akan paham bahwa kita punya kesibukan sendiri. 

Jadi, sebagai rem utama saat mendapat tawaran dari teman untuk ikut atau tidak ikut, coba mengambil waktu sejenak untuk berpikir sebelum mengatakan Ya.

Lebih baik bersikap realistis atau sesuai kenyataan dan sesuai keadaan daripada berpura-pura bisa dan mengatakan ya pada bagian tidak menyenangkan itu.

“kita tidak akan pernah benar-benar tau apa jawabannya, sebelum kita menanyakannya langsung”

2. Lingkungan Kerja Khususnya Saat Ngetik Artikel

Lingkungan kerja atau tempat kita menghasilkan karya tulis. lingkungan yang memberi kita ketenangan dan kesenangan dalam berpikir itu adalah hal yang sangat memberi dampak saat kita menulis artikel.

Walaupun sebenarnya dalam ngeblog sendiri, situasi dan tempat kerja bisa saja fleksibel artinya kita dapat menulis dimana saja. Tapi, itu adalah point bagi mereka yang sudah terbiasa menulis di tempat ramai dan di tempat sunyi. 

Khusus tipe pemula atau tipe yang kesulitan menulis di tempat-tempat ramai. sudah jelas kita tidak bisa menyelesaikan apapun pada tempat seperti itu apalagi memikirkan ide-ide cemerlang.

secara umum lingkungan kerja yang peroduktif itu bisa dilihat dari dekorasi dan penataan ruangan, terkhusus bagi tipe penulis yang aktif di tempat sunyi bagian ini sangat perlu diperhatikan.

Tapi, jika kalian bisa menulis di mana saja dan kapan saja "mungkin bisa lewatkan point ini - Secroll untuk point selanjutnya"

Oke! Kembali ke topik bahasan. Lingkungan kerja atau lingkungan fisik tempat kita menulis terbagi dua bagian :

- Lingkungan yang bersentuhan langsung dengan diri kita yaitu : pusat menulis, kursi, meja, laptop atau computer dan buku catatan. 

- Lingkungan yang tidak bersentuhan langsung dengan diri kita yaitu : kelembaman, sirkulasi udara, kebisingan, pencahayaan, warna, bau ruangan dan sebagainya.

Ke dua bagian ini sangat penting di perhatikan saat menulis artikel. Khususnya bagi kalian tipe penulis kesunyian dan saya sendiri termasuk tipe penulis kesunyian, penulis yang baru bisa berpikiran jernih saat keadaan sedang tenang dan damai.

Secara pribadi yang terpenting saat menulis bagi saya adalah sirkulasi udara dan suasana tenang. dua hal ini menimal buat saya agar bisa menulis. sederhana tapi penting buat saya.

Mengapa?

Apabila ruang tempak kita bekerja pengap maka otomatis akan timbul bau yang tidak sedap dan saat itu otak kita kekurangan asupan oksigen untuk berpikir jernih. Sehingga, kita hanya menatap layer monitor yang kosong berjam-jam. jadi saya butuh sirkulasi yang cukup untuk tetap fokus dan Inilah syarat pertama buat diri saya agar bisa menulis.

Point ke dua atau syarat ke dua yaitu suasana yang tenang. Bagi saya suasana yang tenang itu adalah factor penunjang kita agar bisa lebih focus menulis dan bisa memikirkan berbagai macam ide. Apalagi kalian tipe seperti ini maka bagian ini penting diperhatikan

Itulah, dua hal yang saya butuhkan untuk bisa menulis artikel. Entah kalian bisa menulis hanya dengan kedua kondisi tersebut dan jika Ya. Maka itu lebih baik untuk kalian sebab kalian tidak lagi memerlukan banyak syarat untuk bisa fokus menulis.

Walaupun sebenarnya warna ruangan kadang mempengaruhi kita saat menulis. Rasa-rasanya “kita ingin mewarnai ruangan dengan kreasi yang imajinatif”.

Tapi, dengan catatan kalian punya modal yang mumpuni, karna saya sendiri tidak mengecat ruang kerja sebab masih terkendala dengan modal heheehee....

Salah satu perusahaan yang sangat memperhatikan lingkungan kerja karyawannya adalah perusahaan google. Bagi google produktivitas dan kualitas kerja bergantung dari tempat kerja para karyawan. Sehingga, untuk meningkatkan kualiatas dan kuantitas kerja karyawan maka, tempat kerja yang nyaman dan ramahlah jawabannya.

Google sendiri mendasain tempat kerja para karyawannya dengan sangat menarik dan seru agar para pekerja yang ada di kantor google akan tehindar dari stress dan tekanan yang berlebihan saat bekerja. 

Kita tentu juga membutuhkan tempat kerja yang nyaman agar pekerjaan yang kita lakukan berajalan dengan baik dan pekerjaan kita menjadi jauh lebih baik.

Kadang kala ketika kita menempatkan beberapa interior menarik dan tanaman mini dekat meja kerja itu dapat memberi kita beberapa inspirasi dan ketenangan saat memalingkan wajah sejenak dari monitor.

“kita membutuhkan sedikit pemanis di meja kerja demi sebuah inspirasi”

3. Teknologi yang tidak Mendukung

Alasan lain yang menjadi penghalang bagi rata-rata dari kita yaitu pemula dalam bidang menulis adalah ketidak mumpuni teknologi yang kita miliki contohnya sebagai penulis artikel kita membutuhkan laptop, smartphone dan jaringan dalam menulis sebuah artikel.

Ini bukan masalah besarnya, yang jadi masalah sebenarnya adalah kebanyakan dari kita terlalu memikirkan laptop kentan dan kouta internet yang minim meskipun saat itu kita masih bisa bersosmed dan chatingan tapi apalah daya jika pikiran kita menjadikan factor ini sebagai hambatan.

Saya sendiri di awal-awal menulis artikel di blog dan mulai membangun blog itu, teknologi seperti laptop, hp, jaringan saat itu masih sangat terbatas. Yang mana laptop udah enselnya patah satu, kesing laptop peccah, laptop lemot, laptop cepat panas saat terkoneksi jaringan dan handphone kadang over dan kouta internet hanya 4-6 giga perbulan. Aduh semuanya sangat menghambat. Tapi, disaat itu saya sangat penasaran akan dunia ngeblog. alhasil saya tetap lanjut ngeblog dan berusaha menabung untuk memenuhi kebutuhan ngeblog.

Tak disangka usaha tidak menghianati hasil dan keberuntungan itu harus dicari “akhirnya teknologi yang dulu sangat minin itu sudah berubah hingga sekarang sangat jauh beda, dimana sekarang saya sudah memiliki teknologi yang mumpuni untuk ngeblog - lebih dari yang saya butuhkan saat di awal-awal ngeblog”.

Untuk itu, masalah teknologi bukanlah penghalang buat kita untuk terus menulis dan belajar sebab saat ini teknologi sudah sangat maju dan saya sendiri sangat jarang melihat orang yang tidak memiliki laptop dan smartphone. 

“pergunakan apa yang kamu miliki saat ini karna itu bukanlah masalah dan hambatan tapi itu adalah tantangan awal bagi seorang pemula”

4. Permasalahan Personal yang tidak Teratasi

kita semua manusia tanpa kecuali, sudah tentu memiliki masalah. Masalah khusus yang berada di luar diri kita seperti masalah keluarga, kesulitan ekonomi, lingkungan kurang kondusif atau masalah-masalah lainnya. Yang mana semua masalah ini mengganggu focus kita dalam bekerja.

Tapi, jika di telusuri lebih dalam ternyata ini bukanlah masalah besar karna yang jadi persoalan adalah kita lebih memilih membiarkan masalah itu dan tidak mencari solusi masalahnya atau yang kedua kita tidak ingin keluar dari masalah tersebut.

Walaupun, sebenarnya kita tidak bisa sepenuhnya terhindar dari masalah sebab masalah akan datang silih berganti, dimana saat masalah pertama selesai maka masalah kedua akan muncul dan masalah ketiga menunggu. Jadi, sehebat apapun kita, kita akan tetap mendapati masalah dan persoalan hidup entah itu saya, anda, meraka dan para pembaca artikel ini tentu akan mendapat masalah.

Untuk itu, kita tidak lagi perlu mempersoalkan masalah ini sebab semua orang memiliki hal tersebut, yang terpenting saat berhadapan dengan masalah adalah seberapa cepat kita memperbaiki masalah tersebut.

kita tidak akan sepenuhnya terlepas dari masalah karna saat kita hidup, itu adalah masalah. Jadi, kita harus terbiasa dengan masalah ini dan itu dan terbiasa menyelesaikan masalah ini dan itu bukan mempersoalkan dan membesar-besarkannya

"Bukan pada mengapa hal ini terjadi, tapi lebih kepada bagaimana cara kita mengatasinya"

5. Tingkat Penghasilan yang Minim dan Bahkan Tidak Berpenghasilan

Penghamabat yang tak pernah ada habis-habisnya di bahas dalam dunia kerja adalah pengahasilan - sebanyak pendapatan yang dihasilkan dari pekerjaan kita. Yah! Inilah hal yang umum ditanyakan oleh kalangan para pekerja yang ingin mendapatkan pengahasilan dari usahanya. istilahnya saya kerja maka saya dapat dan saya tidak kerja maka saya tidak dapat bukan bekerja tanpa mendapat pemasukan.

Memang memikirkan penghasilan akan apa yang ingin kita kerjakan penting. Namun, dalam dunia ngeblog kita tidak akan mendapatkan apapun berupa uang saat diawal-awal, entah itu 6 bulan kemudian, setahun kemudian atau beberapa tahun kemudian mungkin lebih, yang mana waktunya tidak memiliki kepastian - kapan kita benar-benar berpenghasilan.

Kebanyakan orang sangat mengidam-idamkan penghasilan yang banyak dalam dunia blog dan iming-iming bahwa pekerjaan ini sangat menyenangkan. Tentu menyenangkan. Tapi, untuk siapa dulu pekerjaan ini menyenangkan sebab sebaik apapun pekerjaan, sebanyak apapun uang yang kita hasilkan dari pekerjaan itu, jika kita tidak menikmati tentu ujung-ujungnya kita tidak akan bahagia pada perkerjaan itu.

"Ini bukan masalah pengahasilan dan kualitas pekerjaan tapi ini lebih kepada seberapa suka kita pada pekerjaan itu"

Khusus pekerjaan ngeblog, pekerjaan dimana kita bebas menentukan kapan dan dimana kita menulis dan seberapa tahan kita dalam membangun blog. Jika jawabanya 2-3 jam, saya tahan menullis artikel, maka kita bukan termasuk orang yang menyukai pekerjaan ngeblog dan jika kita senang menulis pada batas waktu yang tidak ditentukan terlepas itu siang atau malam atau pagi atau sore dan itu bukan masalah karna kita menganggap pekerjaan ini membuat adalah bagian dari hidup kita. maka ini artinya pekerjaan ini sangat kita sayangi dan pekerjaan ini kita suka.

Artinya kita tak pernah kompromi pada pekerjaan ini sekalipun kita mendapatkan masalah, kita tetap menulis dan menganggap masalah itu adalah sebuah tantangan untuk maju bukan hambatan untuk berhenti menulis. suka dukanya adalah kesenangan kita.

Kapanpun dan dimanapun kita selalu memikirkan perkembangan blog entah itu sedang mandi, sedang jalan, sendang ngobrol dengan teman-teman semuanya kita selalu memikirkan ide-ide yang ingin ditulis. Kita menulis bukan karna uang tapi, kita menulis karna kita mau dan menikmati hal tersebut.

“cintailah pekerjaan ini, maka pekerjaan ini akan mencintaimu”

6. Motivasi Eksternal 

motivasi eksternal atau saya istilahkan secara bebas dorangan eksternal adalah dorongan-dorongan dari linkungan tempat kita tinggal seperti lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, lingkungan pertemanan ataupun lingkungan Pendidikan semuanya memberi pengaruh yang mendorong kita untuk terus maju. 

Contohnya saat kita menceritakan tentang sesuatu yang ingin dicapai dan saat itu mereka mendukung, tentu hal ini sangat membantu kita dalam mempetahankan semangat dan semangat inilah yang membuat kita terus menulis, menulis dan menulis artikel…

Namun, apalah daya jika keadaan ini tidak seperti apa yang kita harapkan, orang-orang yang kita anggap sebagai teman tidak mendukung, keluarga yang diharapkan memberi kita dana untuk membeli laptop tidak membantu dan dunia seolah-olah tidak mendukung kita untuk menulis artikel. sehingga kita menganggap ini bukan pekerjaan saya, ini bukan jalan saya, ini bukan bagian saya, semuanya tidak mendukung.

Tapi, ada satu hal penting yang perlu diketahui sebelum memutuskan hal itu apakah pekerjaan ini cocok atau tidak cocok. Coba tanyakan kepada diri kita sendiri apakah ini sesuatu penting. Jika YA maka perjuangkanlah karna kita masih memiliki keyakinan.

“kadang sebuah teori yang dianggap pasti dapat dikalahkan oleh sebuah keyakinan yang sederhana”

Teorinya kita tidak mungkin mendapatkan hal tersebut tapi, kita yakin maka kita akan mendapatkan apa yang kita yakini itu. 

Jika, hari ini kita punya nilai dan agama maka hal ini sangat penting untuk dibawa saat sedang bekerja sebab fungsinya adalah sebagai prinsip yang tidak dapat ditukar dengan apapun karna ini prinsip dan kompas hidup terhadap apa yang kita kerjakaan.

Factor internal

1. Terbiasa dengan Mengeluhkan Pekerjaan

hal pertama yang perlu kita yakini bahwa mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah. Mengeluh memang adalah hal yang manusiawi dan sering dilakukan oleh kebanyakan orang saat mendapatkan masalah. Yang mana masalah yang ia rasakan akan diceritakan ke orang lain untuk mendapat pembenaran pada masalah tersebut, hingga masalah yang ia keluhkan benar-benar menjadi penghambat.

Mengaluh memang bisa saja datang saat kita mendapatkan masalah dan itu wajar, yang jadi masalah saat kita membesar-besarkan masalah itu sampai focus kita untuk mencari solusi menjadi terabaikan dan terlupakan “apa sebenarnya yang ingin saya lakukan”. Yah! Inilah yang biasa terjadi bagi kebanyakan pemula dalam menulis artikel entah mereka mengeluhakan tulisan, template ataupun ide yang sebenarnya punya solusi tapi, sayang kita terlalu sibuk pada keluhan tersebut.

Pada dunia ngeblog bagi seorang pemula hal yang terpenting itu saat kita di awal-awal membangun yaitu jangan pernah takut melangkah dan membuat kesalahan sebab sebagai pemula menurut saya “fokuslah pada kuantitas bukan kualitas”. buatlah cukup kesalahan dan habiskan jatah kegagalan sebelum kita sebelum menghasilkan karya yang luar biasa berkualitas.

Alasan saya mengutamakan kuantitas daripada kualitas karna dengan seringnya kita menulis dan mengapload tanpa peduli dengan berhasil tidaknya artikel kita diterbitkan sebab kita baru mulai. System yang mengutamakan kuantitas sendiri dapat membuat kita tidak peduli dengan kegagalan dan kesalahan. Hingga, kita benar-benar membuat banyak sekali percobaan gagal dan kita bisa belajar banyak hal dari kegagalan itu sebab kita tidak memiliki rasa takut terhadap apapun.

Nah! Sehabis uji coba ini kita akan mengetahui banyak hal tentang dunia ngeblog seperti cara menulis, penentuan kosa kata, diksi, CEO blogger dan bagaimana jenis tulisan yang layak publice. Adanya pengalaman yang kita dapatkan dari kegagalan tersebut, tentu mampu membuat kita menghasilkan karya tulis yang bagus sebab kita sudah mengahabiskan jatah try and error dalam dunia tulis menulis.

“buatlah cukup kesalahan dan belajarlah darinya”

2. Terlalu Sayang dengan Medsos

medsos atau media social seperti facebook, whatshap, twitter dan sejenisnya adalah bagian yang tak pernah lepas dari aktivitas keseaharian kita, dari bangun pagi sampai tidur kembali yang pertama yang kita cari adalah handphone karna ada sosmed.

sepertik keseharian kita dari bangun pagi langsung pegang hp dan saat tidur malam pun kita masih pegang hp. Hampir semua sendi-sendi kehidupan kita dipenuhi dengan gadget yang melelalaikan pada focus utama kita.

Untuk itu sebagai penulis yang ingin focus kita sangat perlu belajar dan melatih diri kita untuk tidak menyentuh hp dengan alasan istirahat.

Mengapa?

Sebab saat kita ingin istirahat sehabis menulis 200-300 kata dan saat itu kita memikirkan bahwa bermedosos adalah alternative istirahatnya. maka, yang terjadi kita rencananya istirahat 10-30 menit, Eh! Malah yang terjadi kita istirahat 1-3 jam-an dan ini sangat mebuang-buang waktu. Hal ini tentu mengganggu produktivitas kita dalam bekerja.

Sebagai rem utama saat kita mulai menjadikan medsos sebagai jeda istirahat. Remnya yaitu buatlah sebuah alaram atau apapun entah tepukan kebadan badan atau tanparan di muka sebagai pengingat yang penting terasa bahwa ada hal penting yang perlu saya kerjakan hari ini.

“mempelajari sesuatu itu terbilang mudah karna yang sulit itu adalah saat pelajaran itu dijadikan diterapkan dan kebiasaan”

3. Mengerjakan Banyak Hal dalam Satu Waktu atau Multitasking

mengerjakan berbagai hal dalam satu waktu memang terdengar dapat menyelesaikan banyak masalah, tapi yang sebenarnya terjadi itu kita tidak focus mengerjakan sesuatu dengan baik sebab otak kita selalu berpindah-pindah focus, sehingga kita benar-benar membuat masalah di berbagai pekerjaan.

Mengapa ini bisa terjadi ? jawabanya adalah otak kita kelelahan saat berpindah-pindah pekerjaan. Lelahnya otak dalam bekerja akan menurunkan pruduktivitas dan mengurangi kualiatas kerja.

Sengat penting bagi kita focus pada satu pekerjaan baru berpindah pada pekerjaan lainnya atau jika kita memiliki lebih dari satu focus itu nggak masalah bila itu masih dalam koridor pekerjaan yang sama karna yang jadi masalah adalah saat kita melakukan lompatan focus kelain hal atau fokus kebidang yang beda.

"jika kita menulis artikel maka kita menulis bukan melakukan hal yang lain ataupun yang diluar aktivitas menulis"

Pernahkah kah kalian berpikir mengapa pemburu seperti singa, macam ataupun pemburu lainnya dapat mendapatkan mangsanya dengan mudah dan cepat sekalipun mangsanya memiliki kecepatan berlari yang lebih cepat dari pemburu. Jawabannya adalah karna mangsanya tidak focus saat berlari ia ambigu “ingin lari kemana” sadangkan pemburu focus pada satu titik yaitu buruan. hasilnya pemburu mendapat apa yang ia inginkan.

“fokuslah pada satu titik dan lakukan yang terbaik pada bagian itu”

4. Terlalu Kelelahan Saat Mengejar Target

Mengejar target dan tujuan dengan penuh semangat tentu adalah hal yang sangat penting dilakukan. Untuk itu, saat otak dan badan kita sudah mengirim sinyal kelelahan dan saat itulah kita perlu istirahat.

Saya pernah mendengar sebuah perusahaan yang sedang memikirkan cara agar para karyawannya lebih produktif bekerja dan bisa menghasilkan produksi yang lebih banyak. dimana, cara yang di sodorkan oleh manajer adalah pengurangan jam istirahat, jam istirahat yang tadinya sejam di press menjadi 30 menit, jam makan yang tadinya 30 menit di press menjadi 15 menit. 

Hasil dari rencana yang diterapkan manajer perusahaan ini telah berdampak buruk sebab karyawan stress dan kelelahan bekerja sehingga produksi yang di harapkan melebihi target menjadi di bawah target.

Dari kisah singkat ini kita mengambil pelajaran bahwa istirahat saat kita sedang lelah adalah hal yang sangat dibutuhkan agar otak kita bisa kembali segar dan kembali kemode stabil dan siap mengambil pekejaan lagi.

Bagi saya menentukan jam istirahat atau memilih ritme kerja itu sangat mempengaruhi kinerja saya dalam menulis. Namun hal ini lama baru saya sadar bahwa saat kita terlalu menggebu-gebu dalam mengejar target yang diharap tercapai tapi yang terjadi ternyata semuanya berantakan berantakan karna kita tidak menentukan ritme kerja dan ritme istirahat yang pas buat diri kita sendiri.

“kita perlu menentukan ritme kerja”

5. Perut Terasa Lapar Disaat Menulis Artikel

Namanya lapar bagi manusia itu adalah sinyal biologis untuk kita makan bukan yang lain. Tapi, sayangnya saat asyik-asyiknya mengerjakan tugas dan asyik-asyiknya menulis kadang rasa lapar itu terabaikan begitu saja seperti kita menunda-nunda waktu makan sampai pekerjaan selesai. kebiasaan ini adalah kebiasaan yang tidak seharusanya dilakukan bagi kita seorang penulis yang ingin konsen menulis.

Rasa lapar yang kita rasakan saat menulis dapat menurungkan performa kita dalam menulis, performa kita dalam berpikir sekalipun saat itu kita menganggap tulisan itu baik-baik saja, tapi kenyataannya semua berantakan sebab kita kurang focus saat menulis artikel.

Kita memang kadang melihat tulisan itu bagus saat perut terasa lapar tapi, kita juga melihat tulisan itu berantakan sesudah mengisi perut.

Untuk itu, kita perlu meninggalkan sejenak pekerjaan saat perut sendang lapar dan melenjutkan pekerjaan sehabis makan sebab tidak akan menemukan ada perbedaan waktu dari makan pada waktunya dan makan bukan pada waktunya entah itu kita makan ditengah-tengah pekerjaan ataupun makan setelah pekerjaan selesai. waktunya tetap sama yang berbeda mana adalah mana yang lebih menyehatkan.

“motor membutuhkan bensin untuk jalan dan manusia butuh makan untuk bekerja”

6. Pekerjaan Tidak Sesuai Passion

Bekerja pada hal yang kita tidak senangi walaupun menghasilkan uang kadang membuat diri kita tersiksa dan menderita menjalaninya sehingga pekerjaan itu tidak mendapat hasil yang maksimal.

Namun, lain halnya dalam dunia ngeblog bagi saya tidak ada bagian yang tidak disukai pada pekerjaan ini. Walaupun, awalnya kita merasa bosan dan tidak memiliki ide saat menulis, tapi satu hal yang perlu diketahui bahwa dalam dunia ngeblog banyak hal yang bisa dilakukan.

Sebab tidak mungkin ada orang tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman yang bisa ia tulis. Apalagi, sudah diumur 20-an tentu kita memiliki banyak sekali cerita yang bisa ditulis contohnya cerita yang telah kita lewati selama beberapa tahun ini adalah pengalaman yang bisa dituliskan. 

Jadi, secara sederhana saya menganggap ngeblog bisa sesuai dengan passion buat rata-rata orang karna ngeblog adalah sarana dimana kita dapat menyalurkan berbagai macam passion.

Dari pengalaman pertama saya menulis artikel di blog, saya menganggap seolah-olah ngeblog bukan passionku. Namun, setelah di pikir-pikir nggak ada salahnya menceritakan pengalaman di sini sambil membuka dunia baru selain dunia nyata.

Terlalu banyak hal yang bisa dilakukan dalam dunia ngeblog sehingga bagi saya ngeblog adalah salah satu tempat terbaik bagi kita semua dalam menyalurkan hobi, minat, bakat dan berbagai hal lainnya.

“menulislah maka engkau akan dikenang”

7. Tidak Membuat Tantangan Baru

masa sekarang ini kita sangat sering berhadapan dengan berbagai macam hal salah satunya tantangan, tantangan dalam keluarga, tantangan dalam pekerjaan, tantangan dalam sekolah, tantangan dalam pekerjaan dan tantangan dalam hidup.

Namanya tantangan tentu selalu kita hadapi dalam hidup ini, yang jadi persoalan saat tantangan tersebut menjadi masalah seperti kita mulai bosan pada tantangan yang sama. Contohnya dalam menulis artikel yang tiap harinya kita menulis 300-400 kata perhari, perpekan, perbulan dan itu kita lakukan setiap saat, jadinya kita mulai mengatakan hal ini sangat membosankan. Yah! Saya sepakat hal itu membosankan.

Rasa bosan setelah melakukan hal yang sama berkali-kali sangat membebani hidup kita, ini seperti makan nasi dengan tempe selama sebulan penuh yang akhirnya kita merasa tempe ini rasanya hambar.

Sebagai penyelesaian persoalan seperti ini, kita perlu membuat sebuah tantangan baru. Tantangan yang bisa membuat kita terpicu untuk melewati tantangan tersebut. Sebab dengan menyelesaikan sebuah tantangan maka diri kita merasa puas.

Tantangan yang kita buat ini bukanlah di bahwa standar atau terlalu tinggi dari kemampuan kita. Apabila, tantangan itu mudah maka kita tentu cepat bosan sedangkan jika, tantangan tersebut terlalu sulit kita akan cepat menyerah. 

Untuk itu, kita mengambil jalan tengah yaitu buatlah tantangan itu lebih sulit beberapa persen dari kemampuan kita. Contohnya kemarin kita menulis artikel sebanyak 300 kata selama sepekan dan pekan depannya kita merencanankan untuk menulis 400 kata dan pekan depannya kita menulis lebih banyak lagi, akhirnya seiring berjalannya waktu kita mampu menulis satu artikel perhari.

Pernahkah kalian mengapa mengapa diri kita sangat bersemangat dalam bermain game entah itu game online atapun game offline. Jawabannya adalah game tersebut sudah diprogram khusus agar sesuai dengan psikologi manusia yang haus terhadap tantangan. Coba kita perhatikan seksama kondisi saat kita masih level satu maka, lawan kita level satu dan jika kita sudah naik level dua maka lawan kita level 3, yang mana kata kunci dari program ini adalah pemain harus digiring agar merasa hampir menang saat main game, mereka berpikir bahwa “tadi itu hampir saja saya menang, mungkin saya coba sekali lagi, ternyata bisa" kitapun merasa senang saat berhasil melewati tantangan. Rasa senang dan puas yang kita alami itu akan bersiklus selama game itu dimainkan. Hingga kita benar-benar terhipnotis untuk terus memainkan game itu.

Pola inipun memiliki siklus yang sama jika kita membuat tantangan, tantangan yang memicu kita untuk meyelasaikan persoalan dalam pekerjaan, dimana tantangan ini akan memicu semangat kita dalam menulis artikel.

Oleh karna itu, kita perlu membuat tantangan tiap hari, tiap pekan, tiap bulan ,tiap tahun agar kita terus menulis sampai kita sangat menikmati kemenangan dalam menulis artikel.

“tantangan adalah jalan menanjak bagi kita untuk mendapatkan bunga di atas puncak”


Kesimpulan

melatih kebiasaan menulis itu butuh waktu sampai kita bisa konstan dalam ngeblog. selain itu, kita juga perlu belajar meletakkan dimana energi kita habiskan, bila kita meletakkan energi pada hal yang tidak penting maka energi kita akan habis pada hal yang tidak penting itu sendagkan bila kita meletakkan energi kita pada hal yang penting maka kita akan menghabiskan energi kita pada bagian penting itu, jadi kesimpulanya dimana kita meletakkan energi maka disanalah kita mengambil fokus.

fokus kita terhadap sesuatu disebabkan karna kita memperhatikan hal tersebut artinya saat kita memperhatikan sesuatu maka kita akan meletakkan energi disana. misalnya saat kita melihat mobil BMW putih persi terbaru lewat di depan mata dan hal itu membuat kita tertarik dan disaat bersamaan kita meletakkan energi disana sekalipun kita hanya duduk bersandar di tembok. Bahkan hal ini dapat membuat kita kelelahan sebab terlalu memikirkan biaya, pajak, uang dan pekerjaan orang dalam mobil tadi, yang pada dasarnya itu tidak memberi dampak apapun pada hidup kita ini.

berdasarkan cerita tersebut kita mengambil pelajaran bahwa jangan terlalu mengambil fokus pada hal-hal yang tidak penting karna itu membuat kita kehabisan energi.

pola ini tidak jauh beda dalam dunia blogging, dunia dimana kita perlu energi yang banyak untuk tetap menulis sejauh yang kita bisa. 

"hematlah pada hal yang tidak terlalu penting dan boroslah pada hal yang sangat penting"


Hicul
Hicul Kenalkan saya "Kif" seorang blogger baru yang mengelolah blog Hicul.my.id dan saat ini aktif berbagi info menarik berdasarkan pengalaman Pribadi dan pengalaman membaca artikel Teratas.

Posting Komentar untuk "6+ Penyebab Blogger Sulit Produktif Menulis - Versi Pemula"