Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

3 Cara Menyusun Artikel Blog Yang Baik Dan Nyentrik

 Saat pertama kali kita memulai sebuah blog, kita tidak benar-benar tahu cara membuat postingan yang baik, kita bahkan tidak tahu apakah ide tulis di blog menarik. Namun, lambat-laun setelah sekian lama kita menulis pada akhirnya kita udah memiliki cara tersendiri menulis dan Menyusun artikel.

Sudah tidak terasa saya sudah menulis lebih dari 60 postingan sampai sekarang dan hingga saat ini, saya telah menyadari bahwa penggunaan kerangka atau struktur dalam penulisan artikel ternyata sangat penting dan sangat membantu, yang mana kerangka artikel mempermudah saya dalam proses menulis. 

Namun, tidak jarang dari kita menulis tanpa memikirkan struktur atau susunan penulisan artikel, sekalipun beberapa diantara kita tidak memikirkan sama sekali susunan artikel, namun tetap saja sebuah karya tulis dapat tercipta.

Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagai penulis dalam dunia online atau seoarang penulis ulung yang lahir sebagai pemula, umumnya kita selalu melakukan uji coba dalam penulisan artikel dan bahkan tidak sedikit yang hanya sekedar menulis dan kemudian artikel. Pada akhirnya tidak ada seni dalam penulisan artikel.

Jika, kamu termasuk dalam orang yang hanya menulis, lalu memposting, dan membiarkannya bergitu saja. Maka tidak diragukan lagi bahwa kamu tidak akan pernah berkembang “sama sekali”.

Untuk itu, kita perlu merubah kebiasaan, sebuah kebisaan yang suatu saat nanti menjadi boomerang buat diri kita sendiri, suatu masa dimana kita menyesal di akhir cerita.

Tentunya kita tidak ingin merasa menyesal di akhir cerita, apalagi diawal kita sudah punya niat untuk berhasil dalam dunia blogging. 

Nah! Khusus di hari yang cerah ini, saya ingin menanyakan sesuatu penting yaitu:

Apakah kamu sudah menemukan cara mengatur susunan artikel.

Jika, belum berarti kamu masih benar-benar baru dalam dunia blogging. 

Jadi, tidak ada salahnya kamu membaca dan melihat beberapa saran penyusunan artikel, suatu saran yang saya rangkum berdasar pengalaman menulis selama beberapa bulan. Yah! Walau mungkin belum bisa dipastikan bagus, paling tidak nggak ada salahnya mencoba.

Simak!

3 Cara Menyusun Artikel Blog Yang Baik Dan Nyentrik

Beberapa cara yang saya tulis di bawah ini adalah cara saya sendiri, cara dimana saya dapat dari pengalaman menulis selama 6-bulan lalu. 

Meskipun bukan yang terbaik dari yang terbaik, tapi setidaknya saya sudah mendapat manfaatnya. 

Yah! Saya mungkin masih termasuk pemula, yang masih belum sempurna dalam menyusun tulisan, tapi saya percaya susunan yang saya bagikan nanti akan membantu kamu merapikan tatanan artikel.

Percayalah!

1. Cara umum atau cara formal

Pada dasarnya penulis artikel secara umum tersusun atas tiga bagian yaitu pembuka, isi dan penutup atau kesimpulan.

Cara yang umum yang biasa kamu dapati di hampir semua tulisan, cara umum cukup popular dan lumayan bagus diterapkan dalam artike, yang mana ide pokok atau garis besar artikel dibuat secara mencolok dan mudah dikenali oleh banyak orang, sebab kita sudah sering melihatnya.

Tapi, bagi saya untuk cara formal, nampaknya saya rasa ini terbilang cukup kaku jika diterapkan dalam penulisan blog. “pendapat pribadi”

Mengapa!

Karna bagi saya penulisan artikel dengan susunan umum membuat kita terkekan pada aturan, aturan yang menekan inspirasi dalam sebagai penulis lepas atau penulis bebas. 

Tapi, dalam segi kelengkapan tentunya penyesunan artikel dengan bentuk formal cukup detail dan bagus dalam menerangkan topik artikel secara gamlang. 

Tapi, jika kamu cukup lihai menggunakan struktur penyusun formal. Percaya atau tidak kamu dapat menulis artikel yang rapi dan mudah dibaca banyak orang, apalagi ide utamanya di munculkan secara tepat.

Jujur saya termasuk orang yang jarang menggunakan cara formal, kecuali sedang mendesak “mungkin”

Mengapa!

Sebab saya termasuk orang sering keluar dari konsep penulisan. Kebisaan ini sudah sangat lekat dengan pribadi saya dan sangat sulit saya ubah, jadinya saya jarang Menyusun artikel secara formal.

Lain ceritanya jika, kamu termasuk kategori orang-orang yang seperti saya. Yha! tidak ada salahnya kamu mencoba membuktikan cara formal – apakah cocok atau tidak cocok.

Tapi, saya lebih spesifikkan cara formal untuk orang-orang yang lebih kompoten dan lebih jeli dalam memerhatikantulisan mereka itu adalah orang-orang yang memiliki focus tingkat tinggi.

Nha! Lebih jelasanya sebagai berikut:

1. Pembuka

Paragraf umum 

paragraph khusus

kemudian alasan utama untuk membaca artikel

Catatan: bagian pembuka adalah bagian dimana kamu akan menulis dengan tingkat keseriusan level up dan memikirkan bagian pembuka adalah sajian utama dalam artikel. Nah! jika sajianya kurang memuaskan maka akan berdampak pada keluarnya calon pembaca dalam blog diawal waktu.

Tapi jika skenario pembuka artikel kamu menggugah atau cukup bagus untuk dibaca, maka besar kemungkinan pengunjung akan membaca artikel kamu lebih lanjut.

Beberapa detailnya:

Paragraf umum: paragraph yang berisi hal-hal umum yang bersifat umum dan diketahui oleh banyak orang atau saya istilahkan “pengetahuan umum”. 

Sehingga, kandungan pada setiap kalimat di paragraph umum mudah dikenali oleh para pembaca, sekalipun mereka adalah orang awam atau masyarakat biasa.

Paragraph khusus: paragraph yang menjadi pengerucut dari paragraph umum, yang mana ini menjelaskan detail-detail lebih lanjtu dari topik artikel.

Alasan utama dalam artikel: Nah! Di bagian pembuatan alasan, kita usahakan dapat singkron dengan topik dan masalah yang diahadapi para pembaca atau minimal kamu punya alasan untuk menulis artikel.

Jadi, secara keseluruhan bagian pendahuluan merupakan penentu artikel yang kita buat akan dibaca atau tidak dibaca sama sekali oleh pengunjung. Istilah bebasnya pendahuluan adalah “ujung tombak dari sebuah artikel”

2. Sub judul (isi)

Pengertian

Contoh

Manfaat

Pengalaman - Sentuh tipis-tipis kekurangan dan kelebihan

Pendapat 

Catatan: isi atau sub judul yang biasa kita kenal sebagai badan artikel adalah bagian penjelasan, yang menjelasakan apa saja yang didapatkan dalam artikel seperti pengetahuan baru, pengelaman baru, atau tips-tips tertentu dalam penyelesaian persoalan hidup.

Beberapa detailnya:

Pengertian: sebelum kita menjelasakan sesuatu dengan panjang lebar, kita terlebih dahulu memberi pengertian dari topik bahasan artikel atau pengertian mudah pada sub judul artikel.

Di bagian pemberian penjelasan atau pengertian dari topiki artikel itu, tidak selamanya di isi dengan kata “adalah”, karna kamu bisa pula menggunakan kata: bahwa, merupakan, dimaksud, termasuk, secara umum, dikenal sebagai dan seterusnya. 

Bagi saya penggunaan kata selain “adalah”, menurut saya dapat memberi kesan yang tidak kaku dalam penulisan artikel.

Contoh: pada penggunaan kata “contoh” terkadang kita dapati kata “seperti atau beberapa di antaranya”.

Untuk pemberian contoh di artikel, kita tidak hanya sekedar menyebut apa-apa contoh dari artikel, yang hanya menggunakan satu kata saja. 

Ada baiknya kita memberi penjelasan secara lengkap fenomena-fenomena yang terkait topik artikel.

Manfaat: Perangkum sub artikel ditulis, yang merangkum segudang manfaat yang didapatkan pengunjung setelah membaca artikel kita. 

HhMm…. Mungkin sudah menjadi pengetahuan umum bahwa alasan para pembaca datang berkunjung di blog kita, tidak lain adalah ingin mendapat manfaat.

Pengalaman: yah! Ini bagian penting, suatu bagian yang menurut saya sangat mudah saya tulis, apalagi saya lebih tertarik menulis pengalaman pribadi dalam artikel, dimana kita akan meceritakan pengalaman-pengalaman pribadi seperti pengalaman kita saat menghadapi masalah yang serupa dengan pengunjung.

Masalah yang biasa timbul pada penulisan pengalaman yaitu tidak adanya pengelaman hidup yang bisa kita bagikan.

Jangan khawatir kamu bisa menggunakan cara lain yaitu:

Alternatifnya yaitu kamu bisa mengambil data atau pengalaman orang lain seperti pengalaman sang penulis dalam blog mereka sendiri, cara penulisannya sendiri hanya cukup menceritakan Kembali pengalamalan orang yang sesuai topik artikel kita.

Pendapat: pendapat sendiri menurut saya merupak tiang penyangga terkuat agar artikel tetap berdiri kokoh, tiang yang menguatkan kepercayaan pengunjung sekaligus mendukung pengunjung agar mengakuai kebenaran topik yang kita angkat.

3. Penutup

Kesimpulan 

Permohonan maaf

referensi

Catatan: tibalah kita di bagian akhir yaitu penutup atau perangkum atau garis-garis besar artikel. Menurut saya pada bagian penutup, seingat saya, saya hanya menulis kesimpulan dan permohonan maaf saja untuk penutup artikel.

Tapi, mungkin akan kedengaran lebih bagus jika kita menambahkan beberapa referensi agar artikel kita tampak lebih di percaya.

Disisi lain kita sudah menghargai karya tulis dari penulis sebelumnya.

2. Cara khusus atau cara unik

Penulisan artikel dengan cara khusus atau secara unik adalah penulisan artikel dengan mengikut pada struktur pembukaan, middle, dan Ending. Ya! Tampaknya ketiga point ini menyerupai susunan dari artikel umum.

Tapi, secara mendetail ini sama sekali berbeda dari yang kelihatannya.

Selengkapnya, berikut susunan article yang dibuat khusus:

Pembuka/Beginning: ceritakan situasi dan kondisi awal, dimana kita menceritakan apa yang baru saja kita lakukan, kemudian tetapkan tujuan yang ingin dicapai atau target dari penulisan artikel dan terakhir tulis tantangan apa yang kita dapatkan saat mengambil keputusan atau tantangan Ketika kita memilih target tersebut. Yah! Bisa dikatakan “apa konsukuensi keputusan kita”

Nah! Pada bagian Beginning kita akan meletakkannya diawal artikel, sehingga, Beginning ditulis sebagai hidangan pembuka pada artikel.

Middle: kita menulis proses dan Langkah-langkah yang ditempuh dari saat kita sudah memutuskan, Bahasa sederhananya adalah proses apa yang kita tempuh selapas mengambil keputusan.

Ending: bisa dibahasakan final dari sebuah cerita atau ending cerita. 

Bagaimana kita mengakhiri cerita atau bagaimana cara kita mengakhiri artikel seperti apa-apa yang terjadi pada setelah Pengambilian keputusan, kemudian setiap masalah dan solusi ataupun catatan kecil tulis sebagai saran artikel

Untuk Penyusunan article secara khusus itu seolah-olah kita seperti menulis artikel secara full naskah tanpa diikuti embel-embel sejenis sub bab.

Artinya kita hanya menulis dari awal sampai akhir tanpa memperlihatkan mana bagian Beginning, Middle, dan Ending.

Cara ini mengajarkan kita tentang bagaimana kita menulis artikel tanpa harus mengikuti arus kenoramalan. Suatu susunan yang hanya semata menulis seperti menceritakan pengalaman pribadi.

Yah! Susunan ini termasuk hal yang saya suka. Penulisan yang lebih memerlukan pengalaman sang penulis sebanyak 80%, namun tetap focus pada topik artikel.

3. Secara langsung

Secara langsung atau penulisan artikel tanpa memiliki struktur yang mengikat sama sekali, dalam artian kita langsung menulis apa saja yang telintas dalam benak kita.

Ketika kita menulis pada kondisi ini, kita menulis seperti sedang megikuti keinginan hati dan pikiran kita seolah-olah kita sedang di dikte oleh diri kita sendiri.

Jadi, pada dasarnya kita menulis seperti membabat rumput liar, apa yang kita pikirkan itu kita ambil. Tapi jangan salah, kita bukan berarti boleh keluar dari topik, hanya saja kita cukup bebas menulis apa saja dalam artikel, yang penting semuanya masih dijalur bahasan artikel.

Penulisan artikel dengan yang satu ini mungkin agak terdengar eksrim, tapi bagi saya inilah cara satu-satunya yang paling efektif agar kita mampu memaksimalkan inspirasi bisa mengalir begitu saja, sebuah gelomgang inspirasi yang memaksa kita menulis sekreatif mungkin tanpa perlu banyak memikirkan aturan-aturan penulisan artikel.

Yah! Seolah-olah kita sedang curhat di dalam tulisan sendiri. 

Masalah yang sering muncul jika kita terus memperuti isi kepala dan mengabaikan tujuan penulisan artikel saat penulisan, itu kita bisa saja menulis parangraf yang terlalu kepanjangan tanpa spasi, suatu spasi yang sangat dibutuhkan tapi malah terlupakan dan akhirnya tulisan kita terlihat membosangkan dengan padatnya paragraph yang berisi lebih 10 kalimat.

Perlu diketahui paragraph yang singkat pada setiap artikel berguna untuk memudahkan pembaca memahami point-point artikel tanpa harus berpikir panjang.

Untuk parangraf singkat sendiri itu mengandung 3 sampai 5 kalimat saja dan itu lebih mudah dipahami ketimbang paragraph yang terlalu panjang.

Coba aja kamu bandingkan yang mana lebih enak dibaca dan dipahami dalam artikel, apakah artikel dengan paragraph yang padat dan panjang atau artikel yang menggunakan paragraph yang pendek dan singkat.

Besar kemungkinan kamu akan merasa nyaman Ketika membaca artikel dengan paragraph yang pendek-pendek.

Mengapa?

Karna mata kita lebih mudah memilah Batasan-batasan yang perlu dipikirkan dan bagian-bagian yang perlu di lompati dan itu jelas dilihat pada artikel yang menggunakan paragraph pendek.

Dan Inilah yang membedakan kita sebagai seorang penulis di dalam blog daripada mereka yang menulis di buku-buku resmi yang isinya sangat kaku untuk di terapkan disini.


Kesimpulan

Menyusun artikel dari awal sampai akhir, semuanya membutuhkan focus tapi yang lebih di fokuskan adalah di bagian pembuka artikel terlepas bagaimana cara kita Menyusun artikel.

Fakta menarik jika kita sudah memiliki konsep dalam menulis atau tatanan Menyusun artikel, tentu kita sudah memiliki skill mengelolah dan mengahasilkan karya Tulis yang layak baca.

Bukanya melebih-lebihkan, tapi konsep penyusunan artikel punya peran tersendiri dalam memudahkan kita menulis artikel secara rapi dan mudah dibaca.

Bandingkan saja ruangan rak buku yang tersusun rapi dengan rak buku yang berantakan, mungkin kamu akan meresa stress saat melihat rak buku yang beratakan dan kamu akan kesulitan memilah barang yang kamu cari, anlogi ini tidak beda jauh dengan penyusunan artikel.

Yah! Walaupun di point ke tiga saya tidak memberi cara menata susunan artikel, sebab cara ke tiga berguna buat kamu untuk mengasah diri untuk menulis kreatif, yang mana bagian ke tiga kamu akan berlatih memikirkan hal-hal kreatif, yang suatu waktu kamu butuhkan untuk membuat artikel yang berkualitas.

Dan itu semua di mulai dari Latihan, Latihan dan Latihan… malas tidaknya kita Latihan Menyusun artikel, kita tetap belajar Menyusun artikel.


Mohon maaf jika terdapat kesalahan kata!

Karna untuk sekarang saya masih dalam tahap belajar! 

Tahap dimana saya focus memperbaiki penggunaan diksi dalam artikel.


Hicul
Hicul Kenalkan saya "Kif" seorang blogger baru yang mengelolah blog hicul.my.id dengan blog cat4tan.blogspot.com dan saat ini aktif berbagi info menarik berdasarkan pengalaman Pribadi dan pengalaman membaca...

Posting Komentar untuk "3 Cara Menyusun Artikel Blog Yang Baik Dan Nyentrik"