Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

2 Sumber Ide Utama Saya agar Tetap Menulis

 Mengolah sebuah blog dari awal sampai berhasil itu  butuh waktu. Yah! Ini sudah termasuk pengetahuan umum dalam kalangan blogger. Entah bagaimana ceritanya, kita berpikir bahwa ngeblog itu adalah hal yang enteng.

Memang enteng dan dapat di anggap instan blogging. bisa dianggap "Ya" kalau kita masih sangat awal menulis sebab tantangan belum banyak, ide tulisan masih ada, semangat nulis masih ada. 

Tapi bagaimana skenenarionya jika kita sudah menulis 3-6 bulan, tapi visitor tak kunjung-kunjung naik dan diperburuk dengan ide menulis kita sudah di ambang batas.

Rumor-rumor beredar bahwa terdapat banyak sekali blogger pemula berhenti dan itu terlihat nyata di sosmed mulai bertebaran di beranda facebook, apakah kita masih tetap ingin menulis atau mungkin sudah menarik niat untuk munulis di blog.

Ini seperti meluangkan waktu, tenaga dan pikiran demi sesuatu yang tidak menghasilkan apapun.

Kronologi yang darmatis bagi blogger pemula, seorang pejuang tanpa pernah menemukan kemenangan.

Yah! Ini adalah kisah saya setelah menulis dalam waktu, waktu yang cukup lama tapi hampir belum mendapatkan apapun kecuali komen-komen dua tiga visitor dari facebook.

Menggelikan bukan. Perlu dicemaskan bukan, perlu diperhatinkan bukan, perlu dipikir-pikir lagi bukan.

Apalagi api semangat menulis ide sudah mengecil dan hampir kita tidak mampu menulis apapun.

Apakah kalian pernah kehabisan akal atau kehabisan ide di saat-saat seperti ini. Jika ya!

Berarti selamat kita sama hehahahaa… maaf iklan pribadi.

Beralih dari masalah ini kita perlu mengambil sebuah tindakan, sebuah tindakan yang dapat membuat kita terus memiliki ide, biarpun semua situasi dan keadaan tidak mendukung. Kita sebagai blogger tidak boleh patah tulang maaf patah semangat maksudnya.

Mungkin hal ini bukanlah motivasi yang mendebarkan atau motivasi yang langsung mengubah hidup kita, tapi ini adalah sesuatu yang dibutuhkan disaat kita terjatuh ke bawah dan saat itu kita tetap mampu mengatakan “saya baik-baik saja”.

Simak 2 sumber ide utama saya agar tetap menulis sekalipun segala kondisi tidak mendukung. Simak 2 caranya di bawah ini:

2 Sumber Ide Utama Saya agar Tetap Menulis

Membuat atau menghasilkan sebuah karya tulis, itu semua berawal dari sebuah ide sederhana atau bahkan ide kecil dan setelah ditulis ternyata ide itu menghasilkan karya tulis yang tidak ada duanya dalam dunia blogging. “mungkin”.

Lalu, bagaimana cara kita agar mampu mencapai hal tersebut. 

Jawabannya adalah teruslah menulis dan belajar menyusun kata hingga akhirnya tulisan kita benar-benar berharga dan itu semua dimulai dari konsistensi menulis.

Sebelum menulis tentu kita harus punya ide, sekalipun kita tidak punya ide, kita harus mencari dan menemukannya.

Inilah 2 cara yang mungkin berhasil buat kalian agar tetap memiliki Sesuatu untuk di tulis:

1. Ide Sendiri

Sumber pertama ide itu yaitu ada pada diri kita sendiri, yang mana ide itu adalah pengalaman yang bisa ditulis dan dirangkai sedemikian rupa agar sesuai dengan topik atau niche blog.

Ini agak terdengar umum di lakukan tapi, ini juga yang sering di kesampingkan, dimana bagian di kesempingkannya adalah sempitnya pemahaman kita pada pengalaman pribadi.

Sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa “pengalamaan saya hanya bangun, tidur saja, itu pun saya sekali-kali menulis dan ke rumah teman untuk bersantai”. 

Dari kisah yang umum di atas sebenarnya masih bisa digali beberapa rincian yang terlewatkan  seperti bagaimana suasana pagi itu, apa obrolan kalian, dan berita apa yang kalian dapatkan di pagi itu. Semua ini bisa di konvers agar sesuai dengan topik blog. Tergantung cara kita menyusun kata yang cocok untuk pengalaman sederhana itu.

sehingga, ide sendiri yang didapat berdasar pengalaman defenisinya bisa di ubah menjadi, pengalaman adalah sesuatu yang di dengar, dilihat, dirasa dan dialami, dengannya semua bisa dituangkan dalam bentuk tulisan dalam blog.

Hal ini juga saya lakukan dalam postingan saya, yang mungkin mengandung cerita yang diadaptasi dari pengalaman hidup, walaupun niche blog saya adalah blogging tapi saya tetap menyelipkan cerita pribadi itu.

Contohnya topik: cara menulis artikel dengan baik dan benar. Yah! Sebuah topik yang pendahuluanya bisa di selipkan pengalaman hidup seperti dibawah ini:

“di hari pagi yang cerah ini kita ditemani oleh kicauan burung, sebuah kicauan yang mendukung susasana menulis. Tapi apalah daya jika di siang hari yang panas motor, mobil dan kendaraan lainnya berlalu Lalang. Jadinya kebisingan pun saling menggemuruh.

Kalian tentu tau apa yang saya lakukan saat itu, yap. Yang saya lakukan adalah baring, buka handphone dan meninggalkan pekerjaan menulis artikel.

Karna suasana tidak mendukung.

Jadi, jika kalian ingin lanjut menulis, temukanlah suasana damai dan santai agar Tulisan yang kalian buat bisa sesuai dengan ekspektasi.

Disisi lain suasana damai ini pun dapat meningkatkan focus, sebuah focus yang dibutuhkan untuk menulis dengan baik dan benar bukan dengan keliru dan ambrul-adul”

Itulah salah satu contoh paragraph pembuka, paragraph yang awalanya saya menceritakan pengalaman di pagi hari. Sederhana bukan, walaupun saat ini saya hanya duduk di depan meja kerja.

Adanya ide sederhana ini yang diambil dari pengalaman pribadi. Jika sudah di adaptasi dan dirangkai menjadi lebih alami dalam topik artikel, hasilnya tentu memuaskan, walaupun di kalimat pembuka saja, ini sudah mampu mendorong kalian untuk melanjutkan ide tulisan.

Dan mengapa penulisan di awal-awal itu penting. Kalian tentu tau jawabannya. Jawabannnya adalah sebagai pemula bagian awal atau bagian memulai tulisan itu merupakan sesuatu yang berat, karna saat kita mulai terlanjur menulis itu jauh lebih ringan dan bahkan tidak disadari sudah selasai satu artikel ketimbang saat memulai.

Ini seperti sebuah kendaraan motor yang pagi harinya kita perlu menstaternya berkali-kali kemudian memanaskan mesinnya baru bisa dipakai jalan. Bisa di artikan saat di awal menulis mesin kita dalam keadaan dingin sehingga ia  butuh proses pemanasan, bisa di istilahkan otak kita butuh pemicu.

Atau mungkin butuh tendangan agar jalan heheheee… 

2. Ide Orang lain yang Cukup Meyakinkan

Cara selanjutnya yang bisa kalian coba dan cara ini adalah cara pertama dan bahkan cara terkahir yang saya lakukan jika kehabisan ide “statistic pemikiran dalam keadaan 0%”, sebuah cara agak nyolong.

Tapi, bukan dalam artian nyolong mencuri karya orang. Saya bahasakan kita mampir melihat satu dua ide yang cocok dengan niche blog.

Dari satu dua artikel atau banyak artikel, kalian bisa mencari-cari satu dari sekian banyak artikel, sebuah artikel yang lengkap, detail atau paling tidak penulisannya lebih mendalam dari artikel lainnya. Jika, kalian tidak menemukannya. Alternatifnya berpindahlah ke artikel Bahasa asing.

Artikel Bahasa asing sendiri saat dicari sudah didukung oleh google, dukungan seperti tersedia tombol terjemah di atas link artikel. Klik bagian itu, hasilnya kalian bisa menemukan banyak sekali ide-ide yang bahkan belum ada yang menulisnya di Indonesia.

Ide-ide ini selanjutnya di kemas dalam Bahasa kita atau disesuaikan dengan gaya penulisan kita agar lebih singkrong dengan artikel-artikel dahulu yang sudah terposting.

Kebiasaan ini saya lakukan ketika saya benar-benar butuh bukan tiap waktu itu-itu terus saya lakukan. 

Mengapa!

Karna jika kita sudah keseringan melihat dan meniru ide orang, kadang yang terjadi kita sulit dan bahkan tidak berkembang khususnya dalam hal berpikir kreatif, memang kreatif jika memodifikasi karya orang tapi, jauh lebih kreatif jika kita punya ide sendiri.

Jika, kalian bertanya dimana saya mendapatkan ide artikel ini, dengan hormat saya mengatakan bahwa saya mendapatkannya dari pengalaman pribadi. 

Tapi, jauh-jauh hari saya sudah menulis banyak topik-topik seperti ini, bisa dikatakan bahwa ide ini adalah kesimpulan dari semua ide-ide yang saya tulis sebelumnya.

Yah! Walaupun awalnya saya selalu menggunakan metode ke dua ini, tapi lambat laun saya terus menulis dan saat ini saya sudah bisa menulis beberapa ide pribadi.

Begitulah pengalaman yang telah saya lewati selama beberapa bulan ini.

Disisi lain terkait mencari ide tulisan, kalian mungkin harus belajar memulai membaca buku, buku apapun itu yang ada dalam jangkauan dompet kalian. Karna ini dapat memperkaya kosa kata kalian, apalagi orang-orang yang menulis buku dan ia terbitkan, tentu mereka merupakan penulis yang sudah berhasil menghasilkan karya berdasar pengalaman. Kalian bisa mengutip atau paling tidak baca bukunya walaupun kadang kita merasa tidak ada tersimpan. Tapi, percayalah saat kalian menulis, kosa kata dan rangkain kalimat itu akan muncul dengan sendirinya.

“membaca adalah jendela dunia, yang pemandagannya bisa dirasakan dan bisa diceritakan kembali”

Kesimpulan 

Sebagai penulis artikel dari sini bisa ditarik kesimpulan bahwa kita bisa menulis apapun yang ada di hadapan kita bahkan jika, sesuatu itu tidak nyata atau hanya dalam imajinasi, tetap saja itu bisa ditulis dengan cara memperbanyak membaca agar makna abstrak itu bisa tersampaikan dengan gamblang.

Semakin seringnya kita belajar menuangkan ide dalam tulisan, itu suatu saat akan memudahkan kita merangkai kata menjadi lebih baik dan lebih memukau dibaca.

“Nggak mungkin kita menumpuk batu kedua sebelum kita menumpuk batu pertama”

Yah! Bisa di bahasakan bahwa kita nggak mungkin menulis dengan baik sebelum membaca dan belajar menceritakan sesuatu.

“Kumpulkan tumpukan itu hingga menjulang, nanti orang-orang akan melihat ke atas”

Semakin baiknya, semakin memukaunya dan semakin berkualitasnya artikel yang kita tulis, itu dapat mendatangkan banyak pengunjung, pengunjung yang melihat ke atas dan mengatakan bahwa inilah blog yang pantas di pandang dan pantas dikunjungi.


Hicul
Hicul Kenalkan saya "Kif" seorang blogger baru yang mengelolah blog Hicul.my.id dan saat ini aktif berbagi info menarik berdasarkan pengalaman Pribadi dan pengalaman membaca artikel Teratas.

Posting Komentar untuk "2 Sumber Ide Utama Saya agar Tetap Menulis"