Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

2 Point Penting Agar Artikel Diklik dan Dibaca

 Menulis dan memposting artikel adalah kebiasaan buat kita sebagai seorang penulis di blog. Sebuah kebiasaan yang kita lakoni selama berjam-jam sampai akhirnya, satu dua artikel terposting, sebuah postingan dari karya kita yang orisinil dan berkulitas.

Namun, entah bagaimana ceritanya, postingan yang sudah mencapai puluhan atau bahkan sampai ratusan belum ada klik dan kunjungan yang nyata dari visitor google. Apa sebenarnya yang terjadi, mengapa hanya orang-orang dari social media saja yang mengunjungi blog saya.

Sebuah kronologi cerita yang dramatis bagi seorang penulis yang tulen. Yah! Mungkin kalian, kita dan anda sendiri mengalami hal itu.

Dengan hormat saya mengakui bahwa saya mengalami hal tersebut. Bahkan yang mengunjungi blog saya hanya diri saya sendiri. Apakah kalian demikian!

Berarti kita sama hehehee...

Nah! Dari sebuah peristiwa yang membawa kekhawatiran ini, saya berasumsi bahwa ada dua faktor, mengapa blog kita tidak di kunjungi oleh natizen di google.

Ke dua faktor ini adalah penyebab utama dan sekaligus penghambat orang-orang tidak ingin memberikan tombol klik kepada kita.

Jawabannya adalah simak selut-belutnya di bawah ini:

2 Point Penting Agar Artikel Diklik dan Dibaca

Penulisan artikel yang isinya epik, memukau ataukah kalian berselebrasi di dalamnya tidak akan menghasilkan tombol klik. Mengapa demikian?

Jawabannya adalah judul artikel kita kurang bagus, atau saya istilahkan judulnya membosankan gang heheeeh. Maaf iklan.

Judul yang menarik sebenarnya seperti kepala dari isi artikel kita, dimana judul itu yang menjelaskan secara singkat, apa yang didapatkan pengunjung saat membaca artikel ini, judul juga merupakan tulisan pertama yang muncul di halaman google.

Apabila judul artikel kita kurang menarik dan kurang benar itu bisa ditandai dengan tidak adanya kunjungan atau yang ke dua blog kita selalu muncul di halaman google tapi, tidak ada yang mengkliknya. Mengecewakan bukan, saya juga kecewa kepada penonton heheheee.

Sebuah kehormatan jika link artikel kita di klik yang menandakan bahwa artikel kita unik dan menarik untuk dibaca, ini terlihat dari judul artikel itu sendiri. Kalian pun lebih sering mengklik link artikel yang berjudul menarik bukan, saya pun demikian begitu, juga calon pengunjung kita, yang mana mereka lebih gemas mengklik judul artikel yang menarik.

Lalu, bagaimana bentuk dari judul yang menarik itu. Dari bayang-bayang pikiran saya tentang judul yang menarik, yang muncul adalah judul yang sejalan dengan isi artikel.

Artinya jika judul artikel kita mengandung kata seperti terpopuler, terbaik, terviral, terupdate atau ter-ter lainnya. Maka, kita harus mengimbanginya dengan isi artikel yang sepadang atau paling tidak artikel kita tidak mengecewakan pengunjung.

Pada penulisan judul artikel sendiri, aturannya kita hanya bisa 6-8 kata saja agar nanti judul artikel itu tidak di cut atau tidak di potong oleh google. 6 kata jika panjang, 8 kata jika pendek.

Penulisan dengan menggunakan 6-8 kata pada judul, tentunya dapat memudahkan pengunjung membaca seluruh judul artikel. 

Kan! nggak etis jika ada yang terpotong dan hal itu yang menyebabkan calon pengunjung kita minggat dan scroll ke bawah mencari artikel lain.

Kalian pun sering menemukan judul yang seperti ini di google bukan. Untuk itu, kita bisa mengingat aturan 68 sebuah atauran menulis judul dari 6 sampai 8 kata saja.

Adapun penggunaan judul yang power full seperti menggunakan kata-kata dramatis atau meninggikan isi artikel, memang termasuk hal yang sangat bagus, tapi ini bisa jadi boomerang buat kita jika ini tidak bisa disetarakan dengan kemampun kita menulis.

Banyak orang yang keluar dengan cepat dari blog karna disebabkan oleh ketidak sesuaian judul dengan isi artikel, mereka pun kecewa dan akhirnya meninggalkan komentar pedas dan menusuk di blog, sebab isinya tidak sepadang dengan ekspektasi.

Disisi lain google mendeteksi kecepatan pengunjung meninggalkan blog kita, yang semakin cepatnya pengunjung meninggalkan blog kita, maka google mencap bahwa artikel di blog kita kurang relavan dan tak layak menempati pageone google.

Kejadian ini tentunya tidak kita inginkan. 

Sebagai pemula menurut saya menulislah banyak artikel dan latihanlah menggunakan diksi yang bagus, barulah setelah itu kita bisa menyandingkan judul yang sesuai dengan kualitas artikel bukan asal menggunakan kata terpopuler, terbaik atau ter-ter apalah.

Apalagi mereka yang sangat baru terjun di dunia blogging, yang masih seumuran jagung dan bahkan mereka hanya mampu menulis 300-500 kata di setiap postingan.

Yah! Mereka tentu akan diserang oleh para natizen yang sensi hehheee….

Kita sendiri tidak ingin menerima hal ini. 

Baru bangun sudah di dorong jatuh lagi. Semangat saja masih perlu dijaga, belum lagi ia masih sangat kaku menulis. Bukankah ini harus di perhatikan.

“judul adalah ujung tombak isi artikel kita, setajam apapun ujung tombaknay jika gaganya tidak sesuai tentu tombak itu tidak akan mengenai sasaran dengan tepat. Untuk itu kita harus menyesaiakan ujungnya dengan gaganya agar bisa digunakan berburu”

Point ke dua yang perlu di utamakan agar artikel kita dibaca, dibaca dalam waktu yang lama oleh pengunjung. Point itu adalah Pendahuluan yang apik

Penulisan judul yang epic atau nyentrik itu dapat kita lakukan dengan memperbanyak referensi, referansi yang mengandung diksi yang epic juga. Diksi yang epic sendiri dapat kita temui lewat artikel-artikel yang mana penulisnya sudah lihai dalam mengolah kata.

Dalam artian sang penulis artikel sudah profesioanal merangkai kata sehingga mereka mampu menghasilkan karya diksi yang sustainable atau sebuah karya tulis yang berkelanjutan.

Mengapa penulisan pendahulan dalam artikel kita harus epic dan mengguggah untuk calon pembaca. Sebab, si calon pembaca atau orang Indonesia lebih sering menyimpulkan sesuatu itu, hanya dari pendahuluannya saja. Jika pendahulan artikel menarik maka lanjut scroll dan jika pendahuluan kurang menarik maka tekan tombol keluar.

Kita sendiri yang sering search-ing di google kadang dengan entengnya keluar dari blog yang awal artikelnya sudah berkesan membosangkan. Kebiasaan inipun dilakukan oleh kebanyakan orang di internet, malas baca jika awalnya membosangkan dan cepat menyimpulkan bahwa artikel tersebut membosankan.

Saya mengakui bahwa dari sekian artikel yang sudah terposting, saya mendapatkan sebuah komentar pengunjung, jika artikel saya memiliki pendahuluan yang menggemaskana untuk dibaca. 

Dilain cerita dari artikel yang saya posting, dimana saya lebih menulis dengan apik dibagian ujung artikel. apa yang terjadi, Kalian mungkin bisa menebakannya bahwa tidak ada orang yang berkomentar disana. tidak adanya jejak di kolom komentar, menandakan para pengunjung blog saya tidak membaca sampai habis artikel yang saya posting.

Tentu scenario kedua ini adalah sesuatu yang tidak di inginkan, sudah matian-matian menulis. Eh! Ujung-ujungnya nggak ke baca pengunjung. Akhirnya rasa Lelah menulis malah bertambah saat melihat kolom komentar yang tidak terisi. Auto galau dah!

Mungkin lain ceritanya jika pengunjung kita sudah meninggalkan jejak di kolom komentar, tentu itu bisa menjadi bahan bakar kita agar semangat menulis  meskipun baru saja  Lelah menulis satu artikel.

Darah adrenalin kita bangkit saat melihat komentar positif pengunjung. 

Sebelum scenario ini terjadi kita sebagai actor utama dalam dunia blogging, kita perlu belajar merangkai kata yang unik, menarik, memukau dan mengandung unsur-unsur homor agar pengunjung tidak bosan.

Bisa di bahasakan bahwa pendahuluan adalah penentu apakah artikel kita di baca sampai selesai atau pengunjung keluar sebelum membaca sepata dua kata pun.

Saran buat pemula dan untuk diri saya, bahwa pendahuluan yang berkualitas itu bisa ditulis dengan gaya menulis kita sendiri. Artinya kita menulis sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman kita dalam berbicara di dunia nyata. Yang mana jika kita seorang jenaka atau orang terbuka maka, menulislah seperti orang yang terbuka. Tapi, jika kalian tipe penulis yang serius dan suka dengan hal-hal yang detail maka menulislah dengan detail.

Mengapa hal ini penting?

Sebab ini akan memudahkan kita menulis dan menikmati penyusunan kosa kata dalam penulisan artikel. Kan! Aneh jika orang blak-blakan atau terang-terangan, menulis dengan gaya orang serius dan mendatail, hasilnya seolah-olah di paksakan.

Hal ini, pernah saya coba di beberapa postingan saya, yang berisi tulisan yang mendetail. Yang mana saat itu saya banyak mikir dan banyak pusing saat menyusun artikel sebab ini bukan bagian gaya kepenulisan saya.

Gaya kepenulisan sendiri akan berkembang dan meningkat lewat keseringan kita menemukan dan membaca gaya penulisan yang sama dengan kita.

“penulis terbaik itu adalah penulis yang mampu mengekspresikan dirinya dalam tulisan. Sehingga saat karya tulis itu dibaca kita merasa seolah-olah mengenal orang tersebut”


Kesimpulan

merangkai judul dan menulis pendahuluan yang menarik merupakan tantangan besar buat kita sebagai penulis, yang saat ini sedang berjuang dan mencari cara-cara agar pengunjung mau memberi klik di blog.

disisi lain saat ini kita masih sangat baru dalam bidang tulis-menulis. apalagi saat ini masih awam atau bahkan termasuk orang pemula dalam menulis, ngetik aja masih melihat tombol-tombol keyboard.

dengan jelas saya mengatakan saya termasuk orang itu, seorang yang masih kaku menulis dan cepat bosan jika sudah menulis dua tiga kalimat. mungkin ini artikel ini tidak akan terposting jika saya berhenti di kala itu.

tapi, yang terjadi, untung saya masih semangat untuk belajar dan menggap menulis adalah sesuatu yang tidak merugikan.

hingga, selama berbulan-bulan saya berlatih dan mengolah kata, sudah tak terasa saya sudah mampu mengetik cepat dan sudah lumayan bisa merengkai kata, walaupun ditengah penulisan kadang tersendat-sendat berpikir, "apa yang akan saya tulis selanjutnya".

jawabannya tetap sama yaitu tulislah apapun yang masuk akal dan hal itu berada dalam pikiran kita, mengapa hal ini saya utamakan. karna bagi saya, ketika kita bingung dan banyak mikir dan membandingkan diri kita dengan orang lain, kita tidak akan berkembang, dalam artian kita hanya berjalan di tempat.

seharusnya kita dengan terang-terangan mengatakan bahwa diri kita masih banyak kekurangan sehingga perlu belajar, belajar dari orang yang sebelum-sebelumnya dan mengambil cara mereka menyusun kosa kata, yang mana itu kita rasa cocok buat tipe kepenulisan kita sendiri.


Hicul
Hicul Kenalkan saya "Kif" seorang blogger baru yang mengelolah blog Hicul.my.id dan saat ini aktif berbagi info menarik berdasarkan pengalaman Pribadi dan pengalaman membaca artikel Teratas.

Posting Komentar untuk "2 Point Penting Agar Artikel Diklik dan Dibaca"