Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

3 Langkah Membuat Jadwal Rutin Menulis Artikel (Khusus Blogger)

 Hari pertama di awal bulan 1 ramadhan 1442 H adalah permulaan yang bagus buat kita meniti jadwal dan meringkus apa-apa yang bisa dilakukan di awal bulan.

Sudah tidak terasa saya sudah menulis dan membuat jadwal yang cukup rutin untuk menulis sembari mengejarkan draf skripsi untuk penyelesaian studi sarjana saya.

Saya sibuk “saya cukup sibuk di awal bulan”. Tapi, saya masih bisa mengimbanginya, sekalipun sekarang saya sedang mengawali puasa di awal bulan, yang kebanyakan orang menganggap bahwa “awal puasa itu sangat memberatkan”.

Saya cukup membenarkan beratnya kita di awal berpuasa, ini seperti lari marathon berjam-jam nonstop. Tapi, menurut saya pola pikir tersebut tidak sepenuhnya benar, bagi saya yang memberatkan pemicunya adalah anggapan kita bahwa awal puasa memang sangat berat dilaksanakan. 

Yah! Begitulah pemikiran Sebagian orang yang mengatakan bahwa awal puasa itu “berat”. Pemahaman bahwa puasa sangat berat dilaksanakan terjadi dikarnakan otak kita mudah menyerap isu-isu tersebut sekaligus membenarkanya tanpa berpikir.

Tapi, nyatanya saya sendiri cukup merasakan beratnya yang Namanya “puasa”. Alah-alah saya sudah termakan suasana dan info-info pendukung hehehee.

Lalu, apa yang kalian lakukan di bulan puasa ini, apa yang kalian lakukan di blog, apakah kalian mengambil Tindakan atau…

Duduk santai sembari mengetik dan focus menumpahkan ide baru dalam artikel, yang sebelumnya tak terpikirkan kejadianya bisa terjadi, terjadi bukan karna tidak ada jadwal. Tapi, terjadi sebab jadwal menulis sudah lekat dan sulit terpisah dari aktivitas harian dan sudah menjadi rutinitas harian.

Nah! Begitulah awal dari kepenulisan artikel yang kalian baca sekarang (artikel ini).

Untuknya! Saya ingin membagikan tips atau cara saya dalam membuat jadwal rutin menulis, sebuah jadwal sederhana yang bisa ditiru oleh siapa saja, sekalipun mereka seorang pemalas. Tidak bisa dipungkiri bahwa sang penulis sebelumnya yaitu saya adalah tipe pemalas ulung yang tercipta secara alami dari situasi dan kondisi yang meng-iyakan hehehee…

Jadi, sekarang inilah titik balik dari kemalasan saya berubah menjadi sekarang saya rajin “mungkin”.

Simak! 

3 Langkah Membuat Jadwal Rutin Menulis Artikel (Khusus Blogger)

1. Jadwal seperti Versi makan Harian

Jadwal dengan versi yang satu ini, saya khususkan mirip makan secara rutin seperti halnya kita terbiasa makan tiga atau empat kali dalam sehari.

Jadi, secara sederhana jadwal penulisan artikel dengan model makan harian mengikut pada jadwal makan kita setiap hari. Sehingga, jadwal penulisan artikel nanti dilakukan dari tiga sampai lima kali dalam sehari.

Pada pengerjaan satu artikel dengan vesi makan harian, saya kadang menulis artikel dari tiga sampai empat kali duduk, sampai pada akhirnya saya menyelesaikan satu dua artikel. Dari jumlah kata 300 sampai 500 kata dalam sekali duduk “cukup banyak bukan”.

Yah! Mungkin karna target saya untuk sekarang adalah mengejar penulisan kosa kata yang lebih banyak dari sebelum-sebelumnya. Seperti artikel yang satu ini sudah dua kali saya duduk santai menulisnya, tapi belum selesai.

Sisi baiknya jika kita mengikuti ritme menulis dengan versi makan harian yaitu Kita mampu memberi waktu lowong buat otak berpikir dan mengolah ide yang nanti dituangkan ke artikel.

Saya mengakui bahwa saya meresa nyaman menulis dengan jadwal versi makan harian sebab dampaknya saya tidak merasa terlalu stress Ketika menulis artikel. 

Kebiasaan menulis seperti ini saya lakukan jika sedang sibuk atau lagi tidak sibuk-sibuknya. Sehingga model menulis seperti makan harian dapat bekerja fleksibel terhadap apapun situasi dan kondisinya.

System penjadwalan dengan versi makan harian bisa dilakukan kapan saja, yang penting kita menyesuiakan mood dan kondisi kenyamanan Ketika menulis terlepas kita dalam kondisi senang maupun gusar, menulis di kondisi tenang seperti di pagi hari atau malam hari maupun di kondisi ramai seperti siang dan sore hari bukanlah penghalang buat kita yang ingin mengungkapan bahwa “saya tidak bisa megerajakannya”.

Apapun itu kita harus tetap bisa menulis, apakah satu paragraph, satu kalimat atau sepatah dua kata. 

2. Untuk Pemula, Kita Focus di kuantitas Bukan di kualitas

Pada awal menjadi seorang blogger dan dikenal sebagai seorang pemula seperti saya seorang pemula juga.

Beberapa bulan lalu kalau nggak salah sekitar 6-bulan, saya memulai blog hicul.my.id merupakan blog ke dua dari blog pertama saya, yang sebelumnya saya memiliki blog pertama, blog yang di akhir cerita tidak memiliki ending yang bagus atau mati di tengah jalan.

Tahukah kalian apa penyebab matinya blog pertama saya. 

Yap! Salah satu sebabnya adalah saat itu saya terlalu berambisi terhadap sesuatu yang diluar kemampuan, sebuah ambisi yang membunuh kesuksesan saya, ambisi itu adalah keinginan akan pencapaian yang tidak masuk akal seperti mentarget mati-matian menulis dan memposting artikel berkualitas tiap hari atau sekurang-sekurangnya posting artikel sekali selama dua sampai tiga hari.

Lalu, apa yang terjadi setelahnya. Kalian sudah bisa menebak bahwa saya saat itu belum mampu menghasilkan karya tulis yang berkualitas.

Mengapa?

Karna saya masih belum memiliki banyak pengetahuan dan belum pandai Menyusun kosa kata sehubung masih belajar. Kan! Nggak mungkin seseorang bisa membuat karya terbaik sebelum belajar terlebih dahulu “tidak mungkin”. 

Jadi, seyongyanya dahulu saya mesti menyadari bahwa saya “payah” dan saya harus mengakui hal itu benar adanya. Sesudah penerimaan kepayahan saya, saya mulai belajar dari awal dan memperbaiki apa-apa yang telah saya lewatkan.

Nah! Dari sanalah saya memulai yang Namanya pembelajaran seperti membaca buku, Latihan menggunakan kosa-kata dan belajar SEO blog.

Hingga, saya bisa menarik garis besar bahwa seorang pemula haruslah menapaki rasanya kegagalan bertubi-tubi, kegagalan yang harus dilewati tanpa rasa takut, sekalipun kita punya rasa takut kita tetap menghadapinya.

Secara sederhana seorang pemula mesti mampu melakukan banyak uji coba dan belajar berbagai hal tanpa takut melakukan kesalahan. Biarpun kesalahan dalam dunia blogging sering terjadi, kita selalu menyadari bahwa kita sedang belajar.

Mungkin perjalanan menulis banyak artikel dan lebih menomor satukan kuantitas daripada kualitas adalah hal yang cukup baik untuk diri kita agar di hari esok kita dapat membuat karya tulis yang benar-benar layak dikatakan berkualitas.

“pemula itu… awalnya harus banyak melakukan”

3. Ya atau Tidak Sama Sekali, Bukan “Bagaimana Nanti”

Duduk santai dan menikmati waktu berlalu dengan cepat adalah motto saya dalam menjalani hidup, sebuah ungkapan yang terdengar nyaman dan pas di terlinga namun menyimpang terhadap target pencapain ke depan.

Memangnya ungkapan ini bagus! Yah… terdengar bagus, akan tetapi motto tersebut menyebabkan timbulnya kebiasaan buruk, kebisaan kita sering menunda-nunda pekerjaan, kebiasaan yang memicu awal mulanya kemalasan dan kemalasan akan menjadi bumeran bagi diri kita sendiri.

Bagi mereka yang sering bermalas-malas lambat laun akan bertemu dengan penyesalan. Itupun jika di hari esok mereka sadar bahwa “saya telah banyak membuang-buang waktu”, rasa penyesalan di hari esok bukanlah sesuatu yang bisa dipungkiri bahwa banyak diantara kita yang baru merasakan penyesalannya di akhir cerita sambil mengais tembok dan berkata “mengapa saya tidak coba hal itu kemarin, seharusnya saya coba aja, jika seandainya waktu bisa di putar Kembali mungkin…”.

“Apa boleh buat nasi sudah jadi bubur”

Dan awal dari penyesalan yang begitu mendalam itu berawal dari kata “bagaimana”.

Suatu kata yang sampai sekarang saya jadikan pegangan, pegangan sesaat kemalasan mulai tumbuh, kemalasan yang mendorong kita untuk tidak ingin melakukan apapun, kemalasan untuk menikmati hal-hal yang tidak peting dan lari dari hal-hal penting. 

Fakta menarik buat kita, kita sadar bahwa “saya telah banyak membuang-buang waktu”- sadarilah…

Bagi saya sendiri kebisaan mengingat akan cepat-cepat memutuskan dan mengambil Tindakan itu jauh lebih baik ketimbang memilih untuk berpikir kelewat panjang dan merencanakan sesuatu yang sampai Sekarang belum dikerjakan. Tentu mengambil keputusan dan mulai bertindak adalah jalan pintas untuk menghindari kemalasan.

Perbedaan orang yang rajin dengan orang yang malas dapat dilihat dari cara mereka mengambil Tindakan dan alasan mereka mengambil Tindakan.

Kebiasaan orang-orang yang berada dijurang kemalasan kadang kita temui seperti saat kita sedang mengajak mereka berbincang-bincang di taman, umumnya yang kita dapati mereka sering membicarakan masa lalu dan sering mengatakan kata “bagaimana jika begini, bagaimana jika begitu dan nanti bagaimana”. Kata demi kata selalu mengandung keraguan dalam mengambil tindakan.

Lain halnya mereka yang selalu optimis dan cepat mengambil keputusan untuk bertindak, rata-rata mereka suka membicarakan masa depan dan mudah merencanakan sesuatu untuk dilakukan untuk dicapai esok hari, meskipun saat itu mereka belum memiliki apa-apa yang mendukung untuk mencapai target.

Percaya atau tidak bahwa isi kotak pandora tidak akan pernah tampak sebelum kita benar-benar membukanya.

Nah! Di hari yang cerah, saatnya kita mengambil kertas dan pulpen, kemudian sesegera mungkin menulis apa-apa yang bisa dilakukan di esok hari.

Sekarang kalian menetukan keputusannya, ya atau tidak, satu keputusan untuk bertindak sekarang atau tidak sama sekali.

kesimpulan

akhir cerita kepahlawan kita membuat jadwal dapat dilihat dari Riwayat cerita, Riwayat diri dari sebulan atau setahun yang lalu “saya seperti apa dulu dan saya seperti apa sekarang – perbandingan before after dapat membedakan”.

Saya percaya dari yang tertulis di atas jika diterapkan kalian akan menemukan jawaban yang memuaskan disana “nanti sesudah mencoba”.

Maka dari itu, tidak ada salahnya kalian mencoba ke tiga Langkah tadi, dari Latihan menulis tanpa memikirkan kapan dan dimana karna yang terpenting sekarang adalah kalian selalu menulis tanpa berpikir kapan waktu menulis yang tepat dan tanpa berpikir panjang saat mengambil Tindakan untuk memulai menulis.

“berpikir memang penting tapi terlalu kepikiran baru over”


Hicul
Hicul Kenalkan saya "Kif" seorang blogger baru yang mengelolah blog Hicul.my.id dan saat ini aktif berbagi info menarik berdasarkan pengalaman Pribadi dan pengalaman membaca artikel Teratas.

Posting Komentar untuk "3 Langkah Membuat Jadwal Rutin Menulis Artikel (Khusus Blogger)"