Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

3 Tips untuk Menulis artikel yang Lebih Kreative

ledakkan bom terjadi tepat tanggal 28 maret 2021 dini hari. sebuah pesan singkat yang saya dapatkan lewat status whatsapp teman, ledakkan yang terjadi di gereja makassar pada siang hari.

kecemasan publikpun menyebar dan saya merasa ini adalah jalur konyol untuk menyampaikan aspirasi.

Sebuah kejadian yang tak saya sangka terjadi, mungkin ini termasuk kekonyolan orang yang mangalami stress, yang menurut saya ini tidak masuk akal. Semoga kita tidak sampai hati ingin melakukan bom bunuh diri saat stress, khususnya stress karna blog tidak berkembang-kembang hehehee…

Oke kembali ke topik bahasan…

Yah! Menulis…

Menulis khususnya menulis kreative untuk sekarang bisa dikatakan persaingan cukup ketat dengan ditandai banyaknya penulis dan karya yang sudah dipablis dimana-mana. Jika, di pikir-pikir lagi kita untuk saat ini cukup kesulitan membuat sesuatu yang benar-benar unik dan berbeda, apalagi kita ingin menjadi penulis kreatif yaitu seorang penulis yang ingin tampil unik dan berbeda dari penulis lainnya.

Yap! Tahun 2021 termasuk tahun beratnya kompotisi, terlepas apapun itu kompotisinya, apakah menulis novel, cerita pendek, fiksi ilmiah, atau mungkin dalam urusan blogging. Semua sudah tampak tidak seperti dulu lagi Hhmm…

Namun, kita tidak perlu teralalu cemas akan hal tersebut sebab Semakin dipikir maka kita semakin stress, dari stress tambah stress. Stress boleh saja, yang penting tidak sampai melakukan bom bunuh diri hehehee…

Jadi. Apa boleh buat kita lahir di tahun dan di zaman ketatnya persaingan menulis kreative. Tapi jangan kahwatir. 

ada point yang perlu kita ketahui, point bahwa tidak ada penulis kreative yang bekerja persis sama. Sekalipun judul atau topik yang mereka bahas sama, namun Teknik penulisannya tidak mungkin sama. walaupun kita mampu mengumpulkan puluhan, ratusan atau bahkan ribuan penulis kreative dan saat bersamaan kita memberi mereka sebuah tugas untuk menulis topik tertentu, setelah dicek—percek, hasilnya, kita tetap tidak menemukan karya tulis yang persis sama.

Kalian tahu, apa yang menyebabkan hal tersebut. Yap. Kepribadian dan pengalaman hidup mereka. Sebagai contoh kita pergi Bersama seseorang di pingir danau dan sama-sama melihat danau, besar kemungkinan orang disamping bisa saja melihat pemandangan yang berbeda. dimana kita melihat danau yang airnya sangat jernih ditemani ikan hias nan cantik dan disisi lain orang disamping melihat kenangan masa muda yang nan bahagia.

Mengapa ini terjadi?

Sebab ia sudah tua hehehe…

Maaf, maksudnya inilah yang disebut sebagai naluri keunikan manusia.

Lalu, bagaimana caranya agar kita menulis lebih kreative lagi!

Simak beberapa inspirasi yang mungkin bisa mengubah pemikiran kreative kalian:

3 Tips untuk Menulis artikel yang Lebih Kreative

1. Belajar pada yang terbaik bukan meniru

Merupakan point penting bagi kita menjadi penulis untuk mencari contoh, mencontoh dari yang terbaik dan layak untuk dijadikan panutan khusus yang sesuai dengan genre kepenulisan. Pada bagian mencontoh atau meninjau karya tulis orang lain, dapat sangat berguna agar menambah pengalaman kita menulis seperti perbaikan kosakata dan penggunaan diksi dalam artikel sendiri.

Kekeliruan yang biasa kita lakukan dalam menulis, yang kadang kita menulis dengan menganggap karya tulis sudah bagus di mata sendiri. Memang terlihat bagus di mata sendiri jika alat ukurnya tidak ada. Karna alat ukurnya itu sebenarnya adalah karya tulis yang lebih baik dari karya tulis kita, sebuah karya yang jauh diatas skill kepenulisan sendiri.

Sehingga, penting buat kita penulis pemula mencari contoh terbaik dari yang terbaik.

Contohnya: tulisan saya bergendre blogging, maka saya mencari penulis-penulis yang bergendre sama dan mereka sudah berpengalaman lebih dari saya dan keterlihatan pengalaman seseorang itu dapat diamati lewat keahlihan mereka dalam merangkai kata.

Semakin hebat dan lihai seseorang dalam merangkai kata, garis lurusnya itu sebanding dengan pengalaman kepenulisan. Begitupun sebaliknya mereka yang masih acak-acakan dalam penempatan kata pada artikel, ini sejalan bahwa mereka masih pemula.

Jadi, lihatlah karya tulis mereka sebab mentor itu penting untuk diri kita agar dengannya kita mampu untuk terus bergembang. Disisi lain sebelum seperti sekarang, mereka pun saat di awal-awal menulis, sering belajar dari orang sebelum-sebelumnya yang lebih baik dari mereka. Jadi, giliran kitalah sebagai pemula untuk belajar dari mereka.

Mencontoh karya tulis orang yang lebih dari kita. Menfaatnya kita akan awet muda heheee… maaf iklan.

Maksudnya kita lebih mampu menulis kreatif, dengan mengasah ide, gaya dan sudut pandang orang. Denganya kita mampu melihat hal berbeda dan menfilter karya tersebut ke versi kita sendiri.

“mencontoh bukan berarti meniru, apalagi mencopas – anti copas”.

2. Temukan lingkungan kreative itu

Menemukan lingkungan kreative memang bukanlah hal yang kadang datang sendiri dan Kandang pula datang karna didatangi, sebagi contoh lingkungan yang kita datangi seperti keluar rumah untuk jalan-jalan dan mencari suasana baru, sebuah suasana yang dapat mengembangkan pola pikir akan adanya hal baru.

Keberadaan lingkungan yang kreative sendiri bagi pemula, termasuk hal yang susah-susah-gampang. Tapi, jangan khawatir hal ini bisa kita lakukan dengan bersantai dan membayangkan lingkungan baru itu dengan berfantasi di atas Kasur yang empuk.

Bisa dikatakan kita sedang mengimpikan dunia nan luas, dunia dimana kita belum pernah kesana, dunia yang penuh dengan ide baru, dunia yang ingin didatangi tapi tidak bisa ke sana, sebuah fantasi hidup yang layak dibayankan. mungkin ini berkesan aneh bagi kebanyakan orang. Yah mungkin!

Hhmm… yah saya sendiri mengakui hal ini agak terdengar ganjil. Tapi, sebagai pemula bagi saya ini adalah satu-satunya jalan pintas berpikir kreatif tanpa keluar biaya hehaha..a…

Cobalah lakukan berbeda ini seperti yang di ungkapkan Frank Baum di Scarecrow of Oz 

“If you do what you’ve always done, you’ll get what you’ve always gotten”

Artinya: 

"Jika Anda melakukan apa yang selalu Anda lakukan, Anda akan mendapatkan apa yang selalu Anda dapatkan"

Jadi, kita sekarang akan melakukan perbadaan berpikir.

Kebiasaan ini saya lakukan ketika lagi malas keluar rumah atau lagi kurang modal untuk pergi jalan-jalan ke taman. Saya biasa istilahkan santai tapi serius.

Kebanyakan kita sebagai penulis yang umumnya ugal-ugalan menulis dan keburu ingin menyelesaikan satu artikel yang hasilnya ternyata diluar ekspektasi. 

Mengapa! 

Sebab kitanya yang tidak memberi ruang dan nafas agar otak kita lebih longgar berpikir. 

“menulis itu tidak seharusnya terlalu diseriusi jika memaksa, kita perlu santai sejenak dan mengambil jeda tertentu"

Teknik yang cukup bagus diterapkan saat menulis adalah melihat apa yang orang lain lihat dan memikirkan apa yang orang lain tidak pikirkan. Artinya kita melihat karya yang sama tapi dari sudut pandang yang berbeda.

contohnya orang-orang di kebung binatang menggambar singa di dalam gua sedangkan kita bisa mengambil sudut yang berbeda dengan menggambar pandangan singa ke orang-orang yang melihat singa di gua. Beda bukan! Yang mana kebanyakan orang menggambar singa di dalam gua, lalu kita menggambar apa yang dilihat singa yaitu kita dengan pose menggambar sang singa – tidak banyak orang yang memikirkan sudut ini.

3. Sekali-kali kita menulis bebas

Teknik menulis bebas adalah praktik dimana kita menulis tanpa persiapan, menghasilkan karya yang dengannya kita tidak memikirkan struktur, garis besar, catatan, ataupun hal-hal yang berkaitan dengan aturan penulisan. Sederhananya kita menulis sesuai dengan apa dipikiran tanpa ada aturan yang mengekang. 

Jadi, pada zona menulis bebas ide yang dianggap tidak berguna bisa ditulis, apapun itu. Biarkanlah inspirasi dalam otak kita yang mendikte proses penulisan artikel.

Kebiasaan menulis bebas sendiri dilakukan untuk menfokuskan diri pada peningkatan kreativitas dan penyempurnaan Teknik menulis. 

Jadi bisa dikatakan bahwa menulis bebas adalah cara terbaik buat kita dalam menemukan ledakan inspirasi, yang mungkin tidak pernah direalisasikan sebelumnya.

Pun ini juga adalah cara terbaik bagi pemula dalam melakukan berbagai uji coba dan belajar menemukan letak kesalahan menulis sekaligus apa yang perlu dipertahankan.

Mungkin lucu jika saya mengatakan, sekarang saya menulis artikel tanpa rencana atau saya menulis bebas. 

Yah! Saya masih dalam tahap belajar.

“sebagian besar hal penting di dunia ini dicapai oleh orang-orang yang terus mencoba, walaupun tampaknya tidak ada harapan lagi”

Kesimpulan

Menulis kreative bisa dianggap sesuatu yang digadang-gadangkan butuh proses yang tidak didapat semalaman atau didapat di siang bolong ataupun didapat sejak lahir.

tapi, menulis kreative itu bisa didapat dengan terus mencoba dan memperbagi diri agar menjadi versi terbaik diri sendiri.

kita tidak mungkin menghilangkan kepribadian dalam manulis sebab itu bahan dasar kita. namun, karakter bisa dibentuk sebab itu ukiran kepribadian kita, sebuah ukiran yang didapatkan lewat berbagai pelajaran dan tantangan yang terlewati.

misalnya bahan dasar kita adalah kayu, yang tampaknya tidak begitu kuat seperti besi. tapi ada kalanya kaya bisa dihargai lebih dari besi, disaat kayu tersebut dipahat dan dipoles sedemikian rupa, hingga layak memiliki harga yang jauh lebh tinggi ketimbang besi yang tidak pernah ditempa sama sekali, pun besi akan berkarat dan tidak memiliki harga dan nilai sama sekali.

jadi, pribadi adalah sesuatu yang dibawa sejak lahir, apapun pribadi kita, apapun bahan dasar kita, semua harus diterima. saya punya pribadi yang payah dalam berpikir dan saya menerima itu. namun saya akan terus memperbaikinya dari atas permukaan.

itu sebabnya tidak ada pendidikan keperibadian, yang ada pendidikan karakter sebab karakter bisa dibentuk lewat pendidikan dan ini mampu menutupi kekurang keperibadian seseorang.

Hicul
Hicul Kenalkan saya "Kif" seorang blogger baru yang mengelolah blog Hicul.my.id dan saat ini aktif berbagi info menarik berdasarkan pengalaman Pribadi dan pengalaman membaca artikel Teratas.

Posting Komentar untuk "3 Tips untuk Menulis artikel yang Lebih Kreative"