Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kriteria Konten Pilar Blog, Contoh Dan Cara Membuat Konten Pilar Google

 Jika kamu seorang blogger pemula yang saat ini pertama kali mendengar istilah “Konten Pilar”, suatu kata yang mendefenisikan bahwa ada satu konten atau article yang bisa mewakili banyak artikel dan menjadi raja dari banyak artikel, yang di gadang-gadang mampu menempati halaman utama google. 

Konten yang sering disangkut pautkan dengan ungkapan klasik bahwa konten adalah raja, saya pernah menggunakan ungkapan bahwa konten adalah raja dan memang konten pilar adalah raja untuk artikelmu.

Tidak bisa dipungkiri, hampir tiap kali kita memposting satu dua arikel, kita selalu kepikiran untuk meraih posisi halaman utama google dan berusaha menjadi salah satu penerima pemasok trafik terbanyak.

Memang memiliki konten pilar adalah satu alternatif terbaik dalam menargetkan halaman utama google. Namun, keinginan untuk merajai halaman utama tidaklah semudah kelihatanya karna sudah banyak blogger-blogger diluaran sana yang membuat konten pilar sebagai power yang diharapkan bisa berada di halaman utama google.

Tapi, yang Namanya peluang, ya! Tetap ada, termasuk untuk kita seorang blogger pemula, yang sekarang masih meraba-raba dan masih belajar dasar-dasar blogging.

Yha! Apa boleh buat kita termasuk orang baru dalam dunia blogging… yang sekarang sedang memikirkan cara dan solusi agar artikel bisa berada di pageone google… sesuatu yang dari dulu sampai sekarang masih tetap menjadi target utama bagi seorang blogger.

Lalu, apakah peluang untuk pemula masih ada.

“hampir semua hal yang luar biasa di dunia dicapai, oleh orang-orang yang terus mencoba, meskipun tampaknya sudah tidak ada harapan lagi”

HhMm… jadi, siapkah kamu untuk memulai perjalanan yang nan panjang, sebuah perjalanan untuk membuat konten pilar yang ribet tapi fleksibel – suatu artikel yang hampir tidak memiliki tanggal mati (log life) dan bahkan tidak termakan waktu.

Kriteria Konten Pilar Blog, Contoh Dan Cara Membuat Konten Pilar

1. Apa itu Konten Pilar blog

Konten pilar bisa di analogikan seperti tiang penyangga utama dari sebuah bangunan, kira-kira seperti satu batang pohon yang menyangga ranting-ranting, seperti satu ranting yang menyangga daun-daun, yang semuanya menjadi penyangga penting yang nan kokoh untuk satu pohon.

Bisa dipikir bahwa konten pilar adalah konten yang akan membangun relasi dari satu artikel ke artikel lainnya, tak terkecuali semua dapat tersusun dengan rapi, sistematis, semetris dan menarik untuk dibaca. 

Sebelum konten pilar dibuat, kita terlebih dahulu membuat konten pendukung, barulah selanjutnya konten pilar dibuat sebagai penopang.

Saya istilah bebasnya konten pilar adalah “daftar isi artikel”, yang mana tiap daftar isi atau tiap link yang terpasang dalam konten pilar, mesti mendukung topik bahasan artikel utama yaitu konten pilar– kita klik link dalam konten pilar maka, seketika kita mendapatkan penjelasan lebih lanjut dan lebih mendalam tentang hal-hal yang berkaitan dengan konten pilar.

Meski dibeberapa kasus, terdapat beberapa blogger yang membuat konten pilar di awal-awal, kemudian mereka selanjutnya membangun konten yang dapat mendukung konten pilar.

Menurut saya pribadi, yang lebih baik dan lebih mudah saya rasa, kita pertama-tama mengusung konsep article pilarnya terlebih dahulu, barulah kita membuat artikel pendukungnya.

Sebab, saya harus tau susunannya terlebih dahulu, sebelum saya memastikan semua bisa dikerjakan dengan mudah nantinya.

Disisi lain konten pilar secara umum memiliki panjang kata 1000 sampai 2000 kata (pendapat). Jadi, jangan heran jika kamu melihat beberapa postingan yang ada di halaman utama google, yang panjangnnya tidak karuan. Yah! mirip-mirip panjangnya kerata api.

2. Kriteria atau ciri Konten Pilar Blog

Beberapa kriteria untuk konten pilar, yang lebih jelasnya adalah sebagai berikut:

- Tersusun dengan rapi dan berurut dari a sampai z. artikel sangat ritel dari sub-judul, kesimpulan, internal link, sampai pada eksternal link.

- Memungkinkan jumlah kata pada konten pilar di atas 1000 kosa kata dan bahkan bisa tembus 10.000 kata. Angka yang fantastis bukan. Mungkin sejauh ini yang terpanjang saya dapat sekitar 10.000 ribuan kata.

- Biasa dijadikan referensi olah para blogger atau oleh orang-orang tertentu.

- Original (bukan copas) dan terlihat unik dari artikel lainnya.

- Sangat relevan dan memiliki batas waktu yang sangat lama atau tidak termakan waktu – bersifat permanen dihalaman utama. 

Yah! walaupun untuk sekarang, saya lihat artikel yang bisa bertahan di halaman utama google, hanya mampu bertahan paling lama beberapa tahun atau bahkan hanya beberapa bulan saja.

- Umumnya konten pilar terdapat di halaman utama google. Sehingga, mampu menghasilkan trafik yang lumayan tinggi.

Bisa dianggap konten pilar atau pilar artikel jauh berbeda dari artikel yang biasanya. 

Ketika kita membuatnya bukan tidak mungkin, kita akan menghabiskan waktu yang relative lama dan butuh energi ekstra untuk melakakukan riset di mesin pencari.

Lamanya penulisan artikel pilar menurut beberapa blogger dunia menyebutkan bahwa mereka membutuhkan waktu 3-7 hari hanya untuk membuat sebuah konten pilar.

Contoh konten pilar:

- Panduan Belajar Blog Lengkap Untuk Pemula Hingga Mahir

- 12+ Situs Tempat Belajar Blogger di Tahun 2020 - Disertai Link

Saya sendiri sudah merasakan bagaimana lamanya untuk pembuatan konten pilar. Yah! cukup memakan waktu dan lumayan melelahkan untuk dikerjakan.

Meskipun di pertangahan saya kadang mulai agak Lelah dan bosan untuk lanjutin nulis konten pilar. Tapi, dibalik itu semua “usaha jarang-jarang menghianati hasil” – satu artikel pilar saya berhasil berada di halaman utama google.

Catatan:

Satu dari sekian banyak artikel pilar yang saya buat, yang ternyata baru satu berhasil terposting di halaman utama google hehehee…

3. Cara Dan Proses Pembuatan Konten Pilar

Tidak bisa dipungkiri bahwa artikel pilar menjadi incaran oleh berbagai kalangan blogger dari pemula sampai professional. Termasuk saya, yang untuk sekarang saya masih belajar membuatnya. Memang pilar artikel adalah sebuah artikel yang akan kita gadang-gadang mampu menempati halaman utama google.

Secara fungsional konten pilar dibuat khusus demi menghasilkan artikel yang berkualitas dan SEO, yang diujung cerita diharap menjadi penyalur terafik terbanyak buat blog.

Sebelum ingin membuat konten pilar. Beberapa hal penting yang perlu kita perhatikan:

a. Memahami topik yang akan ditulis.

Point yang dari dulu sampai sekarang, point sebelum kesalahan tidak terjadi Ketika melakukan pekerjaan adalah memahami apa yang akan kita kerjakan seperti memahami hal-hal dasar dan hal-hal terkait yang terkait dengan topik konten pilar, nantinya kita tulis.

Jalur memahami topik pun, bisa kita lakukan dengan riset kecil-kecilan, yang sebelumnya kita riset keyword jika memungkinkan (walaupun saya termasuk orang yang jarang melakukan hal ini – sehubung saya hanya mengambil judul artikel di halaman utama google).

Kesalahan yang umum saya dapati untuk seorang pemula, terdapat pada pola pikir bahwa “apa yang saya bahas ini bukan keahlihan saya sendiri, saya masih minim pengetahuan akan topik tersebut. Ya! udah saya pergi tidur aja dah…”

Yah!... kita memang dapat mengakui akan kurangnya kita dalam aspek pengetahuan yang kita miliki. Meskipun sebenarnya yang pantas menulis konten pilar adalah mereka-mereka yang sudah berada ditingkat profesioanal, mereka-mereka yang sudah menyandanga gelar di bidang tertentu, seperti konten dan artikel yang ditulis di wikihow, rata-rata topik yang diangka disana ditulis oleh para ahli, jadi, tidak bisa dipungkiri bahwa banyak dari blogger atau penulis yang menjadikan wikihow sebagai referensi, termasuk saya sendiri yang kadang mengambil struktur sub judul di web wikihow.com.

Tapi… tidak menutup kesempatan ada juga orang-orang yang punya pengetahuan terbatas, namun tetap saja mereka masih berusaha membuat konten pilar, yang bahkan jumlah peminatnya kadang jauh lebih banyak ketimbang konten yang dibuat para ahli ataupun para pakar sekalipun.

Lucunya kejadian ini banyak terjadi dalam dunia blogging…

Misalnya saya menulis sebuah artikel yang isinya hanya mnegandung sedikit ke akuratan data dan bahkan jauh dari pembenaran yang dapat dianggap sebagai penelitian terkemuka. Namun, dibalik itu semua tetap saja masih banyak yang minat dengan postingan tulisan saya!

Mengapa?

Mungkin ini sedikit seceraca harapan buat kita sebagai pemula.

Sebab sebagai seorang pemula atau orang yang tidak mangetahui apapun dalam dunia blog, tekhusus dalam mencari info di internet, rata-rata kita lebih mencari dan memilih artikel yang mengandung pengalaman pribadi seperti kekonyolan para penulis saat ngeblog atau kekeliruan sang penulis saat mengambil contoh dari orang lain. 

Sehingga, dari sinilah muncul daya Tarik antara penulis tipe pemula dan pengunjung tipe pemula, sama-sama pemula pasti connect apa yana akan dibahas, hasilnya terjalinlah hubungan simpati antara pembaca dengan sang penulis. 

Dalam artian penulis dengan pembaca dapat singkron saat berkumunikasi lewat tulisang. Analoginya seperti anak muda ketemu dengan anak muda lain, yang mana cerita mereka nyambung saat membicarakan masa-masa kuliah, meskipun ada yang lebih dulu wisudah atau selesai.

Saya bisa ukur-ukur persentasi kira-kira tipe professional, pemahaman mereka masuk nominasi 100%, sedang mereka-mereka yang autodidak atau baru paham dikit masuk dinominasi 30%-50% dan yang ter-akhir tidak paham sama sekali atau hanya pernah dengar bisa di persentasekan 0%-10% saja. Ini persentase kasar yang saya gambarkan bagaimana ukuran pengetahuan seseorang pada bidang tertentu atau pada aspek ilmu pengetahuan.

Meraka yang notabenenya pemula yang baru beberapa bulan, bisa dianggap masuk ke tipe menengah dengan persen pemahaman berkisar 30%-50%, yang berarti mereka masih berpeluang membuat konten pilar.

Tapi, jika kamu benar-benar pemula, saya tidak menyarankan di awal-awal menulis konten pilar. Sebab masih banyak penggunaan dan kosa kata yang perlu kita pelajari. Selain itu, sebagai pemula kita akan sangat terbebani membuat konten pilar, sebuah konten yang membutuhkan kesabaran ekstra dan pengetahuan yang mumpuni – yah! walaupun search-searching saja di google.

Jadi, jauh-jauh hari sebelum kita membuat konten pilar, kita pahami dulu tema atau judul yang ingin kita angkat nantinya, karna ini akan sangat membantu seperti:

- Kemudahan Ketika kamu dalam Menyusun sub-sub judul konten pilar

- Memperbesar kemungkinan dalam penulis artikel secara lengkap dan mendetail disertai data-data pendukung.

- Kamu bisa menulis dengan tenang sampai ribuan kata.

- Kemungkinan nanti artikel akan menempati halaman utama google.

- Dan kamu tentu lebih paham, tentang apa yang kamu tulis sekarang.

b. Melakukan riset kata kunci dan riset pencarian referensi

Riset kata kunci yaitu mencari kosakata yang tertaget buat judul dan sub judul artikel. Melalui riset kata kunci kamu akan lebih ter-arah Ketika menulis artikel. 

Riset kata kunci sendiri atau pencarian kata kunci bisa kamu lakukan hanya dengan iseng-iseng ngetik judul di laman pencarian google, yang mana kamu mengetik ide yang nantinya kamu tulis, mungkin muncul beberapa opsi pilihan judul, judul-judul pilihan yang muncul di halaman pencarian atau judul-judul yang sering di cari banyak orang sering muncul secara otomatis dibawah kolom pencarian google.

Saya pribadi lebih doyan mengetik-ngetik judul di pencarian google, karna disana paling tidak saya bisa menemukan beberapa contoh judul, satu judul yang bisa membantu saya Menyusun kosakata yang pas buat topik artikel. 

Mungkin kita bisa riset kata kunci di ubersuggest, tapi untuk sekarang di tahun 2021, terakhir kali saya melakukan riset kata kunci disana, hasilnya saya kurang puas sebab web uber sudah tidak mensupport lagi untuk pencarian kata kunci. Maunya berbayar “mungkin”.

Jadi, alternatifnya saya menacari judul-judul yang bisa saya tiru dan itu semua saya temukan kebanyakan di halaman utama google atau di bawah kolom pencarian. Tapi, bukan berarti saya menulisnya sama persis, tentunya sebelum itu saya mesti mengubahnya sesuai gaya kepenulisan sendiri.

Nah! Setelah kita sudah pas hati dengan judul atau topik yang kita angkat, selanjutnya kita mencari rerferensi dengan riset kecil-kecilan di google, big, baidu, duckduckgo dan sosial media atau mungkin mencari beberapa referensi dibuku atau sekedar datang keperpus terdekat membuka-buka buku, paling tidak kita bisa memperkaya kosa kata, kosa kata yang nantinya akan terbayang sendiri Ketika kita menulis artikel.

Referensi bukan saja hal-hal yang tampak saja, bisa juga berupa pengalaman atau rasa yang tak tampak, tapi bisa di tuangkan dalam bentuk tulisan yang memukau.

c. Pembuatan struktur atau mind mapping

Setelah riset kata kunci dan riset referensi yang kita lakukan selanjutnya adalah kita beralih untuk memikirkan struktur atau susunan artikel dari pendahuluan, isi/sub-sub judul sampai pada kesimpulan dan saran artikel.

Tiang dan patokan utama dari penentuan struktur artikel adalah referensi-referensi yang sejak awal kita dapatkan, yang kemudian kita pikirkan susunan-susunan yang sesuai konten artikel dari A sampai Z. 

Pembuatan struktur artikel bisa kamu Tulis seperti contoh struktur di bawah:

1. Pembuka

Paragraf umum 

paragraph khusus

baru alasan penting membaca artikel

Daftar isi

2. Sub judul

Alasan mereka harus membaca artikel

Pengertian

Contoh

Manfaat

Pengalaman Sentuh tipis-tipis kekurangan dan kelebihan

Pendapat 

3. Penutup

Kesimpulan 

Permohonan maaf

referensi

d. Navigasi konten yang jelas

Navigasi atau daftar isi artikel mesti ditulis secara umum, artinya sekali lihat pengunjung akan paham navigasi yang kita buat.

Termasuk juga link-link internal dan link-link eksternal yang kita pasang dalam artikel dan pada bagian penempatan link pastikan kamu lebih mengutamakan pemasangan link internal lebih banyak dibanding link-link eksternal. Mengapa?

Sebab link-link yang berasal dari luar itu terkadang mati atau sudah tidak beroperasi lagi seperti kendala sang pemilik web telah mengundurkan diri dalam dunia blogging. Tidak bisa dipungkiri kejadian ini bisa saja terjadi kepada kita.

Jadi, cara amannya kamu tidak jangan sering-sering menggunakan link eksternal. Tapi, jika kamu terpaksa, cobalah cari web-web atau blog-blog yang benar-benar aktif di internet dan memiliki konten sustainable atau isi konten mereka berkelanjutan atau paling tidak mereka selalu up-date infoo terbaru.

Adanya konten dan sokongan dari link-link eksternal, konten dalam artikel kamu akan terlihat lebih professional dan memiliki kualitas yang jauh lebih baik serta dapat dinilai tinggi oleh google maupun para pengunjung. Itu, jika kita mengambilnya dari situs-situs terpercaya.

“kepercayaan lebih mahal daripada banyaknya nominal uang”

e. Konten yang tidak ketinggalan zaman

Pada proses menyaring dan men-scan referensi kita sangat perlu memerhatikan data, sumber dan artikel yang tidak kadarluarsa, sebuah referensi dapat bernilai tinggi dan lebih fress dapat dilihat dari tanggal apload-tannya, mulai dari tahun berapa, bulan berapa, sampai harinya kapan.

Saya lebih memilih konten biasa-biasa tapi terbaru, ketimbang konten kepanjangan tapi sudah makan tahunan, tapi jika konten tahunan ini masih layak di tulis ulang. Ya! Kenapa tidak, kan kita mencari referensi yang tidak termakan usia hehehee…

Hmhm…

Yah! saya rasa pemilihan konten yang tidak ketinggalan zaman sifatnya relative, semua tergantung kita, apakah masih layak dijadikan referensi atau mungkin kita mencari yang terbaru.

Jika, kamu tidak menemukan referensi yang layak atau referensi yang benar-benar bertahan dalam waktu lama. Kamu bisa pergi google translate, tulis judul yang ingin kamu jadikan topik kemudian terjemahkan ke Bahasa asing entah kamu menerjamahkannya di Bahasa japan, singapure, rusia ataupun inggris raya. Yang penting kamu bisa mencari referensi secara luas tak terbatas lewat artikel Bahasa asing atau mungkin bisa melakukan pencari di mesin pencari selain google.

Meskipun lewat cara terjemahan dan cara menerjemahkan artikel cukup ribet, tapi jangan salah kualitas konten Bahasa asing rata-rata lebih baik daripada konten-konten yang berbahasa Indonesia.

Bahkan bisa saja kamu yang pertama, yang menulis konten unik dan berbeda dalam Bahasa Indonesia, yang kadar penulisnya masih jarang.

f. Konten ditulis dengan selengkap-lengkapnya.

Proses demi proses telah terlewati secara seksama, tibalah kita pada point penting yaitu pembuatan konten dengan serius dan tidak menulis dengan stengah-tengah.

Hasil yang maksimal hanya bisa didapatkan lewat pengorbanan yang sepadan. Artinya kita benar-benar melakukan yang terbaik Ketika mengisi bobot artikel.

Mengikuti Langkah-langkah di atas bukan saja memenuhi satu dua tanda ceklis atau tanda centang bahwa kita telah melawati proses dan caranya begitu saja. Tapi, kita mesti menikmati dan melakukan yang terbaik terhadap apa yang kita kerjakan sejak awal sampai di titik terkahir artikel.

Rela mengorbankan sesuatu tanpa menghasilkan apapun yang tampak, itu artinya kita menikmati apa yang sedang kita kerjakan.

Bukannya meng-ada-ada, tapi memang kenyataanya seperti itu, sebuah tanda bukti bagi penikmat dan tanda pertama para penulis konten pilar.

4. Keuntungan menulis konten pilar

Mungkin sebagai penulis kita perlu berpikir matang-matang sebelum bertindak untuk menulis artikel seperti konten pilar.

“Tapi satu hal yang perlu kita ketahui bahwa usaha, waktu dan energi yang kita keluarkan tentunya sepadang dengan keuntungan yang diperoleh”

Sekedar penambah semangat agar kamu lebih tertarik untuk menulis konten pilar, berikut beberapa manfaat atau keuntungan yang kemungkinan kamu dapatkan setelah menulis konten pilar:

a. Memperkuat posisi artikel di search engine

Kekuatan artikel kita sehingga dapat menempati halaman utama google, itu berbanding lurus dengan kualitas kepenulisan kita sendiri, biarpun kita sudah mati-matian menulis artikel dengan judul sebaik-baiknya, bila kita menulis dengan nuansa keterpaksaan atau menulis sesuai dengan hasil dikte artikel orang lain, besar kemungkinan hasilnya adalah kekecewaan yang terjadi akibat memaksakan tulisan kita sama polanya dengan penulis pertama atau Bahasa mereka serupa dengan Bahasa kita.

Untuk persolan yang satu ini:

Kamu mesti lebih mengutamakan cara kepenulisan sendiri, yang berarti kamu menulis sesuai dengan kepribadian kamu sendiri bukan meng-ada-ada atau memanipulasi apa yang sebenarnya kamu pikirkan dan apa yang sebenarnya kamu rasakan.

Banyak diluaran sana mencari-cari cara untuk memperkuat posisi artikel lewat pembutan konten pilar yang berhasil dan disisi lain banyak juga yang gagal, tidak bisa dipungkiri bahwa yang gagal lebih banyak ketimbang yang berhasil.

Dari sepengetahuanku hingga sekarang, rata-rata mereka tidak berhasil penyebabnya karna mereka melakukan pekerjaan setengah-tengah. Pas Ketika mereka melihat dan membaca kelebihan dari konten pilar, mereka ikut-ikutan menulis konten pilar, tanpa memperhatikan aspek kepribadian tulisan mereka.

Mereka membayangkan bahwa “saya akan berhasil jika menulis artikel sepanjang-panjangnya dan selengkap-lengkapnya”.

Memang benar bahwa panjang dan lengkapnya termasuk ciri dari konten pilar.

Tapi, jangan salah kaprah bahwa penguatan nama atau nama yang kuat bukan saja berasal dari penulisan article yang lengkap dan mendetail, akan tetapi lebih dari itu, nama/posisi yang kuat berasal dari keseriusan kita dalam menulis dan meng-update pengetahuan, khususnya dalam memberikan sesuatu yang benar-benar dicari dan dibutuhkan oleh para pengunjung.

Nama yang kuat harus punya identitas dan identitas berkunci utama pada kepribadian kita Ketika menuangkan hasil pikiran dan perasaan pada saat menulis artikel.

Nggak kebayang jika kita mengambil berbagai macam pola tulisan orang lain, mungkin artikel kita seperti gado-gado, yang isinya kadang membingungkan “orang macam apa dibalik pemilik blog ini”

b. Lahan penghasil trafik yang lumayan banyak

Sejalan dengan artikel terpajang yang ditulis dihalaman utama google akan segaris pula dengan jumlah trafik dihasilkan. Tapi, itu baru bisa dilihat hasilnya setelah kita memposting artikel atau konten pilar setelah dua tiga bulan berlalu.

Ditambah dengan promosi sampai hari-H atau promosi sampai konten kita masuk di halaman utamanya google, dari share di facebook, whattsp, twitter, telegram sampai pada channel youtube, jika punya.

Semua dilakukan paling sering yaitu sekali sepekan selama beberapa bulan ke depan. Tapi, sebelum itu kita memastikan artikel yang kita bagikan memang dibutuhkan orang-orang dalam komunitas.

Jika, kamu berada di komunitas blogging, maka kamu bisa memposting artikel tipe blogging disana, jika kamu bergabung di komunitas teknologi tentu yang kamu share disana adalah artikel yang bergendre perkembangan teknologi.

“tempatkan sesuatu pada tempatnya”

Yang jelas artikel yang kita buat bukan hanya sekedar tulisan panjang lebar, akan tetapi kita menulis artikel harus didukung oleh data, diagram, ataupun studi kasus mandiri.

Paling tidak artikel kita buat mengandung kepercayaan, jika memungkinkan kita bisa memasang video tutorial sebagai pendukung atau kamu dapat menambahkan tombol download pdf.

Tentu hal-hal pendukung seperti ini berperang sebagai pelengkap artikel, dengan catatan apapun yang kita masukkan dalam artikel harus sesuai topik.

Misalnya kita mengangkat topik seputar template, tentu kita bukan hanya menuliskan ciri template yang bagus tapi, kita juga harus memberi pengunjung link pembelian template yang terpercaya, disamping itu kita menambah beberapa video pendukung agar konten pilar kita jauh lebih lengkap dibanding saingan.

Menulis konten pilar bukan berarti kita menulis seperti lengkapnya artikel yang ada di halaman utama, tapi kita harus bersikap lebih egois, dalam artian kita harus lebih daripada artikel-artikel yang berada di halaman utama google. Yang lebih lengkap, lebih dipercaya, dan lebih baik.

c. Mendapat kredibilitas dari para pembaca 

Jika kita mendengar pertanyaan “apa yang lebih berharga daripada uang”, mungkin banyak diantara kita akan menjawab emas dan berlian. Tapi kira-kira apa yang lebih berharaga dari kedua benda tersebut. Mungkin orang awam akan bingung.

Sebagai seorang blogger kita bisa menjawab dengan santai bahwa yang lebih berhaga dari harta, emas, dan berlian adalah kepercayaan.

Yap! Kepercayaan adalah mata uang yang berlaku dimana saja, seekalipun dikalangan para pencuri ulung sampai profesioanal, tentu bos mereka sangat menjaga kepercayaan anggota-anggotanya, walaupun uang menumpuk didepan mata, tetap saja kepercayaan harus menjadi nomor satu.

Begitu pula dalam dunia blogging dewasa ini, yang utama adalah kepercayaan pengunjung terhadap karya tulis kita, sehingga blog kita menjadi daya Tarik tersendiri bagi para pengunjung.

d. Memungkingkan blog atau artikel di bookmart oleh para pembaca

Perlu diketahui bahwa tulisan atau artikel yang di bookmart berarti artikel tersebut relevan dan Layak pablis dan layak dianggap sebagai artikel utama google.

Hasil dari sebuah artikel yang di bookmart oleh para pengunjung akan memberi sinyal. Sebuah sinyal yang memberi info ke google bahwa artikel yang kita publis itu relevan dan pantas menjadi salah satu artikel kepercayaan di halaman utama google.

Jika, kita membayangkan google sebagai perusahaan besar yang tidak tertandingi sampai sekarang, besar kemungkinan karna google selalu menjadi yang terbaik dalam layanan penyedia info terlengkap.

Tahu, tidak google juga sedang berjuang mempertahankan kualitasnya, yang mana kualitas tersebut tergantung dari para pemasok info dan pemasok info tersebut salah satunya adalah kamu.

Seorang pegawai yang secara tidak langsung membantu google agar tetap popular sebagai mesin pencari terbaik, yang menyaingi dapat menyalip bing dari Microsoft, baidu dari negara sebelah, yahoo! Dan beragam mesin pencari lainnya.

Bayankan saja kita adalah salah seorang pengusaha, yang sekarang masih terus berjuang dan akan tetap seperti itu, sebuah kondisi yang memaksa kita untuk melakukan yang terbaik untuk perusahaan dan untuk pelanggan. 

Tentu kita dalam masalah ini kita akan menyediakan layanan terbaik untuk pelanggan.

Bila kita harus memilih apakah kita memilih pegawai tulen pekerja keras atau seorang pegawai serampangan. secara normal kita akan memilih pegawai yang pekerja keras sebagai pemegang kepercayaan perusahaan agar sistem dan pelayanan perusahaan kita tetap berjalan mulus.

Yah! begitulah ceritanya, kita sebagai salah satu pemilik website yaituu blog yang berkontribusi untuk mengembangkan perusahaan mesin pencari google. 

Kita harus melakukan yang terbaik untuk google, karna google akan memberikan yang terbaik untuk kita yaitu akun adsense hehehe…

e. Trafik jangka panjang

Sesuatu yang tidak bisa dipungkiri hingga dulu dan sekarang adalah trafik no ekspa, sebuah terafik yang statistic pengunjungnya akan terus ada sepanjang waktu - trafik unlimited.

Namun, dibalik trafik yang di idam-idamkan oleh semua blogger, tentu harus ditempuh dengan usaha yang sebanding yaitu membuat konten pilar yang tidak akan selesai dengan usaha asal-asalan.

Suatu konten pilar paling singkat dikerjakan dengan baik memakan waktu dua tiga hari dan paling lama mungkin satu bulan, lebih daripada itu mungkin kita terlalu banyak mikir sehingga hasilnya tidak jadi-jadi.

5. Masalah yang biasa di dapati saat menulis artikel pilar

Entah ini bisa jadi masalah, tapi secara pribadi Ketika saya mulai mefokuskan diri untuk menulis konten pilar, yang terbayang dalam pikiran saya adalah bebaan…

Apalagi, saat dulu saya masih pemula yang notabenenya masih belum punya alasan kuat untuk menulis. Ditambah saya termasuk orang yang ikut-ikutan membuat blog.

Yah! tahukah apa yang saya lakukan saat itu…

Yap! Saya hanya sekedar menulis apapun yang layak untuk ditulis, jika memungkinkan artikel tersebut selesai dengan cepat, biarpun mengandung 300-500 kata saja. 

Namun, apalah arti dari sebuah menulis artikel yang rata-rata blogger bisa menulisnya dan bahkan mereka bisa sedikit lebih baik dari artikel yang kita tulis.

“melakukan sesuatu yang biasa-biasa saja tentu hasilnya pun biasa, biasa seperti blogger-blogger yang gagal”

Setelah selang beberpa lama, saya menyesal telah melakuakan kekonyolan tersebut.

Mungkin saya harus menganggap kegiatan tulis-menulis bukanlah suatu beban, tapi sebaliknya saya mestinya menganggap kegiatan tulis-menulis adalah kegiatan yang menyenangkan atau paling tidak sebagai selingan waktu luang.

Jadi, saya anggap menulis artikel sejenis konten pilar adalah kegiatan yang menyenangkan, yang bukan berarti saya tidak punya rencana. Maksudnya saya tetap menulis dalam mode serius tapi tidak secara full time. Akan tetapi saya menulis artikel dengan durusi pendek dengan waktu pengeraan yang lebih sering seperti 3 4 kali sehari buka laptop atau lebih, yang penting saya membuka laptop dan menulis beberapa saat saja.

Tapi, jika dalam kondisi yang menguntungkan, saya bisa menulis selama berjam-jam, itu jika lagi menikmati waktu luang sedangkan dalam suasana malas-semalasnya. Yah! saya keluar jalan-jalan dan berkunjung ke rumah teman untuk mengurangi sedikit beban pikiran dan mengurangi rasa bosan.

Sehabis itu, saya mastikan untuk membukan laptop setelah pulang rumah. Nah! Jika kondisi mendukung saya bisa membawa laptop ke rumah teman untuk menulis artikel disana.

Menulis sambil berbincang-bincang bebas. 

“santai tapi pekerjaan pun ikut selesai”

Tidak bisa disembunyikan lagi bahwa banyak blogger-blogger pemula berhenti menulis disebabkan oleh ketidak sabarannya mereka menulis dan menunggu memanen hasil tulisan yaitu trafik.

Sebuah kronologi tragis yang memaksa, padahal ngeblog itu butuh usaha jangka panjang, yang hasilnya tidak mungkin didapat hari esok atau beberapa bulan saja.

Secara berat hati saya ingin mengatakan bahwa membangun blog, kita butuh waktu tahunan baru kita bisa melihat sedikit harapan – sepucuk dauun yang muncul ke permukaan hasil dari penyiraman terus-menerus…

Untuk persoalan mencari referensi, data, belajar seo dan sejenisnya saya golongkan sebagai urusan belakangan.

Yang menjadi persoalan utama adalah kapan kita benar-benar menulis artikel atau kapan kita benar-benar menulis sepatah dua kata tiap hari.

“menulis konten pilar memang hal yang mendasar, tapi yang lebih mendasar adalah semangat kita untuk tetap menulis”

Kadang saat-saat menulis kita tidak lagi berjuang untuk menulis konten berkualitas, tapi kita sekarang dalam situasi dan kondisi  benar-benar harus berjuang mempertahankan semangat ngeblog, sekalipun sudah makan tahunan kita belum mendapat apapun, kecuali tumpukan kesalahan dan kekonyolan yang masih perlu diperbaiki.

Mungkin kita tidak bisa menghindari masalah, mungkin juga kita akan terus mengahadapi masalah. Tapi yang terpenting adalah seberapa cepat kita dalam menyelesaikan masalah tersebut.

Kesimpulan

Sebagai pemula kita boleh mengakui bahwa kita tidak ada apa-apanya dibanding orang-orang diluaran sana yang sudah lama menulis.

Tapi, jangan risau sebab tangga itu bersusun, tidak mungkin seseorang bisa sampai ke tangga lima sebelum ia melewati tangga  2, 3, 4.

Tidak jarang para profesioanal, mereka telah melewati tangga-tangga ini dan kita saat ini berada di posisi mereka satu dua tahun lalu.

Lalu, apa yang akan kita pilih – apakah langsung lompat ke tangga lima atau mungkin lebih memilih menapaki tangga satu persatu.

Kalau saya pribadi, saya memilih melewati tangga satu persatu dan menikmati prosesnya…


Hicul
Hicul Kenalkan saya "Kif" seorang blogger baru yang mengelolah blog hicul.my.id dengan blog cat4tan.blogspot.com dan saat ini aktif berbagi info menarik berdasarkan pengalaman Pribadi dan pengalaman membaca...

Posting Komentar untuk "Kriteria Konten Pilar Blog, Contoh Dan Cara Membuat Konten Pilar Google"