Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gaya Dan Format Penulisan Artikel Blog Yang Nyaman Dibaca

 Ada suatu waktu ketika seorang penulis yang level pemula, bukan hanya sekedar menulis artikel, akan tetapi mereka juga berpaling sejenak untuk melihat bagian yang harus dikembangkan.

Yah! mungkin sebagai level pemula yang sering menulis artikel dengan cepat tanpa pikir panjang, memang sudah menjadi satu kewajaran dalam dunia tulis-menulis. 

Apalagi mereka tipe yang hanya ikut-ikutan menulis artikel di blog...

Mereka-mereka yang termakan oleh Postingan-postingan di dunia maya yang mengatakan bahwa “Ngeblog itu adalah pekerjaan yang mudah untuk semua kalangan, tanpa pandang bulu - semua dapat berhasil dalam dunia blogging”.


Contohnya: Saya!

Sebagai salah seorang blogger, yang dulunya merasa asing dan awam dengan istilah blogging.

Hingga, saya mulai kepikiran bahwa mungkin:

“saya tertarik untuk menggeluti pekerjaan nulis artikel yang nan santai ini”.

Siapa sih! Yang nggak mau menghasilkan uang dengan cara duduk di rumah dan minum secangkir coklat hangat sambil menulis di depan laptop.

“Sebuah fantasi manakjubkan yang dilatar belakangi oleh sejuta kegagalan”.

Kenyataanya banyak dari kita yang gagal melewati sejuta kegagalan itu.

Tapi, Siapa sangka ada beberapa diantara kita yang telah mampu mencapai dan melewati sejuta kegagalan itu!

Namun, bukan dalam waktu yang singkat! Apalagi bagi mereka para pemula atau tipe amatiran dalam menulis artikel yang sama seperti "saya".

Saya ingin meluruskan sedikit pemahaman bahwa ngeblog bukan saja hanya sekedar menulis dan memposting artikel sebanyak-banyaknya di internet.

Sebab, yang erat kaitanya dengan tulis-menulis, menulis satu dua karya tulis layak baca, maka istilah:

 “menulis ada seninya termasuk bekal penting bagi calon penulis Pro”.

Agak bernosgia rasanya sebagai calon penulis profesional atau penulis profesional yang saat ini, lagi menulis artikel untuk blog, tapi menulisnya secara serampangan...

Besar kemungkinan di akhir cerita, saya percaya ending-nya adalah “gagal”.

Jadi, sebagai bentuk peningkatan karya Tulis di blog pribadi. Maka, kita dituntut untuk berpikir lebih lanjut tentang cara-cara menulis artikel agar ide dari tulisan kita nantinya bisa diterima dan menarik untuk dibaca oleh pengunjung.

“tetap sederhana tapi mampu bernilai lebih”.

Simak!

Gaya Dan Format Penulisan Artikel Blog Yang Nyaman Dibaca

Memiliki satu dua atau beberapa standar menulis artikel diblog, termasuk point penting yang dimiliki para penulis pro atau mereka penulis semi pro.

Bukan tidak mungkin sebagai penulis dalam dunia blogging bisa memiliki standar atau aturan tersendiri Ketika menulis artikel di blog.

Dua dari sekian banyak patokan dasanya adalah gaya penulisan dan format penulisan:

A. Gaya Penulisan

Standar dan aturan bisa di istilahkan dalam blogging yaitu “ciri khas”.

 Ciri khas kita dalam menulis dan menyampaikan sesuatu merupakan satu dua faktor yang dapat menarik minat para pembaca. 

Mengenai ciri khas menulis artikel di blog, bukanlah hal yang mesti berkaitan dengan formalitas atau sejenis aturan resmi seperti aturan penggunaan Bahasa baku dalam Bahasa indonesia. 

Tapi, ceritanya lain daripada buku teks pelajaran di bangku Pendidikan formal. 

Kita memposisikan menulis artikel di blog sebagai ladang menanam apapun dan apapun bisa tumbuh… 

Berarti formalitas tidak membatasi kita dalam menulis diblog pribadi. Tapi, kreativitas yang membuat kita bebas melakukan apapun dalam dunia blogging.

Sehingga, dalam menentukan gaya kepenulisan, kita punya kebebasan sebagai dasar dalam menulis artikel di blog.

Sekalipun kita bisa menulis dengan gaya penulisan semi formal atau gaya campuran. 

Yang penting dalam menulis artikel di blog, harus bisa dinikmati dan dipahami oleh berbagai kalangan.

Diketahui bahwa penulis atau pemilik blog pribadi merupakan satu tempat arus kretivitas mengalir.

Sah-sah saja jika kita menulis sesuai dengan cara atau logat kita Ketika sedang berbicara dengan orang lain, dengan catatan semua Bahasa yang tertuang dalam tulisan di artikel bisa dimengerti oleh khalayak umum.

Walaupun kita sebagai penulis yang memenuhi kriteria tipe pemula atau penulis yang dalam artian masih mengetik keyboard dengan satu dua jari. 

Tidak bisa diselewangkan bahwa kita masih dalam masa perkembangan, masa sebelum kita mampu menulis seperti aliran air yang mengalir begitu saja (ngetik sepuluh jari). 

Berbicara saja masih terbata-bata apalagi ngetik. 

Yah! paling tidak masih ada harapan dan niat yang kuat untuk Latihan (ngetik sepuluh jari).

Sebagai penulis pemula yang masih kaku berhadapan dengan tombol keyboard.

Satu catatan kecil untukmu:

“lakukan banyak sebelum melakukan yang terbaik”

Lebih jalasnya download dan install aplikasi Latihan ngetikan cepat. Kemudian kamu Latihan tiap hari ngetik - Dua tiga bulan nanti kamu sudah lumayan lancar kok!

Nah! Jika kamu masih dalam kondisi kaku atau patah-patah menulis dan patah-patah berpikir, yang kadang dalam proses menulis laju berpikir dengan laju mengetik tidak sebanding.

Ada dua saran alternatif:

Pertama cari satu lembar atau secarik kertas dan tulis apa-apa yang akan kamu ketik nantinya di artikel, ini sebagai bentuk agar kamu tidak lupa atau kandas Ketika menuangkan isi pikiran.

Yah! agak terasa ribet…

Cara kedua yaitu coba biarkan satu artikel bisa terketik sampai di titik ter-akhir, barulah dibagian akhir kamu melakukan perombakan atau pengeditan terkait apa-apa yang perlu ditambahkan dan mana-mana yang perlu dihilangkan.

Jika, kamu bertanya! 

Mana yang lebih mudah diterapkan?

Dari pengalaman: 

Saya lebih memilih cara ke dua yaitu Tulis semua, baru ditahap akhir baru di-edit.

Nah! Jika kamu tipe penulis yang mempu mengetik dengan sepuluh jari. Kamu bisa men-skip point di atas.

Kita Kembali ke topik utama. “gaya penulisan”.

Gaya menulis atau cara kita dalam menyampaikan ide merupakan faktor penentu diterima tidaknya artikel, entah kamu menulis berbelit-belit atau menulis to the point.

Semua tergantung kamu!

Diketahui bahwa para pembaca atau para pengunjung blog, rata-rata dari mereka mampu membaca tulisan 1500 kata dalam waktu 5 menit.

Jika berkenan, kalau saya katakana! Jangankan 5 menit, 1 menit aja pengunjung bisa gusar membaca tulisan kita, ditambah lagi bila Bahasa yang kita gunakan membosankan dan berbelit-belit.

Jadi, bisa ditarik garis cerah bahwa kita mesti menulis dengan cara to the point atau langsung dari inti yang ingin disampaikan.

Atau paling tidak apa yang tertulis di artikel bisa langsung di terapkan.

Agar semua hasil tulisan kita tidak sia-sia…

Maka, Kebutuhan pengunjung menjadi alasan utama - mengapa kita menulis artikel di blog.

Meski, sebenarnya kita mampu manyampaikan banyak hal dalam satu artikel, tapi ini harus di batasi berhubung karna kebutuhan pengununjung lebih mendesak hehehee…

Bahasa ganjilnya, kita adalah pelayan dalam dunia maya… mungkin!

Tapi, jika kita bisa egois sedikit!!

Saya ingin membumbui isi artikel dengan beberapa penekanan pribadi atau personal saya dalam tulisan…

Bukannya memaksa, tapi ini sebuah pemanis agar di artikel saya terdapat ciri khas yang melakat dan dapat dikenal baik oleh si calon pembaca saya.

Menentukan dan Menemukan gaya penulisan sebagai pemula bukanlah perkara mudah. 

Namun, satu catatan penting buat saya bahwa dalam melakukan pekerjaan apapun.

“tetaplah jadi diri sendiri”.

B. Format penulisan

Jika dianalogikan perbedaan antara gaya penulisan dengan format penulisan kurang lebih seperti rangka bangunan dengan tembok bangunan, yang mana rangka bangunan adalah format penulisan sendangkan tembok bangunan adalah gaya penulisan.

Bisa dianggap bahwa rangka bangunan adalah penentu bentuk dari suatu rumah. Sehingga bisa dilihat jelas bahwa format penulisan yang menentukan segala bentuk dan susunan tulisan di blog.

Secara sederhana format yang tidak sesuai dengan gaya penulisan akan menjadi masalah!

Bila mana sebaik apapun gaya penulisan artikel, jika struktur dasarnya tidak mendukung, bisa saja tulisan yang kita perjuangkan akhirnya ambruk dan kacau ketika dibaca  pengunjung.

Misalnya tulisan di bawah:

Jadi, apa yang tampak kita dapatkan?

Sebuah tulisan baku dan kurang nyaman dibaca!

Bagaimana jika, kita memilih opsi format ke dua di bawah ini:

Kemarin jauh-jauh hari saya ketemu teman lama, ia bilang begini:

“kamu barusan saya lihat berada di kampung”

Lalu, saya menjawab…

Yah! saya lagi sibuk kuliah, udah lewat semester gara-gara covid-19.

Och… saya kira udah selesai… saya lihat teman-teman lain udah wisudah duluan.

Hehehe... mungkin saya termasuk orang dengan tipe santai (pelesetan kata “malas”).

Beberapa kekurangan dari tulisan pertama tadi yaitu:

Pertama penulis tidak memberi kesempatan ke pembaca untuk mengambil nafas sejenak sebelum melompat ke pembicaraan selanjutnya.

Yang kedua si penulis tidak memperhatikan penekanan kalimat yang ingin disampaikan.

Ke tiga penulis terlalu mengikuti format penulisan berita dan buku-buku resmi.

Mungkin terlalu serius nulisnya… 

Akhirnya tulisan tidak memiliki emosi.

Penulisan artikel dengan format yang tidak menyiksa seperti paragraph yang kepanjangan. Bisa jadi satu saran tepat Ketika menulis artikel di blog.

Selanjutnya…

Beberapa saran mendetail dalam menulis artikel di blog:

1. Tinggi baris

Tinggi baris antara kalimat ada baiknya tidak terlalu berdekatan dan memiliki jarak yang cukup untuk membantu kenyamanan mata saat membaca kalimat artikel.

Terlalu berhempiitan, jelas menjadi penghalang focus pembaca Ketika melihat kalimat demi kalimat.

Terlalu longgar juga dapat memutuskan pemahaman pembaca dari baris sebelumnya.

Jadi, dengan tinggi baris yang tepat dapat memberi focus dan penekanan makna yang tepat dalam kalimat artikel.

Nilai plus-nya dapat mengistirahatkan mata pengunjung Ketika membaca artikel…

2. Simple paragraph

Paragraph yang sederahana bisa jadi kesimpulan untuk sekarang.

Tapi paragraph-paragraph pendek dalam artikel bukannlah alternatif yang saya sarankan!

Namun, penulisan artikel lebih saya tekankan pada penekanan makna yang sesuai dalam kalimat.

Sehingga, kalimat dalam artikel kita menemukan “feel” Ketika dibaca pengunjung.

Artinya kita menemukan pemahaman dan pemaknaan yang cukup Ketika kalimat artikel dibaca.

3. Ukuran dan jenis font

Makna dalam kalimat sudah tersampaikan dengan baik, paragraph sudah efektif, tinggi baris sudah sesuai.

Tapi….

Huruf kekecilan, huruf kebesaran dan huruf terlalu bergaya…

Akhirnya pembaca mengerutkan dahi!

Ujung-ujungnya semua jadi percuma…

Sejauh info yang saya ketahui untuk ukuran huruf yang nyaman di baca adalah 14px atau di atasnya…

Yah! walau mungkin font artikel saya bukan contoh sempurna!

Paling tidak kamu bisa melakukan pengaturan yang lebih dari artikel saya.

Mengapa?

Template viomagz yang saya gunakan tidak dapat mengatur font dan bentuk tulisan di artikel.

4. Kontras warna

Bagian yang berhubungan langsung dengan template atau tema blog…

Sebuah template yang bagus akan terlihat minimalis dan nyaman dibaca tergantung dari pemilihan background dan warna tulisan.

Paling umum yang di gunakan oleh khalayak umum adalah tulisan hitam dengan background putih.

Mungkin di blog! 

Saya lebih memilih tullisan yang berwarna hitam dengan background warna agak ke-biru-biruan.

Ya! Minimal terdapat perbedaan antara bagian belakang tulisan dengan tulisan itu sendiri.

Jika, kamu tidak ada pilihan lain atau terpaksa memilih warna baru, usahakan kamu memilih warna yang tidak menenggelamkan tulisan.

Sederhananya pilihlah warna yang nyaman dibaca, tidak samar dan tidak buram.


Kesimpulan

Terkait gaya penulisan untuk pemula!

Gaya penulisan bukannlah sesuatu yang didapatkan sehari semalam, apalagi masih seumuran jagung nulis artikel di blog.

Sebagai pemula, saya pribadi dahulu hanya mampu menyampaikan kata demi kata secara terputus-putus di blog.

Jadinya. Makna dalam artikel tidak tersampaikan dengan jelas – ekstrimnya pengunjung salah paham

Namun dengan seiringnya saya terus membaca dan mempelajari penempatan kata…

Saya pun telah belajar dari waktu ke waktu, hingga seperti yang kamu lihat sekarang

Klik disini jika kamu ingin melihat salah satu Tulisan lama saya.

Untuk format penulisan itu tidak jauh beda dengan gaya penulisan.

Pada awalnya kita tidak menemukan format yang tepat buat tulisan di blog…

Tapi, setelah melakukan uji coba beberapa font, beberapa warna font dan mungkin sedikit-sedikit ganti template dan akhirnya menemukan yang sesuai.

Itupun kita masih melihat ketidak sempurnaan…heheee

“jangan lupa bersyukur”

Sepatah dua kata yang ingin saya sampaikan bahwa kita itu berangkat dari kekeliruan menuju kekeliruan yang sedikit dan lebih sedikit…sedikit…sedikit…tak terhingga.

Hingga pada akhirnya kita menarik garis besar…

Inilah letak dari proses perkembangan itu sendiri…Mungkin…heheheee…

Selamat mencoba! 


Referensi

Format Dan Gaya Penulisan Artikel Blog Yang Nyaman Dibaca

Cara Memilih Gaya Bahasa Penulisan Blog

Note: Dikutip Mei 2021


Apa berikutnya...


Hicul
Hicul Kenalkan saya "Kif" seorang blogger baru yang mengelolah blog hicul.my.id dengan blog cat4tan.blogspot.com dan saat ini aktif berbagi info menarik berdasarkan pengalaman Pribadi dan pengalaman membaca...

Posting Komentar untuk "Gaya Dan Format Penulisan Artikel Blog Yang Nyaman Dibaca"