Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mengatur Jadwal Dengan Metode Jeda-Kerja

Di Satu pagi yang cerah kita terbangun dari Kasur nan empuk…

Sembari di awal waktu kita membuka smartphone kesayangan – buka sosmed – scroll ke bawah…

Eehh…kita menemukan satu postingan yang mengganjal.

Yap! satu unggahan facebook dari teman se-jawat.

“postingan yang tak berbunyi dan yang tak bersuara”

Tapi analogi itu tampak menjelaskan satu makna penting bahwa ia telah “sukses”.

Dan kita sedang terbaring di Kasur dengan sejuta masalah, yang saat itu - kita melihat diri sendiri “gagal” dalam hidup ini.

“terdiam selama sejam-an, tanpa melakukan apa-apa kecuali terpelogoh…”

Sebuah scenario hidup yang amat tragis bagi seorang pecundang.

Begitulah sosial media…

Selain tempat hiburan, ia juga sebagai tempat stress…

Dan jujur, saya pernah mengalaminya… dulu… kini… dan tidak saya biarkan nanti hehee…

HhMm…

Apa boleh buat kita harus belajar untuk menjalani hidup dengan benar, dengan baik dan dengan penuh kebagiaan.

Yang, Pengaturannya di mulai dari diri kita sendiri.

Salah satunya dengan menyusun jadwal Kerja.

Simak!

Cara Mengatur Jadwal Dengan Metode Jeda-Kerja

Sebenarnya dalam mengatur jadwal harian atau jadwal aktivitas harian ada banyak versi, yang kebanyakan, bisa kita dapati di internet atau di blog-blog tertentu.

Jadi, Sehubung dengan itu, saya ingin berbagi satu cara untuk mengatur jadwal harian kamu…

Satu cara yang saya dapat dari pengalaman pribadi dan sampai sekarang cara tersebut masih berjalan.

Caranya adalah dengan mengandalkan system penjadwalan dengan metode jeda-kerja.

Menjeda dalam artian menyimpan pekerjaan untuk sementara waktu, tanpa harus mengabaikan pekerjaan tersebut.

Baca Juga: Cara Menjadi Diri Sendiri Apa Adanya Sebagai Penulis

Kekurangan dari metode jeda-kerja adalah metode jeda-kerja kurang efektif diterapkan pada  pekerjaan jangka pendek. 

Tapi, jika sudah terbiasa dengan metode jeda-kerja mungkin kedepannya kita mampu menggunakannya untuk pekerjaan jangka pendek.

Untuk jangka menengah  seperti dua tiga bulan dan jangan panjang seperti dua tiga tahun, system penjadwalan men-jeda menurut saya cukup bagus diterapkan.

Metode jeda-kerja adalah Suatu metode yang mengandalkan kemampuan otak dalam menyimpan info, berupa data-data yang berkaitan dengan situasi dan kondisi yang akan dialami seseorang - kini dan nanti.

Data-data tersebut akan ditangguhkan untuk sementara…

Artinya kita menyimpan data pengalaman kerja, yang nanti akan dirasakan pada waktu-waktu yang sudah kita tentukan:

“kapan dan dimana pengalaman itu, benar-benar kita alami”

Kita ambil satu permisalan: 

Ketika kita ingin mengerjakan dua pekerjaan dalam satu waktu. Namun kita belum mampu untuk menyelesaikan ke dua pekerjaan tersebut dalam satu waktu.

Jadi, alternatif gampangnya kita menangguhkan satu dari ke dua pekerjaan tersebut…

Bukan karna kita ingin mengabaikan pekerjaan yang satunya, akan tetapi kita mengesampingkannya untuk sementara waktu…

Entah besok, lusa, pekan depan, bulan depan atau tahun depan…mungkin.

Dengan catatan pekerjaan ke dua tadi bukanlah pekerjaan jangka pendek…

Nah! Ketika kita sudah memilih dan saat ini kita sedang mengerjakan pekerjaan pertama. Maka, prioritas atau mode dalam diri kita mesti dalam mode anti pekerjaan lain.

Dalam artian kita tidak memikirkan apapun tentang pekerjaan yang ke dua atau pekerjaan yang ditangguhkan tadi.

Mengapa?

Karna sekarang kita sedang focus 100% untuk mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan pertama.

Baca Juga: 3 Langkah Membuat Jadwal Rutin Menulis Artikel (Khusus Blogger)

Nah! Untuk kendala yang sering dialami Ketika mencoba dan memulai metode jeda-kerja.

Biasanya di awal-awal, kamu akan kepikiran dengan pekerjaan lain. 

Hingga, Ketika kamu beristirahat sejenak, mungkin saja kamu mulai dibayang-bayangi oleh pekerjaan berikutnya…

Yah! yang Namanya pekerjaan kita tentu merasa bertanggung jawab atas penyelesaiannya…

Untuk itu, satu catatan penting yang perlu kita ingat bahwa:

“semua pekerjaan akan dilewati, semua pekerjaan akan selesai dan semua pekerjaan ada masanya”.

Meski di detik ini, kita masih tetap terbebani.

Cobalah egois sedikit…”longgarkan”.

Kalau kamu merasa dikejar oleh tanggang jawab, kemungkinan kamu tidak akan bisa menikmati hidup yang bahagia.

Dengan sedikit kelonggaran hidup untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan, kamu nantinya terpukau akan “hijaunya dedaunan, birunya langit, merdunya suara burung dan hingga pada akhirnya - kopi hitammu terasa manis”.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Blogger Selain Menulis atau Mengetik Artikel

Bila kamu mempertanyakan pengalaman yang saya dapatkan dari metode jeda-kerja.

Saya bisa menjawab:

Nggak ada salahnya mencoba hal baru…

Meski di pertegahan cerita, hidup saya masih jauh dari kata “sukses”…

“tidak punya banyak uang, tidak mendapat hal yang diinginkan, tapi masih bisa Bahagia dan masih bisa menikmati hidup”

Secara jelas kita menjalani roda kehidupan tidak akan pernah terhindar yang Namanya keraguan akan masa depan!

Entah kita merasa, khawatir, dilema, cemas, dan merasa berat untuk bangun di pagi hari karna kita menganggap hidup ini sangat payah…

Entah bagaimana caranya, saya menceritakan pengalaman yang telah saya dapatkan dari metode jeda-kerja.

Tapi, saya akan tetap bercerita tentang klise pengalaman pribadi ini...

Pengalaman tetang cara mengatur jadwal harian…

Simak!

Sebelum saya mengerjakan satu-persatu pekerjaan atau aktivitas harian… 

Saya terlebih dahulu menentukan mana-mana yang lebih prioritas, lebih penting dan lebih mendesak.

Contoh prioritas hidup saya:

1. Masalah di keluarga.

2. Masalah dunia Kuliah – (berhubung saya masih anak kuliahan (sementara skripsi)).

3. Masalah dunia kerja:

Nulis artikel.

Urus akun youtube dan

Bangun jaringan bisnis khususnya bagian pemasaran.

4. Personal seperti keluar jalan-jalan, jogging, baca buku, belajar ngaji, belajar bahasa asing dan sedikit memikirkan masa depan hehehee…

5. Ngumpul dengan teman-teman untuk mengisi waktu sambil basa-basi dan bersenda-gurau.

6. Lain-lain.

Secara sederhana saya lebih memprioritaskan masalah keluarga ketimbang masalah dunia lainnya.

Mengapa?

Sebab, pekerjaan dan sekolah masih bisa dicari dan diperoleh kapanpun. Sedangkan untuk orang-orang di keluarga tidak bisa dicari jika sudah tidak ada – (tak ingin menyesal di hari esok).

Khusus pekerjaan dari nulis artikel dan membuat video di youtube serta pekerjaan bisnis sampingan, saya kerjakan berdasar tenggat waktu.

Tapi, saya rasa jarang-jarang ada pekerjaan yang medesak…

Pola ketika saya memulai pekerjaan, yang pertama saya urus adalah masalah blog baru youtube kemudian bisnis sampingan.

Pada saat saya memulai pekerjaan saya hanya focus pada satu pekerjaan saja seperti menulis artikel, dimana saya fokus melakukan terbaik dan mengesampingkan pekerjaan yang tidak berhubungan dengan pekerjaan menulis ataupun masalah blogging.

Namun, jika di pertengahan saya mendapat tugas skripsi, maka skripsilah yang menjadi prioritas utama, bukan blog, bukan youtube dan bukan bisnis.

Dan sekarang perbaikan skripsi saya sudah selesai dan sudah saya kirim…

Jadi, saya akan melanjutkan kegiatan nulis artikel.

Jika udah posting, saya lanjut lagi mengurus channel youtube.

Namun, bila saya belum bisa menyelesaikan satu dua artikel atau masih sementara cari-cari referensi…

Maka, saya tetap tidak mengerjakan pekerjaan selain menulis kecuali ada yang lebih prioritas daripada menulis seperti masalah di keluarga dan masalah di kampus.

Meski pada prakteknya saya kadang terlena dengan sosial media seperti facebook, google, WhatsApp dan media hiburan lain…

Yah! yang Namanya kebisaan butuh proses sebelum benar-benar dibiasakan

Jika, kamu bertanya:

Sudah berapa lama saya menjalankan metode jeda-kerja?

Kalau nggak salah baru beberapa bulan!

Tapi, dengan waktu sesingkat itu, saya sudah bisa merasakan beberapa manfaanya seperti berkurangnya waktu yang terbuang percuma dan saya bisa menghemat tenaga saat bekerja.

Meski satu hari itu, hanya satu yang berhasil saya kerjakan…

Ya! Intinya saya tidak membuang-buang waktu dengan nonton sehari-semalam, bersosial media sehari-semalam, jalan-jalan sehari semalam dan ngumpul-ngumpul yang nggak jelas.

Ada satu pepatah modern yang baru saya ingat, pepatah itu mengatakan bahwa “jika kamu sibuk pada perkara penting, maka kamu tidak akan sibuk pada perkara tidak penting dan jika kamu sibuk pada perkara tidak penting, maka kamu tidak akan sibuk pada perkara penting”.

Yang berarti, jika kita tidak punya kesibukan lain. Maka, kita akan sibuk pada hal-hal yang tidak penting seperti bersosial media seharian dan nonton seharian.

Mengapa demikian?

Karna Kebiasaan dapat berjalan secara otomatis bila kita tidak membuat keputusan…

Seperti:

“apa yang mesti saya kerjakan hari ini”.


Satu tambahan cerita di bawah mungkin bisa jadi pelengkap:

Dikisahkan ada dua orang bernama Mr. X dan Mr. Kif.

Mereka berdua hidup berdampingan satu kampung dan satu sekolah. Namun mereka berdua memiliki sifat yang berbeda.

Hal yang peling mencolok dari mereka adalah kebisaan mereka saat mengambil Tindakan dan bersantai setelahnya.

Mr. Kif adalah seorang yang mampu serius dalam waktu yang singkat dan jangka waktu menengah, tapi tidak bisa konsisten sedangkan Mr. X adalah orang yang tampak bisa serius dalam waktu yang cukup lama, tapi orangnya lebih santai mengambil Tindakan.

Singkat cerita mereka berdua lulus di sekolah yang sama dan masing-masing telah memilih kampus yang berbeda… (maaf bukan novel, jadi disingkat).

Keduanya telah memilih jalannya masing-masing.

Entah berapa tahun berlalu, mereka berdua belum pernah bertemu ataupun saling sapa sama sekali.

Masing-masing sibuk dengan urusannya…

Mr. Kif “selalu banyak mikir dan banyak melakukan pekerjaan stengah-tengah, Lompat sana - lompat sini dan tidak ada yang dapat diseriusi hingga akhir”

Mr. X “Masih seperti biasa mengerjakan sesuatu dengan motto – biar lambat asal selamat”

Mungkin motto klasik ini masih ia pertahankan.

Siang-malam pun berlalu, hingga…

Sudah tidak terasa mereka berdua telah melawati masa-masa dalam dunia kampus, 4 tahun lamanya…

Tahu tidak apa akhir cerita atau hasil dari 4 tahun tersebut.

Jawabannya:

Satu diantara mereka berdua sudah menyelesaikan studi tepat waktu sedangkan satunya lagi masih memikirkan masalah-masalah: masalah ini, masalah itu, semua selalu dipikirkan – “jalan – ya! tetap jalan, Tapi jalannya stengah-tengah, jadi hasilnya gagal deh”.

Tepat apa yang kamu katakan bahwa:

Yang selesai tepat waktu adalah Mr.X.

Garis terang yang bisa kita ambil dari cerita mereka berdua adalah:

Untuk Mr. Kif: kita bisa melihat ia selalu bertindak stengah-tengah, sehingga hasil pekerjaannya stengah-tengah atau hasil dari pekerjaan Mr. Kif tidak jadi-jadi.

 Walau sebenarnya Mr. Kif sudah mampu serius, tapi sayangnya keseriusan Mr. Kif hanya Sebatas diawal-awal saja, nggak sampai di akhir pekerjaan.

Sedangkan Mr.X: sebagai seorang yang memiliki pendirian biasa-biasa saja. 

“Mr. X tidak pernah merasa tersaingi atau merasa terganggu dengan keunggulan temanya”.

Yang kadang banyak dari kita yang merasa iba karna bakat orang.

Yang akhirnya kita menganggap hidup ini “payah”.

Sebuah permainan membanding-bandingkan diri sendiri dengan keunggulan orang lain.

Yang pada kenyataannya.

Semua itu tidak patut dibanggakan.

Mengapa?

Karna bakat adalah sesuatu yang diberi sejak lahir bukan sesuatu yang didapat lewat keringat dan air mata.

Hal inilah yang dirasakan oleh Mr.X khsusunya dalam hal akedimsi, yang mana Mr. kif jauh melampaui Mr.X pada bidang akademik (khususnya dimasa sekolah).

Yang pada kenyataannya Mr. Kif bukan tipe orang serius jangka panjang. Tapi, mampu melampaui Mr. X.

Mengapa?

Sebab, dalam dunia sekolah kita tidak butuh waktu yang lama hanya untuk mengerjakan tugas sekolahan, seperti keseriusan jangka panjang.

Cukup dengan sedikit keseriusan mengerjakan tugas, maka orang berbakat pun sudah bisa dikata “berprestasi” di sekolah.

Lalu, mengapa Mr.kif mengalami kemunduran di masa kuliah?

Beda kolam ikan, beda lautan – beda dunia sekolah, beda dunia kuliah dan beda pula dunia nyata/luar sekolah.

Perlu diketahui bahwa Mr. X memiliki tingkat kesabaran yang jauh melampaui Mr. Kif. Sehingga, pada akhir cerita dunia kampus mereka berbeda, satu cepat selesai satunya lagi masih dalam perjalanan.

Mungkin, Mr. Kif banyak mengeluh...

jadi, pada di ending cerita ia "gagal".

Dan salah satu cara agar kita tidak mudah mengeluh dalam hidup ini…

Caranya adalah dengan menerapkan metode jeda-kerja heheheee…

Metode yang berguna untuk menghemat tenaga dan pikiran saat kita sedang bekerja…


Kesimpulan

Metode jeda-kerja secara garis besar dapat mengurngi beban-kerja, beban yang membuat tenaga dan pikiran kita banyak terkuras Ketika sedang bekerja.

Dengan mengandalkan persepsi bahwa pekerjaan lain dapat dijeda atau disimpan untuk sementara waktu, dengan itu beban pikiran bisa berkurang, sehingga dampaknya kita tidak mudah stress karna pekerjaan yang menumpuk.

Sekalipun pekerjaan kita sedang numpuk-numpuknya, tapi kita masih bisa merapikannya di meja kerja dan di dalam otak pun semua ini bisa diatur agar tersusun rapi.

Intinya metode jeda-kerja memberi kita dua gambaran penting yaitu pekerjaan bisa di jeda dan pekerjaan bisa dikerja satu-persatu.

Yang mana proses pemilihan pekerjaan ditentukan oleh skala prioritasnya, mana pekerjaan yang mesti didahulukan dan pekerjaan mana yang bisa dikesampingkan.

contohnya

Jika, kita bertemu dua pilihan:

Pilihan pertama ajakan teman untuk kemping Bersama

Pilihan kedua yang tidak diharap datang yaitu panggilan dosen untuk diskusi perkembangan skripsi.

Maka, saya dengan penuh kesadaran akan memilih pilihan yang ke dua.

Mengapa?

Karna pilihan ke dua adalah prioritas utama saya, yang saat ini ingin menyelesaikan studi dan pilihan tersebutlah yang saya pilih saat menulis artikel ini!

Memang ikut bersama teman untuk kamping adalah hal yang menyenangkan. Tapi, bagi saya pengorbanannya tidak sebanding dengan membuang pekerjaan dan masalah skripsi.

Yah! walaupun ada teman saya yang lebih memilih kumpul-kumpul dan mendaki gunung ketimbang fokus memperbaiki skripsi sendiri.

Tapi, saya tidak ingin melakukan hal itu. 

Dan apakah kamu juga ingin melakukannya…

“Menumbangkan hal-hal yang penting dan dibutuhkan hanya untuk satu kesenangan belakang…”

Sadar tidaknya kita, “pilihan tersebutlah yang selalu ada dalam kehidupan kita”.


Berikutnya…


Hicul
Hicul Kenalkan saya "Kif" seorang blogger baru yang mengelolah blog hicul.my.id dengan blog cat4tan.blogspot.com dan saat ini aktif berbagi info menarik berdasarkan pengalaman Pribadi dan pengalaman membaca...

Posting Komentar untuk "Cara Mengatur Jadwal Dengan Metode Jeda-Kerja"