Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

4 Tips Menemukan Gaya Menulis Artikel – versi Pemula

 Dari zaman dulu sampai zaman now penulis awam khususnya blogger pemula yang saat ini berkarya. Mereka yang saat ini berusaha menulis dengan orisinil. Namun, mereka tidak memiliki pendirian dan tidak memiliki karismatik dalam menulis, mereka inilah disebut-sebut sebagai orang awam di dunia ngeblog dewasa ini.

Tapi, ini akan berakhir suatu saat jika mereka terus belajar, terus menulis, dan terus memperbaiki kesalahan mereka dalam menulis artikel. 

Baca Juga: 4 Gaya Penulis Artikel yang Harus Anda Ketahui - Versi Pemula

Memiliki style atau gaya menulis yang mudah dikenali pembaca tentu adalah hal yang di inginkan oleh setiap dari kita yang ingin dikenal atau istilahnya kita punya tinta pena yang dikenal.

Tapi, menginginkan sesuatu itu tidak akan terwujud, jika hanya duduk menonton dan membayangkan kita akan berhasil. Tentu tidak. ini seperti kita ingin membentuk otot di tempat gym, tapi kita hanya duduk melihat barbell tergeletak di sana. 

Yah! Menginginkan sesuatu itu butuh pengorbanan waktu dan tenaga, sebagai bukti kita menginginkan hal tersebut. 

Kebisaan yang satu ini yaitu menghayal dan hanya ingin saja termasuk kebiasaan orang pemalas dan kebiasaan orang yang sering ngelantur. 

“kita tidak akan pernah tau apa yang terjadi setelahnya, kecuali kita melakukan sesuatu untuknya”

Jadi, untuk menjadi special atau ekspert dalam bidang menulis sebenarnya tidak didapat sejak lahir dan tidak didapat lewat bersantai menunggu hal itu datang.

Akan tetapi menjadi special dalam dunia menulis itu, hanya bisa didapat lewat usaha dan latihan terus-menerus. Hingga, suatu waktu tulisan kita benar-benar special dan hanya kita yang memilikinya, artinya gaya menulis kita berbeda dengan orang lain dan itu menjadi tanda tangan yang tidak serupa dengan tanda tangan orang lain. 

Setiap dari kita yang menemukan gaya menulis adalah penulis yang berhasil. Menjadi sepesialisasi dalam menulis membuat diri kita, bisa menghasilkan karya tulis yang unik, khas dan istimewa di mata orang.

Lalu, bagaimana kita menemukan gaya menulis special itu!

Simak tipsnya di bawah ini:

4 Tips Menemukan Gaya Menulis Artikel – Versi Pemula

Menemukan gaya menulis pada dasarnya dapat dilakukan lewat beragam cara. Khusus artikel ini kami akan membagikan empat cara yang mungkin dan bahkan berhasil membawa kalian menemukan titik special itu:

1. Membaca dan Mencontek Penulis Lain

Tips pertama yang perlu dilakukan sebagai pemula adalah membaca dan mencontek artikel orang lain. dengan catatan, Karya tulis yang kita baca dan contek itu harus sesuai dengan niche blog atau paling tidak itu dapat menjadi pendukung, khususnya saat kita bingung menyusun kalimat. Apalagi sebagai seorang pemula yang notabenenya masih meraba-raba dan mencari-cari gaya menulis.

Ada sebuah ungkapan menarik yang pernah saya baca bahwa setiap penulis itu adalah anak dari para penulis sebelumnya. Artinya sebagian besar atau keseluruhan sang penulis professional itu sebelum memiliki gaya dan style menulis, mereka awalnya belum memiliki gaya menulis sendiri. Tapi, seiring dengan berjalannya waktu dan keseringan mereka belajar gaya penulisan dari berbagai penulis terkenal. Ya! Hasilnya adalah mereka telah menemukan gaya yang khas dan unik bagi diri mereka sendiri.

Oleh sebab itu, sebagai pemula dalam bidang menulis, kita boleh mencontek dan meniru beberapa gaya menulis orang, khususnya mereka yang sudah ahli dan sudah lama bergelut di bidang tulis-menulis. Sebab, disanalah kita mencari pazel-pazel gaya menulis.

Ada sebuah istilah yang sangat bagus untuk diingat yaitu ATM artinya: Amati, Tiru, Modifikasi. Pertama-tama kita mengamati tulisan orang-orang tertentu, kemudian meniru beberapa point yang mungkin cocok dengan gaya kita menulis dan terakhir buatlah kalimat artikel orang lain menjadi versi Bahasa kita sendiri, dalam artian maknanya sama tapi, cara penyampaianya berbeda.

Dari cerita saya sendiri sebelum lumayan lancar menulis, saya awalnya juga masih sangat awam dengan gaya menulis dan bahkan setelah saya menulis satu artikel, saya merasa ada yang kurang pada artikel tersebut. Yah! Mungkin saat itu saya masih kekurangan kosa kata dan belum memahami dengan jelas cara menulis artikel. Istilah kasarnya saya payah merangkai kata.

Tapi, dari titik awal itu saya mulai mencari cara untuk solusi, solusi untuk menulis dengan baik dan benar serta itu bergaya khas. Yah! Dari sini saya mungkin butuh waktu cukup lama, sampai saya benar-benar memiliki potongan pazel-pazel gaya menulis dan saat ini saya masih perlu banyak belajar.

Nah! Lewat kebiasaan jatuh bangun menulis dan berusaha mengumpulkan pengalaman baru, kita semua akhirnya akan menemukan klise yang utuh, sebuah klise yang menggambarkan gaya kita menulis – seperti apa. Karna hal baru itu sebenarnya tidak muncul begitu saja, tetapi itu adalah hasil perpaduan dan kombinasi segala hal yang pernah kita pelajari sebelumnya.

“jangan takut melihat dan mengatakan karya saya hancur sebab disanalah bagian yang perlu diperbaiki”

Masalah yang biasa muncul bagi penulis pemula, yang tidak sabarang, kadang mereka sangat menggebu-gebu ingin seperti penulis terkenal dan berusaha meniru sedapat mungkin agar sama dengan sang penulis tersebut. Tapi, sayangnya mereka tidak mampu meniru tulisan tokoh idamannya.

Mengapa?

Sebab kita tidak mungkin memiliki karkter dan pengetahuan yang sama dengan orang itu. Sederhananya mereka menulis berdasar apa yang pernah ia lihat dan kita juga menulis berdasar apa yang pernah kita lihat. Jadi, kita harus pintar-pintar mengambil apa yang sesuai dan apa yang tidak sesuai dengan gaya menulis kita. 

“meniru bukan berarti men-copy”

2. Konsisten dan Tekun Menulis

Hal yang tidak pernah berubah dalam hukum kesuksesan yaitu konsistensi dan ketekunan menulis, yang mana balasannya, lambat laun pasti kita dapatkan dan hukum ini juga berlaku dalam dunia tulis-menulis, khususnya dunia blogging.

Hasil yang benar-benar ada, itu bersumber dari ketekunan menulis bukan mati-hidup, mati-hidup menulis. Hari ini nulis, pekan depan baru nulis dan bulan depannya baru nulis lagi, pantas tidak berkembang-kembang. Selalu mengulang, mengulang, dan mengulang. Seharusnya sudah berjalan lebih jauh. Eh malah kitanya yang menghambat perkembangan itu.

Memang konsistensi menulis itu butuh perjuangan. Sehingga, untuk berjalan di atas jembatan itu, kita butuh semangat dan alasan yang jelas saat menulis. Sebab, menulis tanpa alasan atau pun tujuan dapat membuat kita buta arah saat menulis. Analoginya, kita berjalan di atas jembatan gantung Bersama dengan kabut tebal di depan mata, adanya kabut itu dikarnakan kita tidak pernah berpikir untuk menghilangkan kabut itu agar perjalanan yang kita tuju jelas menderang. Bukan asal terobos sana, terobos sini, genjot sana sini dan hasilnya auto serampangan menulis.

Ketekunan sendiri adalah kekuatan utama yang penting buat kita pegang, apalagi persaingan sangat ketat di tahun 2021, entah kapan dan dimana kita akan menang. Tapi, yang terpenting ketekunan akan membuahkan hasil. 

Namun, masalah yang sering di dapati khususnya soal ketekunan itu adalah cara pengambilan tidakan pemula, yang kadang keliru dan salah dalam mengambil langkah. Untuk itu, ada cara yang mungkin bagus kalian coba agar kalian konsisten menulis.

Pertama-tama catat dan ingat baik-baik apa yang akan kalian lakukan besok dan itu hanya satu jadwal, satu aktivitas, satu kebiasaan yaitu menulis artikel. Menulis dalam artian bukan menulis satu dua artikel perhari sebab ini berat dilakukan pemula. Jadi, menulis yang saya maksudkan adalah menulislah satu dua paragraph dan itu tiap hari dilakukan terlepas kalian menulis pagi, siang, sore ataupun malam, itu tergantung situsi dan kondisi, yang penting kalian menulis di hari itu.

Lakukan kebiasaan ini secara rutin selama beberapa pekan atau beberapa bulan, sampai menulis adalah sesuatu yang harus dilakukan, dalam artian saat itu kalian menganggap hidup ini hambar jika, sehari tanpa menulis.

Nah! Lewat cara ini kalian tidak akan terbebani dalam menulis dan bahkan kegiatan menulis itu menjadi kebiasaan sehari-hari, yang awalnya kalian menganggap kegiatan menulis adalah hal yang membosankan dan sekarang kalian menganggap kegiatan menulis adalah kegiatan yang menyenangkan.

“before after-nya beda”

Cara ini kita lakukan karna kita tidak akan pernah tau nikmatnya menulis sebelum kita benar-benar menulis dalam waktu yang lama. Begitupun orang yang rajin membaca terlihat membosangkan jika dipadang-pandang dan disisi lain mereka memandang kita orang membosangkan sebab kita hanya berbincang-bincang dengan omong kosong yang tidak berbobot. Yah! Masing-masing mengungkapkan kata membosangkan. Tapi, kenyataannya tidak demikian jika, kita sudah menyelam lebih dalam dari apa kelihatannya - apa yang dirasakan sang pembaca dan sang penulis.

“susuh bukan berarti susah dikerjakan, mudah bukan berarti mudah dikerjakan, sebab kita hanya menerka-nerka tanpa tau apakah itu susuh atau itu mudah dikerjakan”

3. Tetap Menjadi Diri Sendiri

Point yang sangat sering terbesik dalam pikiran, itu adalah siapa saya, mengapa saya menulis, mengapa saya melakukan ini, mengapa saya berpikir seperti ini dan mengapa saya merasakan hal ini.

Semua gumangan yang ada dipikiran kita, sebenarnya itu adalah diri kita sendiri yang menilai dunia luar dan ini yang membedakan diri kita dengan lainnya. 

Sebagai penulis yang memiliki pengetahuan awal atau sebuah pengalaman hidup bukan pengalaman menulis. Tentunya kita masing-masing memiliki perbedaan mendasar dalam berpikir dan bertindak, khususnya mengambil keputusan dalam menulis artikel. Itu semua akan menggambarkan diri kita sebenarnya dan itu tidak boleh di lawan, sebab besar kemungkinan tulisan kita akan kacau balau.

Mengapa Ini terjadi?

Pertama tindakan kita bertolak belakang dengan kepribadian kita dan yang kedua kita memaksakan ritme tulisan orang, sama dengan ritme tulisan kita.

Meskipun kadang dalam arus informasi dan banyaknya penulis berbakat di internet dapat menghipnotis. Hingga, kita terpukau dan ingin seperti mereka. Yang terjadi malah sebaliknya.

Gambarannya seperti: Cat dinding ini tidak cocok dengan cat dinding rumah kita. Artinya gaya mereka belum tentu cocok dengan gaya mereka. 

Misalnya kita aslinya penulis jenaka, lucu, periang, dan kocak dengan emotikon. Tapi, saat bersamaan kita melihat tulisan yang detail, tersusun, terstruktur dan serius. Eh! Kita malah mencoba meniru gaya menulis mereka. Terjadilah ketidak singkronan ekspektasi dan kenyataan dikarnakan itu bukan gaya kita menulis. Tulisan yang diharapan mendetail dan berkesan serius malah menjadi rada-rada kocak dan tidak pada tempatnya. Istilahnya kita menulis stengah-tengah. Serius nggak, lucu nggak.

Menulis dengan gaya kita bukan berarti kita tidak akan naik daun, sebab dalam rak-rak buku di garmed sendiri terdapat banyak tipe penulis yang serupa dengan gaya kita. Hanya saja mereka sudah bestseller dan kita masih memulai.

“tangga itu bersusun, nggak mungkin kita melewati tangga kedua, sebelum kita menginjak tangga pertama dan itu butuh kesabaran untuk menaiki tangga berikutnya”

4. Jangan Terlalu Terdikte Oleh Karya Orang

Tips yang termudah agar layar monitor terisi tulisan adalah dengan mencari info dan topik yang sesuai dengan judul artikel kita. Ya! Ini masuk akal dan boleh dilakukan. Tapi, pengambilan konteks atau isi artikel orang, khususnya artikel yang memiliki gaya penulisan, tentu bagi pemula itu sangat bagus untuk di contoh dan di duplikat ke artikel.

Namun, kenyataannya yang kita tulis itu, tidak sesuai dengan gaya pribadi kita. Sehingga, tulisan yang kita buat kesannya agak memaksa, istilahnya artikel kita tampak kurang alami dibaca. 

tindakan seperti ini, berawal dari kekaguman kita terhadap penggunaan kosa kata sang penulis seperti, kehebatan mereka menggunakan kata ganti: saya, aku, gue, elu, kita, kami, sobat, dan masih banyak lagi. Mereka telah membuat kita terpukau dengan penggunaan diksi yang tepat sasaran itu. 

Memang melihat orang menulis dengan gaya yang mumpuni, sudah tentu berkesan khas sebab mereka sudah terlatih dan sudah menemukan gaya mereka dalam menulis. Sehingga, dengan mudahnya mereka membolak-balikkan kata dan menatanya dengan rapi.

Berbeda dengan kita yang sangat baru menulis, notabennya minim kosa kata, minim pengetahuan, minim pengalaman dan semuanya serba minim. 

Kesalahan yang sering saya lakukan saat menulis itu adalah kesalahan, terlalu focus dengan gaya menulis orang lain tanpa memperhatikan apakah diksi saya cocok dengan topik artikel. Sehingga, saat itu saya lebih focus merangkai kata yang bagus tapi, melenceng dari pembahasan artikel. Jadinya, artikel yang saya buat tidak memiliki kepribadiannya sendiri. 

Dari titik itu, saya kembali berpikir dan berusaha agar diksi artikel dengan pribadi saya menulis bisa senafas dan sejalan bukan saling bertentangan. 

“menulis bukan berarti kita mengambil kepribadian orang dan membuang kepribadian kita sebab itu dapat menghilangkan jati diri kita sebagai penulis”


Kesimpulan

Gaya menulis merupakan ciri khas yang spesial yang dimiliki sang penulis dan itu dikenali lewat tinta pena-nya. semakin jelas pribadi kita dalam menulis, semakin jelas pula ciri khas kita dalam menulis. mengapa demikian hal ini terjadi. Jawabannya adalah kita sudah mampu menyingkronkan kepekaan hati dengan logika berpikir, sehingga, saat menulis artikel, yang tertuang adalah gaya kita yang sebenarnya.

untuk, memperkaya keperkaan hati dan memperkaya logika berpikir kita harus belajar. dimana kita belajar merasakan hal seperti suasana di lingkungan kita, suasana ditulisan kita ataupun suasana tulisan orang lain. artinya kita seolah-olah merasakan sesuatu itu dan bisa digambarkan. sebihnya, kakayaan logika berpikir bisa bertambah, bertambah lewat keseringan kita membaca dan memahami tulisan yang ada di artikel ataupun yang ada di dalam buku. 

mereka yang kaya akan cita rasa dan ilmu pengetahuan, mereka dapat menghasilkan karya yang mengaggumkan. sebab, kemampuan mereka dalam merangkai kata sudah ter-asah. yang mana mereka sudah melewati banyak try and error dalam menulis.

Sekarang giliran kita sebagai pemula untuk meyelam ke dasar dan mencari mutiara-mutiara yang tersembunyi di kerang, sebuah mutiara yang indah dipandang mata dan memiliki nilai yang mahal untuk di miliki. mutiara itu adalah gaya menulis kita yang spesial.


Hicul
Hicul Kenalkan saya "Kif" seorang blogger baru yang mengelolah blog hicul.my.id dengan blog cat4tan.blogspot.com dan saat ini aktif berbagi info menarik berdasarkan pengalaman Pribadi dan pengalaman membaca...

Posting Komentar untuk "4 Tips Menemukan Gaya Menulis Artikel – versi Pemula"